Saturday, 12 September 2026


Jangan Salah Pilih! Ini 7 Potongan Daging Sapi Terbaik untuk Olahan Idul Adha 2026

25 May 2026, 09:35 WIBEditor : Gesha

Memasuki Idul Adha 2026, pemilihan potongan daging sapi jadi kunci agar rendang dan sop lebih empuk, gurih, dan tidak gagal saat dimasak di rumah.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --  Memasuki Idul Adha 2026, pemilihan potongan daging sapi jadi kunci agar rendang dan sop lebih empuk, gurih, dan tidak gagal saat dimasak di rumah.

Momen Idul Adha 2026 kembali jadi “hari besar” di dapur banyak rumah. Sejak pagi, aktivitas potong-memotong daging kurban sudah mulai terlihat, disusul aroma bumbu yang perlahan memenuhi rumah. Tapi di balik semua itu, ada satu hal yang sering disepelekan: pemilihan potongan daging sapi.

Padahal, urusan ini bisa menentukan hasil akhir masakan. Mau jadi rendang yang lembut, sop yang gurih, atau bakaran yang juicy, semua sangat bergantung pada bagian daging yang dipakai.

Masalahnya, tidak semua orang paham karakter tiap potongan. Akibatnya, daging yang harusnya empuk malah jadi alot, atau kuah yang harusnya kaya rasa justru terasa hambar.

Banyak orang sering fokus ke bumbu, padahal pemilihan daging justru jadi pondasi utama. Salah pilih potongan bisa bikin masakan gagal tekstur, terlalu keras, atau kurang rasa.

Sebaliknya, kalau sudah paham karakter tiap bagian, proses masak jadi lebih mudah. Tinggal sesuaikan: mau masak cepat atau lama, mau kuah atau bakar, semua sudah ada “pasangannya”.

Di momen Idul Adha 2026 ini, pemahaman soal potongan daging bisa jadi kunci agar hasil kurban tidak hanya dibagikan, tapi juga benar-benar dinikmati bersama keluarga dalam hidangan yang lezat dan tepat sasaran.

Nah, biar nggak salah pilih lagi, berikut 7 potongan daging sapi terbaik yang paling sering direkomendasikan untuk olahan Idul Adha.

Bahu sapi (Chuck)

Bagian bahu sapi atau chuck bisa dibilang salah satu “primadona” saat Idul Adha. Ciri khasnya adalah serat daging yang berurat dengan lemak yang tersebar cukup merata.

Meski terlihat keras di awal, bagian ini justru sangat cocok untuk masakan yang dimasak lama seperti rendang, semur, atau sop. Semakin lama dimasak dengan api kecil, teksturnya akan berubah jadi empuk dan kaya rasa.

Nggak heran kalau banyak juru masak rumahan menjadikan chuck sebagai pilihan utama untuk masakan berkuah.

Iga sapi (Short ribs)

Kalau mau hasil masakan yang lebih “wah”, iga sapi sering jadi andalan. Potongan ini punya kombinasi daging, tulang, dan lemak yang seimbang.

Saat dimasak, lemaknya perlahan meleleh dan menyatu dengan kuah, menghasilkan rasa yang gurih dan dalam. Cocok banget untuk sop iga, konro, sampai bakaran yang bikin nagih.

Bisa dibilang, iga sapi ini salah satu potongan yang paling cepat bikin masakan terasa premium.

Has dalam (Tenderloin)

Kalau bicara soal tekstur, has dalam atau tenderloin adalah juaranya. Bagian ini minim lemak dan seratnya sangat halus, sehingga mudah empuk bahkan dengan waktu masak singkat.

Biasanya, tenderloin dipakai untuk steak, sate, atau tumisan cepat. Karena cepat matang, bagian ini cocok untuk yang tidak mau ribet di dapur tapi tetap ingin hasil maksimal.

Has luar (Sirloin)

Sirloin atau has luar punya karakter yang cukup seimbang antara daging dan lemak. Di bagian pinggirnya ada lapisan lemak tipis yang memberi rasa gurih saat dimasak.

Bagian ini cocok untuk dipanggang, dibakar, atau dijadikan steak rumahan. Teksturnya tidak seempuk tenderloin, tapi tetap juicy dan kaya rasa.

Sirloin sering jadi pilihan aman karena fleksibel untuk berbagai jenis masakan.

Sengkel (Shank)

Sengkel adalah bagian kaki sapi yang terkenal dengan kandungan kolagennya. Saat dimasak lama, kolagen ini akan berubah menjadi gelatin yang bikin kuah jadi lebih kental dan gurih.

Tak heran kalau sengkel sering dipakai untuk bakso, soto, rawon, atau sup berkuah pekat. Teksturnya memang agak kenyal di awal, tapi justru itu yang bikin khas.

Kalau sabar masaknya, hasilnya bisa sangat memuaskan.

Brisket (Sandung lamur)

Brisket atau sandung lamur punya lapisan lemak yang cukup tebal. Saat dimasak perlahan, lemak ini akan meleleh dan membuat daging jadi sangat juicy.

Potongan ini cocok untuk masakan berkuah atau panggang lambat. Hasil akhirnya biasanya lembut, beraroma kuat, dan terasa “berisi”.

Brisket sering jadi favorit di berbagai hidangan tradisional maupun modern.

Tulang rusuk

Selain iga, bagian tulang dengan sedikit daging juga sering dimanfaatkan untuk kaldu. Tulang rusuk ini jadi “rahasia” banyak masakan berkuah agar rasanya lebih kaya.

Saat direbus lama, tulang akan mengeluarkan sari rasa alami yang membuat kuah sop atau sup jadi lebih gurih tanpa perlu banyak tambahan penyedap.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018