Senin, 26 Agustus 2019


Menteri Amran : Penyuluh Berkontribusi Pada Kemajuan Pertanian

10 Apr 2019, 18:25 WIBEditor : Gesha

Sebanyak 12 ribu penyuluh pertanian seluruh Indonesia berkumpul di Makassar | Sumber Foto:lely

Menteri Amran menegaskan penyuluh pertanian merupakan pahlawan pertanian Indonesia. Peran penyuluh telah memajukan sektor pertanian yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar ---  Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama 12 ribu perwakilan penyuluh dan petani se Indonesia berkumpul di Makassar, Rabu (10/4). Menteri Amran pun mengapresiasi segala kerja keras penyuluh bagi pertanian Indonesia.

"Saya hadir bukan hanya sebagai menteri pertanian, tapi sebagai senior penyuluh pertanian. Sebab penyuluh adalah kemajuan pertanian," ungkap Menteri Amran saat acara Apresiasi, Penguatan Penyuluh dan Petani Andalan dihelat GOR Sudiang, Makassar.

Menteri Amran menegaskan penyuluh pertanian merupakan pahlawan pertanian Indonesia. Peran penyuluh telah memajukan sektor pertanian yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan. 

Amran menyebutkan bukti nyata peran penyuluh dalam memajukan pembangunan sektor pertanian yakni Indonesia mampu menekan inflasi dari 10,57 persen di tahun 2014 menjadi 1,26 persen di tahun 2017. Padahal inflasi bahan pangan dulu 2013 terburuk di dunia.

"Dari capaian ini, ada banyak negara yang dilampaui Indonesia, yaitu Jepang, Belanda, Kanada, Jerman, dan total ada 12 negara yang kita lampaui, sebentar lagi Amerika Serikat kita lampaui. Ini berkat kerja keras penyuluh, kami hanya bagian kecil dari keluarga besar pertanian," ucapnya.

Capaian berikutnya adalah ekspor komoditas pertanian hingga saat ini melonjak 26 persen, nilainya Rp 1.700 triliun. Begitu juga PDB sektor pertanian naik 47 persen, total akumulasi nilainya Rp 1.375 triliun atau separuh dari APBN.

"Itu baru kenaikan saja, tapi Indonesia juga meraih peringkat ke-5 dunia PDB sektor pertanian. Ini hasil kerja penyuluh penyuluh di seluruh Indonesia," paparnya.

Melansir data yang dirilis The Economic Inteligence Unit, untuk kategori keberlanjutan pertanian, Indonesi berada pada peringkat 16 dunia dan yang membanggakan adalah Amerika Serikat di bawah Indonesia.

"Dan nilai investasi naik 100 persen karena kita menerapkan Online Single Submission. Dulu minta izin 2 sampai 1 tahun, kemudian 3 bulan., tapi sekarang mengurus izin ekspor hanya butuh waktu 3 jam," tutur Amran.

Selanjutanya, capaian sektor pertanian juga mampu meningkatkan daya beli petani dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.

Data BPS menunjukkan NTP Pertanian 2018 sebesar 102,46 naik 0,42 persen dibandingkan tahun 2014 sebesar 102,03. Begitu pun untuk NTUP 2014 hingga 2018 juga meningkat bagus, naik 5,39 persen.

"Jika ada yang mengatakan harga pangan mahal, itu tidak terukur. Kalau memberikan data harga stabil 2 sampai 3 terakhir karena inflasi tertekan dari 10 menjadi 1 persen. Itu artinya apa? Turun 90 persen dan itu tidak mudah. Inilah capaian tertinggi sektor pertanian sepanjang sejarah," tegasnya.

Kemiskinan pun turun dan masuk 1 digit. "Ini pertama dalam sejarah. Ini adalah kerja keras para penyuluh," pintanya. 

Pembuktian Diri

Sementara itu, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah menyampaikan para penyuluh pertanian telah membuktikan kerja nyatanya di era pemerintahan Jokowi-JK.

Faktanya, kalau dulu Indonesia dikenal sebagai negara pengimpor pangan, tapi saat ini sudah mulai membuktikan diri sebagai negara agraris.

"Kita sudah masuk ke komoditas-komoditas ekspor dan terus meningkat. Tentu ada orang hebat di belakang ekspor komoditas pertanian ini, salah satu putra terbaik sulawesi selatan dan menjadi menteri andalan Joko Widodo yaitu Andi Amran Sulaiman," akui Nurdin.

Menurut Nurdin, Kementan telah melakukan terobosan dalam bidang pertanian. Tentunya seluruh penyuluh tahu apa yang dilakukan Kementan atas arahan Presiden Jokowi.

Misalnya bagaimana Sulsel menjadi salah satu penyangga pangan nasional. Bahkan gagasan yang ingin menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Reporter : Lely
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018