Selasa, 23 April 2019


Bimtek Serentak Bagi Penyuluh Indonesia Timur

11 Apr 2019, 08:06 WIBEditor : Gesha

Penguatan teknologi menjadi inti dari Bimtek yang dilakukan serentak untuk wilayah Indonesia Timur | Sumber Foto:NUR FAJAR

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan secara serentak tersebut adalah: (1) Pengusulan dan Penilaian DUPAK Elektronik (Online); (2) Pelaporan Indikator Kinerja Penyuluh Pertanian (IKPP) berbasis Android dan (3) Penumbuhan dan Pengembangan KUB

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar --- Penyuluh Pertanian mempunya peran yang sangat penting untuk mendukung program-program Kementerian Pertanian, dan Penyuluh Pertanian harus dibekali kemampuannya terutama dalam penguasaan teknologi terkini di era digital saat ini sebelum Penyuluh tersebut terjun ke lapangan.

Untuk lebih meningkatkan kapasitas Penyuluh Pertanian, maka Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian melalui Pusat Penyuluhan Pertanian mengadakan Bimbingan Teknis secara serentak untuk Penyuluh Pertanian dan Petani Andalan. 

Bimtek serentak tersebut dihadiri 1.500 orang dan dilaksanakan di 6 (enam) lokasi, diantaranya: Asrama Haji, Ponpes Al Madina I, M. Regency, Batangkaluku, Hotel Aerotel Simle dan Hotel Max One.

Adapun peserta Bimtek untuk kesempatan ini merupakan perwakilan dari Provinsi Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, NTT, Maluku, Maluku Utara, Papua dan Papua Barat.

Kegiatan tersebut di buka oleh Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian, Dr. Ir. Momon Rusmono, M.S. Hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian dan beberapa Pejabat lingkup Pusat Penyuluhan Pertanian diantaranya Kepala Bidang Penyelenggaraan dan Kepala Bidang Kelembagaan dan Ketenagaan Penyuluhan.

Adapun kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan secara serentak tersebut adalah: (1) Pengusulan dan Penilaian DUPAK Elektronik (Online); (2) Pelaporan Indikator Kinerja Penyuluh Pertanian (IKPP) berbasis Android dan (3) Penumbuhan dan Pengembangan Kelompok Usaha Bersama (KUB).

Dalam kegiatan tersebut Penyuluh harus mampu menguasai semua teknologi terkini dan memanfaatkan teknologi tersebut untuk menyebarkan hasil kinerja yang telah dicapainya.

Penyuluh juga harus mampu memanfaatkan smartphone, karena semua Bimtek tersebut dapat diakses melalui smartphone berbasis android. Jadi dimanapun Penyuluh berada.

Penyuluh pun harus mampu melaporkan hasil kinerjanya melalui smartphone. Setiap keberhasilan langsung ditulis dengan baik dan diberitakan atau diviralkan melalui media sosial.

Semoga setelah mengikuti Bimtek tersebut salah satu fungsi utama Penyuluh Pertanian untuk merubah perilaku dari “tidak tahu menjadi tahu” dapat berjalan dengan lancar tanpa hambatan. 

 

Dalam arahannya Momon mengungkapkan bahwa Presiden mempunya mimpi dan harapan besar yang dituangkan dalam nawa cipta untuk mewujudkan kedaulatan pangan.

Militansi penyuluhan ada di kesejahteraan petani, maka peningkatan produksi pangan dan kebutuhan pangan masyarakat bagi seorang Penyuluh Pertanian tidak maksmal jika tidak diikuti dengan kesejahteraan petani yaitu dengan peningkatan produksi setingi-tingginyaa sehingga berdampak pada kesejahteraan petani.

Momon juga menegaskan bahwa ada korelasi antara nawa cita dengan kesejahteraan petani da nada tiga faktor yang harus dipegang oleh Penyuluh, yaitu kedaulatan, kesejahteraan petani dan lumbung pangan.

Penyuluhan adalah proses pembelajaran secara masif bagi pelaku utama dan pelaku usaha, dimana petani yang bergaerak sehingga pelaku usaha harus menjadi sasaran penyuluh.

Penyuluh harus mau mengajak petani untuk untuk memahami pengertian penyuluhan agar lebih paham, karena ada yang bersifat perlindungan dan ada yang bersifat pemberdayaan.

Proses penyuluhan bagi pelaku adalah agar mereka mampu dan mau mengorganisasikan dirinya. Penyuluhan menggunakan pendekatan kelompok sehingga dikembangan kelembagaan petani dan kelembagaan ekonomi petani - koperasi pertanian, Kelompok Usaha Bersama.

Agar mampu mengakses atau better farming, better bisniss, better living sehingga pendekatannya melalui ekstensifikasi pertanian salah satunya dengan peningkatan LTT dan produktivitas. LTT didukung dengan teknologi dan mekanisasi untuk meningkatkam provitas.

 

Reporter : Nur Fajar
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018