Sabtu, 25 Mei 2019


Apa Sebenarnya Unicorn dalam Bisnis Start-up?

18 Peb 2019, 02:39 WIBEditor : Gesha

Startup unicorn terus ditumbuhkan untuk turut mengangkat Indonesia di masa depan | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Dalam debat Pilpres 2019 Tahap 2, Minggu (17/2), Capres 02 Prabowo Subianto sempat dibuat bingung oleh pertanyaan Capres 01 Joko Widodo mengenai cara mendukung perkembangan startup Unicorn

"Unicorn itu apa? Maksud bapak yang online-online itu?," tutur Capres 02, Prabowo Subianto sambil mengulang dan memastikan pertanyaan.

Capres 01 Joko Widodo hanya mengganggukkan kepala dan mempersilahkan Prabowo untuk mengungkapkan gagasannya. 

"Mereka merasa sekarang ada tambahan regulasi berupa pajak dalam perdagangan online," jelasnya.

Karenanya, Capres Prabowo menjanjikan pembangunan prasarana pendukung, pengurangan regulasi, dan pembatasan.

Tak hanua itu, Prabowo menekankan sistem perdagangan elektronik telah membuat aliran uang keluar negeri semakin cepat.

"Adanya e-commerce akan mempercepat arus uang keluar negeri. Sistem kita sekarang ini memungkinkan uang kita keluar negeri," tukasnya.

Sebenarnya, apakah startup unicorn yang dimaksud Capres 01, Joko Widodo?

Melansir dari Daily Social.id, unicorn adalah istilah yang mengukur kesuksesan sebuah startup dengan mengacu kepada start-up yang memiliki valuasi senilai USD 1 miliar (sekitar Rp 13,1 triliun) atau lebih. 

Saat ini, sudah ada 229 startup yang termasuk kategori unicorn. 

Semua startup ini tersebar di berbagai belahan dunia termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, Jerman, India, Kanada, Inggris, dan Singapura.

Startup'startup ini pun menggeluti bidang yang bervariasi seperti keuangan, pemasaran, pelayanan, ritel, dan bahkan games.

Startup pertama yang menduduki kategori unicorn adalah Uber. Startup asal Amerika Serikat ini memiliki valuasi senilai USD 51 miliar.

Posisi kedua diduduki oleh Xiaomi, Tiongkok, senilai USD 46 miliar. Lalu, posisi ketiga diduduki oleh Airbnb, Amerika Serikat, senilai USD 25,5 miliar

Startup rata-rata membutuhkan waktu sekitar enam tahun untuk bisa menembus kategori tersebut. 

Nah, setidaknya ada empat perusahaan Indonesia yang telah masuk rintisan unicorn tersebut dan mulai dilirik oleh para investor asing dengan valuasi diatas USD 1 Miliar (Rp 13,8 triliun) di antaranya yaitu Tokopedia dengan valuasi sebesar Rp 50 triliun.

Lalu, Gojek dengan valuasi sebesar Rp 40 triliun, Traveloka dengan valuasi sebesar Rp 26 triliun serta Bukalapak dengan valuasi sebesar Rp 15 triliun.

Melihat rintisan unicorn yang ada di perusahaan startup Indonesia, pemerintah sangat mendukung bagi perusahaan tersebut berkembang di Indonesia.

Melalui pembangunan infraatruktur untuk menargetkan seluruh kabupaten kota tersambung jaringan 4G akhir tahun ini.

Selain itu, program Palapa Ring hampir mendekati rampung.

"Kita bangun Palapa Ring, Barat dan Tengah 100 persen selesai, Timur 90 persen selesai. Selain itu, sistem 4G, kita teruskan sampai akhir tahun ini kabupaten kota tersambung," ujarnya 

Tak hanya itu, telah menyiapkan program 1.000 startup baru.

"Kita siapkan program 1.000 startup baru dilink-kan di inkubator global. Startup akan terus kita dorong. Menyongsong industri 4.0," tuturnya.

Reporter : Nattasya
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018