Rabu, 14 Januari 2026


Jelang Ramadan 2026, Pemerintah Pastikan Stok dan Harga Daging Sapi Aman

06 Jan 2026, 10:10 WIBEditor : Herman

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Makmun dalam rapat koordinasi dengan para pelaku usaha daging sapi nasional.

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Pemerintah memastikan pasokan dan harga daging sapi menjelang Ramadan dan Idul Fitri 2026 berada dalam kondisi aman dan terkendali.

Stok dinilai mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat, sementara harga di tingkat konsumen masih berada di bawah harga acuan yang ditetapkan pemerintah.

Kepastian ini disampaikan setelah Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) menggelar koordinasi dengan para pelaku usaha daging sapi nasional.

Pertemuan tersebut melibatkan importir, peternak, hingga pedagang, serta sejumlah asosiasi seperti Gabungan Pelaku Usaha Peternakan Sapi Potong Indonesia (Gapuspindo), Asosiasi Pedagang Daging Indonesia (APDI), dan Jaringan Pemotongan dan Pedagang Daging Indonesia (JAPPDI).

Direktur Hilirisasi Hasil Peternakan Ditjen PKH Kementerian Pertanian, Makmun, mengatakan hasil rapat menunjukkan stok daging sapi nasional masih dalam posisi aman. Ia menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir menghadapi lonjakan kebutuhan menjelang hari besar keagamaan.

“Stok daging sapi nasional saat ini dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan Ramadan dan Idul Fitri,” ujar Makmun, Senin (5/1).

Makmun mengakui terdapat pergerakan harga di beberapa wilayah. Namun, hal tersebut dipicu oleh kenaikan harga sapi di negara asal impor. Meski demikian, pemerintah bersama pelaku usaha telah menyepakati langkah-langkah pengendalian agar dampaknya tidak dirasakan langsung oleh konsumen.

Dalam kesepakatan tersebut, harga daging sapi di pasar akan tetap dijaga agar tidak melampaui harga acuan pemerintah, sehingga stabilitas harga tetap terjaga selama periode Ramadan hingga Idul Fitri.

Dukungan terhadap kebijakan pemerintah juga datang dari kalangan pedagang. Sekretaris Jenderal APDI, Yayan Suryana, menegaskan para pedagang siap bekerja sama untuk menjaga kelancaran distribusi serta stabilitas harga daging sapi di pasar.

Ia juga mengimbau para pedagang, khususnya di wilayah Jabodetabek, agar tetap menjalankan aktivitas perdagangan dan tidak melakukan penghentian penjualan. “Kami mohon rekan-rekan pedagang daging tetap beraktivitas. Insyaallah ada solusi terbaik untuk semua pihak,” kata Yayan.

Sementara itu, dari sisi pemotong dan pedagang di tingkat hulu, Ketua Umum JAPPDI, Asnawi, menyebut rapat koordinasi dengan pemerintah menghasilkan kesepakatan pengendalian harga timbang hidup sapi.

Harga timbang hidup disepakati berada di kisaran Rp53–54 ribu per kilogram. Skema ini diharapkan mampu menahan lonjakan harga karkas di Rumah Potong Hewan (RPH). “Dengan kesepakatan ini, harga karkas dijaga di kisaran Rp104–105 ribu per kilogram untuk dua pekan ke depan,” ujar Asnawi.

Pemerintah menegaskan akan terus memantau kondisi di lapangan guna memastikan seluruh kesepakatan dijalankan. Kolaborasi lintas pihak dinilai menjadi kunci utama menjaga kondusivitas pasar selama Ramadan hingga Idul Fitri.

Dari kalangan pelaku usaha sapi potong, Direktur Eksekutif Gapuspindo, Djoni Liano, menambahkan meskipun terdapat tekanan dari pasar global dan fluktuasi nilai tukar, ketersediaan sapi potong nasional tetap berada dalam kondisi aman.

Ia memastikan stok sapi potong milik anggota Gapuspindo mencukupi untuk memenuhi peningkatan permintaan selama Ramadan hingga Idul Fitri. “Masyarakat tidak perlu khawatir. Pasokan sapi potong dan daging sapi tetap tersedia,” pungkasnya.

 

Reporter : Desy
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018