Senin, 26 Agustus 2019


Kampus II Polbangtan Gowa Diresmikan, Siap Lahirkan Pelaku Pertanian Unggulan

08 Apr 2019, 15:41 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian dan Bupati Bone secara simbolis membuka Kampus II Polbangtan Gowa | Sumber Foto:Lely

Pengembangan pertanian modern berbasis teknologi (mekanisasi dan digitalisasi) akan menjadikan pendidikan pertanian menjadi semakin menarik bagi generasi muda.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bone --- Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Gowa kini punya kampus baru di Kabupaten Bone.  Di luasan sebesar 10.5 Ha ini, Kementerian Pertanian siap untuk melahirkan pelaku pembangunan pertanian unggulan. 

"Jaga aset ini dengan baik, Polbangtan ini merupakan aset negara yang akan melahirkan generasi millenial yang kreatif dan inovatif," pesan Menteri Pertanian Amran Sulaiman saat launching Kampus II Polbangtan Gowa di Bone, Sulawesi Selatan, Senin (8/4).

Kementerian Pertanian memang tengah melakukan gerakan penumbuhan generasi muda milenial di bidang pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan informasi.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi untuk melahirkan sumber daya manusia terampil yang siap memasuki dunia kerja dan mampu menumbuhkan lebih banyak lagi wirausahawan muda, serta menumbuhkembangkan petani milenial.

Sebab, pendidikan tinggi vokasi memiliki peran strategis dan berada di garda terdepan untuk penanganan usia angkatan kerja dan mendidik mereka menjadi tenaga-tenaga terampil, profesional dan memiliki daya kompetitif tinggi yang akan meningkatkan daya saing bangsa.

Terobosan perubahan STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian) menjadi Politeknik Pembangunan Pertanian telah berhasil meningkatkan pendaftar di tahun 2018 sebesar 1.238% jika dibandingkan tahun 2013.

Ditambah pengembangan pertanian modern berbasis teknologi (mekanisasi dan digitalisasi) akan menjadikan pendidikan pertanian menjadi semakin menarik bagi generasi muda. 

“Kita semua menyadari bahwa tantangan yang paling utama untuk mencapai tujuan tersebut (Lumbung Pangan Dunia 2045) adalah adanya kecenderungan berkurangnya minat generasi muda di sektor pertanian.  Perubahan-perubahan dunia yang  sangat cepatnya ini perlu kita antisipasi. Adanya Terobosan pengembangan Politeknik Pembangunan Pertanian ini menjadi solusi untuk menggairahkan generasi muda untuk berkiprah di sektor pertanian dengan cara-cara yang modern. Sehingga mereka itu betul-betul bisa mengikuti perubahan-perubahan yang ada di dunia”, ungkap Menteri Amran.

Acara launching ini dihadiri pula oleh Wakil Gubernur Provinsi Sulsel, Perwakilan Perguruan Tinggi Mitra, Bupati Bone,Wajo,Soppeng, Kepala Dinas Lingkup Provinsi Sulel,Pejabat lingkup Kementerian Pertanian, Direktur dan Pimpinan dunia usaha mitra, jajaran  serta mahasiswa Polbangtan.

Pangan Berdaulat

Sebagaimana diketahui, Indonesia sebagai negara agraris dengan potensi sumberdaya pertanian yang melimpah. "Oleh karena itu, sasaran kita adalah pangan harus berdaulat," tegasnya.

Karenanya, Kementan mengambil kebijakan untuk swasembada jagung, padi, gula konsumsi dan kedelai di tahun 2019, daging sapi di tahun 2026, dan bawang putih di tahun 2033.

"Untuk beras, targetnya adalah 3 tahun tidak ada impor dan ada cadangan beras yang memadai, diikuti peningkatan produksi komoditas pangan lainnya," tuturnya.

Berbagai langkah strategis telah dilakukan Kementerian Pertanian antara lain: (a) Perluasan dan optimasi lahan sawah dan rehab jaringan tersier serta pembangunan embung; (b) Modernisasi Pertanian melalui Pemberian Bantuan Alsintan; (c) Pemberian Bantuan Benih dan Pupuk Bersubsidi; (d) Program Upaya Khusus (UPSUS) Swasembada dan Swasembada berkelanjutan untuk komoditas strategis pertanian nasional; (e) Program UPSUS Sapi Indukan Wajib Bunting (SIWAB); (f) Fasillitasi Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/ AUTK); (g) Program Lumbung Pangan berorientasi Ekspor di Wilayah Perbatasan; (h) Program Optimalisasi Alat dan Mesin Pertanian (OPSIN); (i) Program Bedah Kemiskinan Rakyat Sejahtera (BEKERJA); (j) Program Selamatkan Rawa Sejahterakan Petani (SERASI); (k). Transformasi Kelembagaan Pendidikan Pertanian; dan (l) Program Petani Milenial.

dengan kesungguhan dan kerja keras seluruh jajaran Kementerian Pertanian dan terutama para petani di seluruh Indonesia, maka capaian kinerja pada komoditas strategis pertanian telah menunjukkan hasil yang sangat menggembirakan.

Nilai ekspor pertanian naik di tahun 2018 sebesar 29.7% dibandingkan dengan tahun 2016. Nilai investasi pertanian di tahun 2018 meningkat sebesar 110.2% jika dibandingkan tahun 2013.

Nilai inflasi bahan makanan/pangan di tahun 2017 menurun 88,1% jika dibandingkan tahun 2014. Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) tahun 2018 meningkat sebesar 5.39% jika dibandingkan tahun 2014 dan peningkatan sebesar 0.22% untuk Nilai Tukar Petani (NTP).

Hingga berkurangnya penduduk miskin sebesar 10.87% sebagai andil dari sektor pertanian dalam menekan kemiskinan di pedesaan.

 

Reporter : Lely
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018