Selasa, 19 November 2019


Dorong Pembangunan Pertanian Sulsel, Kementan Anggarkan Rp 600 Miliar

11 Apr 2019, 13:11 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Amran Sulaiman bersama Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah bersama-sama komitmen meningkatkan pertanian di Bumi Angin Mamiri | Sumber Foto:INDARTO

Agar Provinsi Sulsel bisa mengembangkan komoditas pertaniannya sesuai dengan keunggulan komparatif masing-masing daerahnya.

 

TABLOIDSINARTANI. COM, Makassar-- Kementerian Pertanian (Kementan) bakal gelontorkan anggaran sebesar Rp 600 miliar untuk Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Anggaran tersebut nantinya bisa digunakan untuk memacu peningkatan produksi pertanian berkualitas ekspor dan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan petani.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengatakan, dengan anggaran sebesar Rp 600 miliar, Provinsi Sulsel bisa mengembangkan komoditas pertaniannya sesuai dengan keunggulan komparatif masing-masing daerahnya. 

Selama kurang lebih 5 tahun ini kami bersama Kementerian Desa juga mengalolasikan anggaran sekitar Rp 15 triliun untuk Sulsel," ujar Amran pada Musyawarah Perencanaan Pembangunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Provinsi Sulawesi Selatan, di Makassar, Kamis (11/4).

Amran juga meminta Gubernur Sulsel dan bupati terkait agar secara bersama menjadikan Sulsel sebagai sumber bibit unggul kakao tingkat nasional.

Guna mewujudkan hal tersebut, Kementan saat ini tengah mendesain daerah Luwu Raya dan Tana Toraja menjadi lumbung kakao, lada, cengkeh, pala dan komoditas rempah lainnya yang hasilnya berorientasi ekspor.

Komoditas perkebunan tersebut, lanjut Amran, akan dikembangkan dalam satu skala ekonomi berbasis kawasan. Sehingga hasil kebun petani nantinya langsung bisa diekspor.

"Jadi, hasil kebunnya tidak lagi transit dulu di suatu negara. Tapi, langsung diekspor. Sebagai dukungan pemerintah pusat,kami sudah berikan bantuan bibit 1 juta batang ke sejumlah kelompok tani," papar Amran.

Menurut Amran, Kementan sejak awal memprioritas pembangunan pertanian dan petani idi Sulsel. Bahkan, pada awal pemerintahan Jokowi-JK Kementan mengalokasikan anggaran Rp 3 triliun untuk pembangunan tiga bendungan di Jeneponto, Sidrap dan Luwu.

"Masih dalam ingatan, kami baru satu bulan jadi menteri, bapak presiden minta kunjungan ke Sidrap pada saat itu. Kami laporkan pada saat itu pada bapak presiden, ada 3 bendungan yang membutuhkan anggaran kurang lebih Rp3 triliun di Sulsel. Beliau tanpa basa-basi mengatakan setuju," papar Amran.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah optimis pada tahun 2019 pemerintah Provinsi Sulsel mendapat tambahan anggaran yang lebih besar dari pemerintah pusat, khususnya dari Kementan.

"Salah satunya guna mendukung program modernisasi pertanian yang dicanangkan Kementan, sehingga pertanian di Sulawesi Selatan semakin maju dan modern," jelas Nurdin Abdullah.

Ia juga berharap, Menteri Pertanian bisa menjadi corong Sulsel di pemerintah pusat agar pembangunan di Sulsel bisa berjalan di semua sektor.

"Sebab ke depan pemerintah Provinsi Sulsel menaruh perhatian yang tinggi terhadap komoditas pertanian unggulan atau ekspor. Salah satunya komoditas kakao yang mengalami persoalan penurunan produksi akibat penggunaan benih. Tapi, kini bersama Kementan telah ditemukan solusinya, yakni penggunaan benih unggul," papar Nurdin.

Nurdin juga menyambut baik upaya Menteri Pertanian, agar Sulsel dijadikan sebagai pusat perbenihan kakao. "Pusat pembibitan kakao nantinya kita tempatkan di Luwu raya," ujarnya.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018