Wednesday, 21 October 2026


Belajar Pertanian ke Taiwan, Petani Karawang: Seperti Mimpi

02 Nov 2018, 14:24 WIBEditor : Yulianto

Pelepasan petani yang akan berlatih pertanian ke Tiawan

TABLOIDSINARTANI.COM, Karawang---“Seperti mimpi,” ucap Rahmat Hidayat, Ketua Gabungan Kelompok Tani Sri Rezeki, Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang saat pelepasan pelatihan pertanian korporasi ke Taiwan, di Laboratorium Pasca Panen, Karawang, Rabu (31/10) lalu.

Bagi Rahmat belajar pertanian ke Taiwan memang tak pernah disangka sebelumnya. Karena itu ia merasakan hal itu sebagai sebuah mimpi. Bukan hanya Rahmat, Wanhudi juga merasakan yang sama. “Ini seperti mimpi. Baru sekali naik pesawat, saya langsung ke Taiwan,” ujar Ketua Kelompok Tani, Medang Asih, Desa Medang Asem, Kecamatan Jayakerta, Karawang.

Pelepasan dilakukan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang, Hanafi; Kepala Balai Besar Pasca Panen Balitbangtan, Risfaheri dan penanggung jawab Demfarm Pertanian Korporasi Karawang, Yudhistira.

Keberangkatan petani yang berdomisili di Kecamatan Jayakerta ke Taiwan merupakan rangkaian Program Demonstrasi Farm (Demfarm) Pertanian Korporasi di Kecamatan Jayakerta, Kabupaten Karawang. Demfarm ini dirancang pengembangannya selama 3 tahun (2018-2020) dengan kawasan padi seluas 400 ha pada tahun 2018 dan 1000 ha pada tahun 2019.

Kawasan pertanian tersebut mencakup lima desa, yaitu Desa Ciptamarga, Desa Medang Asem, Desa Jaya Makmur, Desa Jayakerta dan Desa Kampung Sawah. Misalnya, di Desa Madeng Asem dikembangkan percontohan agribisnis hortikultura modern dan di Desa Kampung Sawah dikembangkan agribisnis itik modern. “Kesemua percontohan tersebut akan dikelola secara korporasi,” kata pimpinan rombongan pelatihan pertanian korporasi, Dr. Hermanto.

Hermanto mengatakan, dirancang melalui kerja sama Indonesian Economic and Trade Office (IETO) di Taipe dengan Taipei Economic And Trade Office (TETO), pelatihan ke Taiwan merupakan program yang dirancang dalam rangka mempelajari secara detail pertanian korporasi di Taiwan. Program ini diikuti 30 peserta, yang terdiri dari petani 12 orang (40%), PPL sebanyak 7 orang (23%), staf Dinas Pertanian 5 orang (17%) dan peneliti 6 orang (20%).

Peserta pelatihan nantinya akan mengunjungi Kota Taichung yang merupakan kota terbesar ketiga di Taiwan setelah Kota Taipei dan Kaohsiung. Taichung adalah salah satu daerah yang cukup berhasil dalam mengembangkan pertanian modern. Di Taichung peserta akan mempelajari berbagai inovasi teknologi padi dan hortikultura modern mulai dari  sistem perbenihan, budidaya, panen dan pascapanen. Peserta juga akan diperkenalkan tentang pengelolaan irigasi modern, penyuluhan modern dan kelembagaan petani yang modern.

Pelatihan akan dilakukan selama 15 hari. Peserta akan diberikan pengetahuan mengenai pertanian korporasi,  praktek dan kunjungan lapangan ke beberapa sentra pertanian korporasidi Taiwan. “Kami harapkan petani yang ke Taiwan bisa belajar dengan baik dan sepulangnya dari sana bisa menerapkan ilmu yang didapat,” harap Kepala Dinas Pertanian, Karawang, Hanafi.

Reporter : Yuli
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018