Selasa, 23 April 2019


Back To Nature dengan Olahan Rempah Asli Indonesia

10 Apr 2019, 20:10 WIBEditor : Gesha

Perintis Sekolah Rempah Nusantara yang berbasis di Bandung, Prapti dengan berbagai produk olahan rempah asli Indonesia | Sumber Foto:Mukhlis

Dari lerak, Prapti bisa menghasilkan beragam produk diantaranya hand body, bahan lulur untuk mandi, sampo dari buah kelerak (Lerak) dan jeruk lemon.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Di zaman kini, generasi millenial punya kesadaran tinggi untuk menjaga kesehatan. Tak hanya asupan pangan, aneka komestika dan bahan sandang juga menjadi pemakaian mereka sehari-hari. Karenanya, aneka olahan nature seperti rempah-rempah permintaannya sangat tinggi saat ini.

Guna memenuhi tuntutan zaman  itu, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat (Balittro) Bogor kembali menggelar Bimbingan Teknologi (Bimtek) pembuatan sabun dari lerak dan kosmetika yang berbahan dasar tanaman rempah, Rabu (10/4). 

Bimtek dibuka secara resmi oleh Kepala Balittro Bogor, Dr. Wiratno yang didampingi oleh  Kepala Seksi Jasa Penelitian, Dra. Nur Maslahah, M.S dan narasumber dari Perintis Sekolah Rempah Nusantara, Prapti Wahyuningsih. 

Ketika membuka acara itu, Wiratno sangat menyambut gembira inisiatif yang dipelopori langsung oleh masyarakat untuk mengembangkan tanamman rempah Indonesia. "Balittro sebagai balai yang melakukan penelitian tanaman rempah sangat membuka peluang kepada masyarakat untuk berkolaborasi memberikan bimbingan teknis. Kali ini, bimbingan teknis seputar pengenalan dan bisnis tanaman rempah untuk makanan/minuman kesehatan dan kosmetik langsung dipaparkan oleh pelaku usaha," tutur Wiratno.

Perintis Sekolah Rempah Nusantara yang berbasis di Bandung,  Prapti menuturkan bahwa komoditi rempah-rempah adalah kekayaan asli Indonesia. "Sejak zaman dulu dunia telah mengenal dengan baik komoditi ini. Namun sayangnya, komoditi ini banyak dijual atau diekspor dalam bentuk gelondongan. Padahal kalau tanaman rempah ini diolah terlebih dahulu, maka nilai jualnya jauh lebih tinggi dibandingkan dengan harga jual gelondongan," tuturnya.

Karena itu, Sekolah Rempah Nusantara menjadi wadah berbagi pengetahuan kepada masyarakat agar mampu mengolah tanaman obat ini menjadi produk olahan sekaligus mencerdaskan masyarakat dalam membangun rempah nasional.

Menariknya, kegiatan sekolah informal ini langsung bersentuhan dengan aktivitas masyarakat mulai dari pembelajaran cara bertani tanaman rempah, pengolahan produk jadi hingga proses bisnisnya.

Salah satu andalah dari sekolah ini adalah pembuatan sabun dan kosmetika dari lerak yaitu tanaman tradisional yang punya nama lain lamuran dan dikenal karena kegunaan bijinya yang dipakai sebagai deterjen tradisional. 

Untuk diketahui, Tumbuhan lerak berbentuk pohon dan rata-rata memiliki tinggi 10 m walaupun bisa mencapai 42 meter dengan diameter 1m, pohon ini setara dengan  kayu jati dan banyak ditebang karena bernilai ekonomis tinggi. Bijinya mengandung saponin yang menghasilkan busa dan berfungsi sebagai bahan pencuci. Dapat digunakan sebagai pembersih (deterjen) dan kandungan racun biji lerak juga berpotensi sebagai insektisida.

 

Dari lerak, Prapti bisa menghasilkan beragam produk diantaranya hand body, bahan lulur untuk mandi, sampo dari buah kelerak (Lerak) dan jeruk lemon. Tak hanya itu, Prapti juga menghasilkan godogan Wedang Uwu yang bisa digunakan untuk mengatasi kolesterol, melancarkan peredaran darah dan anti oksidan.

Reporter : Mukhlis
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018