Selasa, 26 Maret 2019


Penyuluh Pertanian dan Petani Millenial Kumpul Bareng di Kabupaten Bandung

16 Peb 2019, 14:10 WIBEditor : Gesha

Penyuluh Pertanian dan Petani Millenial kumpul bareng bersama Kepala BPPPSDMP Momon Rusmomo | Sumber Foto:NUR FAJAR

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Soreang --- Sekitar 1.500 Penyuluh Pertanian, petani milenial dan santri tani yang berasal dari Kab. Bandung dan Bandung Barat, Sabtu (16/2) kumpul bareng di Graha Alif Kab. Bandung untuk acara Temu Teknis Penyuluh Pertanian dan Petani Milenial menuju lumbung pangan dunia 2045.

Temu Teknis ini adalah pertemuan yang ketujuh selama tahun 2019. Puncaknya akan ada Temu Teknis Nasional yang akan dilaksanakan di bulan Maret dengan mengundang 50.000 Penyuluh, Petani dan santri milenial.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian, Momon Rusmono menyampaikan penyuluh pertanian adalah garda terdepan dalam pembangunan pertanian, tanpa penyuluh maka mustahil program lumbung pangan 2045 akan tercapai.  

Tak hanya itu, anggaran Kementerian Pertanian hampir 50 persen untuk kesejahteraan petani, diantaranya berupa bantuan alsintan dan khusus di Kab. Bandung dan Bandung Barat bantuan alsintannya sudah lebih dari 1.000 alsintan.

"Semua bantuan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal, apabila tidak dimanfaatkan harus direalokasikan ke kabupaten/kota lain," pesannya.

Selain itu ada program baru di tahun 2019 program petani milenial yaitu petani yang berjiwa muda dan berusia 19 tahun sampai 39 tahun berjiwa milenial dan adaptif terhadap teknologi digital.

"Semoga dengan adanya kegiatan ini, program lumbung pangan dunia 2045 dapat terwujud melalui Penyuluh Pertanian, petani milenial dan santri tani," harap Momon.

Dalam acara tersebut juga ada penyerahan bantuan alsintan dan bibit buah oleh anggota komisi IV DPR RI.

Hadir dalam acara ini diantaranya Bupati Bandung yang diwakili oleh Kepala Dinas Pertanian Provinsi Bandung, Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Sekretaris Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dan Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian.

Reporter : Nur Fajar
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018