Tuesday, 20 October 2026


Detik-Detik Gertam Serentak Jambi, Direktur Polbangtan Kementan Periksa Lahan hingga Jaringan Intern

28 Sep 2026, 08:26 WIBEditor : Geshda

Detik-detik Gertam serentak di Jambi, Direktur Polbangtan Kementan Yoyon Haryanto turun langsung mengecek lahan hingga jaringan internet.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jabung Timur – Detik-detik Gertam serentak di Jambi, Direktur Polbangtan Kementan Yoyon Haryanto turun langsung mengecek lahan hingga jaringan internet.

Detik-detik pelaksanaan Gerakan Tanam (Gertam) serentak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, mulai dipersiapkan secara serius. 

Bukan cuma mengecek kondisi lahan, Direktur Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, Yoyon Haryanto, juga turun langsung memastikan jaringan internet dan perangkat konferensi daring siap digunakan.

Pengecekan dilakukan sejak Jumat pagi, 18 September 2026, di Desa Simbur Naik, Kecamatan Muara Sabak Timur.

Lokasi tersebut menjadi salah satu titik pelaksanaan Gertam serentak yang dijadwalkan berlangsung pukul 14.00 WIB.

Yoyon bersama tim Polbangtan Bogor memeriksa sejumlah aspek penting sebelum kegiatan dimulai. Kondisi lahan menjadi perhatian pertama, mengingat lokasi tersebut akan digunakan untuk kegiatan tanam bersama petani dan kelompok tani.

Namun, ada hal lain yang tak kalah penting. Tim juga melakukan uji coba jaringan komunikasi serta perangkat konferensi daring yang akan digunakan untuk mendukung dialog interaktif bersama jajaran pimpinan Kementerian Pertanian.

Dengan begitu, persiapan Gertam tak berhenti pada kesiapan fisik di lapangan. Koneksi teknologi juga dipastikan agar komunikasi antara lokasi kegiatan di Jambi dengan pemerintah pusat dapat berlangsung tanpa kendala.

Pengecekan tersebut menjadi bagian dari pengawalan Polbangtan Bogor terhadap program strategis pembangunan pertanian di wilayah Jambi.

Sebagai institusi pendidikan vokasi pertanian, Polbangtan Bogor turut terlibat dalam mendukung implementasi program pertanian di lapangan.

Keterlibatan tersebut sekaligus menjadi upaya menghubungkan pengetahuan, teknologi, dan praktik usaha tani secara langsung.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman sebelumnya menekankan pentingnya percepatan tanam untuk menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional. 

Optimalisasi lahan dan pemanfaatan teknologi juga menjadi bagian dari strategi pemerintah dalam memperkuat produksi pangan serta mendukung keberlanjutan swasembada pangan.

“Percepatan tanam merupakan langkah penting untuk menjaga momentum peningkatan produksi pangan nasional. Setiap lahan yang dapat dimanfaatkan secara optimal harus memberikan kontribusi bagi ketahanan pangan dan swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Amran dalam konteks percepatan tanam.

Di sisi lain, penguatan produksi pertanian juga membutuhkan dukungan sumber daya manusia. Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian (BPPSDMP), Idha Widi Arsanti, menegaskan bahwa keberhasilan program pertanian tidak hanya bergantung pada lahan dan teknologi.

Kualitas sumber daya manusia yang mengelola sektor pertanian juga menjadi faktor penting. Karena itu, BPPSDMP terus mendorong penguatan penyuluhan, pelatihan, pendidikan vokasi, serta pengembangan kompetensi untuk mendukung pertanian modern, produktif, dan berkelanjutan.

Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Muhammad Amin, juga menilai keterlibatan pendidikan vokasi dalam kegiatan lapangan penting untuk memperkuat hubungan antara proses pendidikan dan kebutuhan pembangunan pertanian.

Kegiatan seperti Gertam, kata dia, dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus memperkuat kolaborasi perguruan tinggi vokasi pertanian dengan petani serta pemangku kepentingan di daerah.

Dalam pengecekan tersebut, Yoyon memastikan kondisi lahan olahan, titik kegiatan, serta koordinasi dengan petani dan kelompok tani berjalan sesuai persiapan.

Menurut Yoyon, kesiapan teknis menjadi bagian penting karena Gertam bukan sekadar kegiatan seremonial. Gerakan tersebut diharapkan ikut mendorong produktivitas pertanian secara nyata.

“Kami ingin memastikan seluruh persiapan benar-benar matang. Mulai dari kondisi lahan, koordinasi dengan petani dan kelompok tani, hingga kesiapan jaringan dan perangkat komunikasi. Semua harus dipastikan agar pelaksanaan Gertam dapat berjalan efektif dan memberikan manfaat nyata bagi petani,” kata Yoyon.

Setelah mengecek lahan, tim kemudian memastikan koneksi internet dan perangkat konferensi daring dapat digunakan. Uji coba dilakukan untuk mengantisipasi gangguan saat dialog interaktif dengan jajaran pimpinan Kementerian Pertanian berlangsung.

Hal ini menjadi penting karena pelaksanaan program pertanian kini membutuhkan koordinasi yang semakin cepat antara pemerintah pusat dan daerah. Teknologi digital pun menjadi salah satu pendukung tata kelola pertanian yang lebih terintegrasi.

Gertam serentak di Desa Simbur Naik akhirnya menjadi rangkaian kerja bersama yang melibatkan petani, kelompok tani, pemerintah daerah, penyuluh, institusi pendidikan vokasi, serta unsur pendukung lainnya.

Bagi Polbangtan Bogor, kehadiran langsung di Jambi juga menjadi bagian dari upaya memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mendukung program strategis pembangunan pertanian.

“Polbangtan Bogor akan terus berupaya hadir di tengah petani dan memastikan ilmu pengetahuan, teknologi, serta kompetensi SDM yang kami kembangkan dapat memberikan kontribusi langsung bagi pembangunan pertanian,” ujar Yoyon. (wsd)

Reporter : Wsd
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018