Rabu, 20 Maret 2019


Bersiaplah ! 320 ribu Wirausahawan Pertanian Bakal Didanai Dunia

07 Jan 2019, 14:06 WIBEditor : Gesha

Wirausahan pertanian nantinya akan mendapatkam pendanaan dan pendampingan dari IFAD | Sumber Foto:ISTIMEWA

Tahun 2020, wirausahawan pertanian akan didampingi agar bisa berkembang dan menjadi pendukung ekonomi nasional secara umum

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Perhatian dunia internasional mengenai pentingnya regenerasi petani kini membuahkan hasil dengan rencana pendanaan dari International Fund for Agricultural Development (IFAD). Tak tanggung-tanggung, 320 ribu wirausahawan akan didanai.

"Mereka diarahkan dan menjadi percontohan regenerasi pertanian. Daerah Sumatera Selatan, Sulawesi Selatan, Kalimantan Selatan, Jawa Barat, Jawa Timur menjadi daerah yang jadi percontohan," ungkap Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan), Idha Widi Arsanti.

Idha menambahkan dipilihnya keempat provinsi tersebut karena pada provinsi tersebut generasi mudanya banyak, akses pasar yang cukup bagus dan peluangnya luas.

Dukungan pada wirausahawan muda tersebut dalam bentuk pinjaman lunak (soft loan) yang berkelanjutan. "Mereka diberikan bantuan modal, pendampingan dan lain sebagainya agar berkembang," tutur Idha.

Namun dirinya menegaskan bahwa "perlakuan" kepada masing-masing penerima akan berbeda dalam progress yang berkelanjutan. "Paling penting akses ke perbankan diperkuat," tegasnya.

Ketika ditanya alasan IFAD berani menggelontorkan dana untuk memperkuat wirausahawan pertanian di Indonesia, Idha menyebut jika dunia mengalami permasalah regenerasi petani.

"Problem generasi muda ini tidak hanya Indonesia saja, tetapi negara-negara yang menyandarkan pada pertanian, utamanya di negara Afrika," tuturnya.

Program pembangunan wirausaha muda pertanian tersebut dinamai Youth Entrepreneurship and Employment Support Service (YESS).

Melalui program ini, pemuda di desa diharapkan memiliki keterampilan dan keahlian untuk membangun bisnis dan menciptakan tenaga kerja dalam sektor pertanian.

"YESS ini menjadi project pertama di IFAD yang berkaitan dengan youth (generasi muda). Mereka (IFAD) akan mereplikasi beberapa program," jelasnya.

Idha menyebut program tersebut diperkirakan berjalan di tahun 2020. "Mulai berjalan di tahun 2020 lah. Tahun ini (2019) kita persiapkan kriterianya dan mulai seleksi untuk diikutsertakan dalam program," tutup Idha.

Reporter : Nattasya
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018