Sabtu, 19 Oktober 2019


Penyuluh, Garda Depan Transformasi Pertanian Tradisonal ke Modern

10 Apr 2019, 18:49 WIBEditor : Gesha

Penyuluh berebutan untuk berfoto bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

Penyuluh diharapkan terus melakukan transformasi teknogi baru ke petani agar produktivitas tanamannya meningkat

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar-- Penyuluh pertanian lapangan (PPL) tak hanya sekedar mendampingi petani dalam melakukan usaha taninya. Namun, penyuluh punya peran penting dalam merubah maindset petani dari bertani secara tradisional ke pertanian modern.

 "Transformasi dari pertanian tradisional ke modern telah dilaksanakan selama 4,5 tahun. Tentunya, kedepan harus dilanjutkan," kata Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, saat Acara Apresiasi dan Penguatan Penyuluh dan Petani Andalan, di GOR Sudiang, Makassar, Rabu (10/4).

Pertemuan yang dihadiri 12 ribu perwakilan penyuluh se-Indonesia bertema 'Penyuluh Maju Petani Sejahtera' ini juga bertujuan untuk memperkuat peran penyuluh sebagai ujung tombak kedaulatan dan peningkatan kesejahteraan petani.

Penyuluh diharapkan terus melakukan transformasi teknogi baru ke petani agar produktivitas tanamannya meningkat.

"Karena itu penyuluh merupakan pahlawan pertanian Indonesia. Bahkan, peran penyuluh telah memajukan sektor pertanian yang berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi dan penurunan angka kemiskinan," jelas Amran.

Kehadiran Amran dalam pertemuan akbar tersebut bukan hanya sebagai Menteri Pertanian, tapi sebagai senior penyuluh pertanian. Mengapa demikian? Menurut Amran, sebab tanpa pendampingan penyuluh pertanian akan sulit berkembang.

Berkat peran serta penyuluh, pembangunan sektor pertanian kurun 4,5 tahun semakin maju. Contohnya saja, inflasi bahan pangan kurun empat tahun terakhir bisa ditekan, dari 10,57 % pada tahun 2014 menjadi 1,26 % pada tahun 2017.

"Ada 12 negara yang dilampaui Indonesia, seperti Jepang, Belanda, Kanada, dan Jerman. Sebentar lagi Amerika Serikat kita lampaui. Ini berkat kerja keras penyuluh, kami hanya bagian kecil dari keluarga besar pertanian," kata Amran.

Kementan juga mencatat, emspor komoditas pertanian pada saat ini juga me ningkat 26 %, atau sebesar Rp 1.700 triliun.

Begitu juga PDB sektor pertanian naik 47 %, atau Rp 1.375 triliun atau separuh dari APBN.

Sesuai data yang dirilis The Economic Inteligence Unit, untuk kategori keberlanjutan pertanian, Indonesi berada pada peringkat 16 dunia.

"Yang membuat kami bangga Amerika Serikat di bawah Indonesia," ujarnya.

Amran juga mengatakan, nilai investasi saat ini meningkat 100%. "Hal ini dikarenakan kami telah menerapkan Online Single Submission. Sekarang mengurus izin ekspor hanya butuh waktu 3 jam," ujar Amran.

Capaian sektor pertanian juga berimplikasi terhadal meningkatkan daya beli petani dan bermuara pada peningkatan kesejahteraan petani.

Data BPS menunjukkan NTP Pertanian 2018 sebesar 102,46, atau naik 0,42 % dibandingkan tahun 2014 sebesar 102,03. Begitu juga NTUP 2014 -2018 juga meningkat 5,39 %.

Pendampingan Kawasan

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah mengatakan, penyuluh pertanian telah membuktikan kerja nyatanya kurun 4,5 terakhir.

"Kalau dulu Indonesia dikenal sebagai negara pengimpor pangan, tapi saat ini sudah mulai membuktikan diri sebagai negara agraris," ujar Nurdin.

Bahkan Sulsel saat ini menjadi salah satu penyangga pangan nasional. Bahkan gagasan yang ingin menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.

Contohnya adalah pengembangan kawasan hortikultura di Indonesia Timur. Karena itu, Kementan terus memacu sistem produksinya sehingga setiap wilayah mampu memproduksi sendiri guna mencukupi kebutuhan sayuran, buah dan lainnya. 

"Misalnya untuk kawasan hortikultura di Sulawesi Selatan sudah dalam tahap berkembang dan mapan seperti di Gowa, Bantaeng, Jeneponto, Enrekang, Tator dan lainnya. Komoditasnya sudah dipasarkan di berbagai wilayah," papar Direktur Jenderal Hortikultira, Suwandi

Bahkan sebagian komoditas hortikultura sudah go global, seperti markisa, mangga, manggis dan lainnya.

Nah, untuk memacu produksi dan mensejahterakan petani, Ditjen Hortikultura mengalokasikan berbagai bantuan dan pemberdayaan petani bawang merah, bawang putih, cabai, mangga, manggis, jeruk dan lainnya.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018