Monday, 19 October 2020


Petani Millenial Kian Mantul dengan Sertifikasi Kompetensi

08 Jan 2019, 17:31 WIBEditor : Gesha

Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Bustanul Arifin (tengah) bersama petani millenial Indonesia | Sumber Foto:ISTIMEWA

Program sertifikasi ini memungkinkan generasi muda mempunyai profesi sebagai modal dalam mengembangkan kariernya

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Melalui program petani milenial Kementerian pertanian mendorong generasi muda bangkit dari tidurnya untuk meneruskan cita-cita pembangunan pertanian. Biar semakin mantap betul (mantul), mereka akan dibekali dengan sertifikasi kompetensi.

Perdagangan dunia kini kian borderless, penjual dan pembeli dapat melakukan transasksi tanpa harus berjumpa memanfaatkan era digital yang makin murah dan terbuka. Para pihak, penjual dan pembeli dapat menentukan term mutu, volume dan time delivery sementara penjual dapat menyampaikan kondisi barang, harga dan syarat serta mekanisme pengiriman barang dan pembayaran.

Dominasi penjual dan pembeli ini mendorong pemerintah menyiapkan generasi milenial untuk memenangkan kompetisi global yang sangat ketat, keras bahkan kejam. Manusia yang kompetitiflah yang keluar sebagai pemenangnya,

Melalui program petani milenial Kementerian Pertanian mendorong generasi muda bangkit dari tidurnya untuk meneruskan cita-cita pembangunan pertanian.

"Petani milenial generasi muda harus mampu berfikir kreatif, inovatif dan mampu memiliki daya saing agar mampu berdiri dan berjaya di negerinya sendiri, hal ini sejalan dengan kebijakan pemerintah bahwa tahun 2019 adalah tahunnya SDM. Petani milenial juga harus mampu memiliki kompetensi agar mampu untuk menunjukkan keahlian dan kemampuan yang dimiliki," beber Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BPPSDMP), Bustanul Arifin.

Baca Juga : Hanya di Polbangtan ! Masuk jadi Mahasiswa, Lulus jadi Pengusaha

Bersiaplah ! 320 ribu Wirausahawan Pertanian Bakal Didanai Dunia

Menteri Amran Sulaiman : Kampus, Motor Penggerak Revolusi Pertanian Modern

Petani Muda, Penjaga Pangan Masa Depan !

Tahun 2019 ini, Kementan tengah mempersiapkan dan menumbuh kembangkan satu juta petani milenial dari seluruh Indonesia. Harapannya akan lahir petani-petani masa depan yang kompeten.

Agar lebih mantap, Kementan juga melakukan program sertifikasi kompetensi bagi petani dan generasi muda milenial meliputi siswa, mahasiswa, dosen dan tenaga pertanian lainnya. 

Sertifikasi memungkinkan produk dapat ditingkatkan kualitas, nilai tambah, sehingga memungkinkan penetrasi pasarnya makin luas dan dapat diberikan apresiasi harga yang lebih baik.

Era persaingan global ini sertifikasi sering kali digunakan sebagai prasyarat bagi pembeli komoditas pertanian sebagai bagian dari assurance atas kualitas produk ditinjau dari sisi budidaya, panen, pasca panen dan pengolahan hasil. "Program sertifikasi ini memungkinkan generasi muda mempunyai profesi sebagai modal dalam mengembangkan kariernya," jelasnya.

Sertifikasi juga menjadi salah satu bukti kompetensi atas kemampuan petani dalam melakukan budidaya sampai pengolahan hasil. Seperti Sertifikat International Sertificate of Palm Oil  untuk kelapa sawit, sertifikat organik untuk  beras, sertifikat organik untuk kopi, kedelai dan masih banyak lagi.

"Kompetansi dalam sertifikasi ini juga membuka peluang petani dan generasi milenial untuk memutuskan masa depan profesinya yang terhormat. Bukan sebagai buruh atau tenaga kerja kasar," tambahnya.

Saat ini telah tersedia 98 skema sertifikasi bidang keahlian di sektor pertanian. Untuk itu akan dilakukan pelatihan sertifikasi dalam jumlah besar untuk tenaga profesi bidang pertanian dari berbagai sektor bidang pertanian.

"Kurang lebih 15 ribu orang tenaga pertanian akan disertifikati tahun 2019 melalui kerjasama dengan BNSP," ujar Bustanul. 

 

Reporter : Tiara
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018