Thursday, 22 October 2026


Lihat Korporasi Petani, Yuk ke Jayakerta, Karawang

26 Oct 2018, 13:41 WIBEditor : Yulianto

Kepala Dinas Pertanian, Karawang, Hanafi sedang memberikan pengarahan kepada petani yang mengikuti pelatihan di Balitsa

Dengan korporasi, petani lepas dari tengkulak

TABLOIDSINARTANI.COM,  Lembang---Korporasi petani kini menjadi salah satu program pemerintah untuk pemberdayaan petani. Salah satu lokasi yang menjadi pilot project program tersebut adalah Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang. Di lokasi tersebut dibangun demfarm pertanian modern.

Kepala Dinas Pertanian, Karawang, Hanafi mengatakan, pembuatan demfarm pertanian modern di Kecamatan Jayakerta terintegrasi dari mulai tanaman padi, hortikultura, ternak dan pasca panen. Dengan membangun pertanian modern, Hanafi berharap, generasi mudah tertarik terjun ke bidang pertanian.

Selain itu, petani bisa mengolah usahanya dari hulu ke hilir. “Selama ini banyak tengkulak yang mengatur usaha tani. Jadi ke depan dengan adanya korporasi, petani bisa mengolah sendiri usaha taninya dari hulu ke hilir,” katanya di sela di sela-sela Bimbingan Teknis Denfarm Pertanian Modern Berbasis Korporasi di Balai Penelitian Sayuran (Balitsa), Lembang, Bandung, Kamis (25/10).

Kepala UPTD Dinas Pertanian,  Kecamatan Jayakerta, Dodi Suryana mengakui, di wilayahnya memang menjadi salah satu lokasi yang dipilih pemerintah untuk program korporasi petani. “Di Kecamatan Jayakerta, kini mulai dibangun denfarm pertanian modern,” katanya kepada Sinar Tani.

Petani di Kecamatan Jayakerta ungkap Dodi, mendapat berbagai pelatihan agar bisa membentuk korporasi. Kegiatan pelatihan yang lokasinya berbeda-beda. Misalnya, budidaya ternak dilakukan di Balai Penelitian Ternak, Ciawi;  budidaya padi di Balai Penelitian Tanaman Padi (BB Padi), Sukamandi; teknologi pasca panen di Balai Pasca Panen di Karawang.

Untuk di Balitsa sendiri, petani mendapat pelatihan teknik budidaya sayuran dataran rendah, seperti cabai, bawang merah dan mentimun. Petani yang mengikuti pelatihan adalah yang di desanya sudah terbiasa menanam sayuran. “Mereka berasal dari Desa Medang Asem dan sudah terbiasa menanam sayuran dataran rendah, tapi selama ini tidak terorganisir dengan baik dan tergantung tengkulak,” katanya.

Dodi mengatakan, pelatihan lainnya adalah mengenai alat mesin pertanian, rencananya akan dilakukan di Balai Besar Pengembangan Alat Mesin Pertanian (BBP Mektan), Serpong. Petani juga akan mendapatkan pelatihan mengenai pengelolaan kelembagaan petani yang akan dilakukan di Balai Pendidikan dan Pelatihan (BPP), Lembang.

Dengan adanya pelatihan tersebut, Dodi berharap, petani bisa meningkatkan pengetahuan mengenai teknik budidaya dan berorganisasi. Pada akhirnya mereka bisa mandiri dalam mengelola usaha tani. *

 

Reporter : Yulianto
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018