Kamis, 18 Juli 2019


Polbangtan Gowa Pastikan Cetak Peternak Milenial-Modern dari Indonesia Timur

08 Apr 2019, 21:47 WIBEditor : Gesha

Mahasiswa Polbangtan Gowa di Bone siap menjadi peternak millenial modern dari Indonesia Timur | Sumber Foto:LELY

Kampus ini diharapkan dapat menghasilkan produk yang selevel dengan produk-produk unggulan Kementan di sektor peternakan, seperti Sapi Belgian Blue, Kambing/Domba dan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB).

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bone --- Kebutuhan peternak millenial dan modern di Indonesia Timur kini akan terwujud dengan diresmikannya Kampus II Polbangtan Gowa di Bone, Sulawesi Selatan.

“Kami yakin Polbangtan bisa cetak petani milenial. Mari kita jaga kampus ini sebagai pencetak generasi pertanian modern dan milenial,” seru Menteri Pertanian Amran Sulaiman disaat launching Kampus II Polbangtan Gowa di Bone, Sulawesi Selatan, Senin (8/4).

Kampus II Polbangtan Gowa ini memang diplot sebagai kampus khusus Peternakan, karenanya kampus ini diharapkan dapat menghasilkan produk yang selevel dengan produk-produk unggulan Kementan di sektor peternakan, seperti Sapi Belgian Blue, Kambing/Domba dan Ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB). 

“Jadikan Polbangtan ini sebagai pusat sumber Inseminasi Buatan (IB). Kampus ini harus memiliki container semen  lapangan yang nantinya akan seperti SPBU. Jadi setiap sapi yang lewat bisa di berikan IB secara gratis untuk menghasilkan sapi-sapi unggul yang besar dan berotot di Bone dan sekitarnya," tegas Amran.

Harapan besar terhadap Polbangtan juga disematkan oleh Bupati Bone A Fahsar M Padjalangi. Fahsar menyebutkan bahwa mayoritas masyarakat Bone menggantungkan penghidupannya dari sektor pertanian.

Apalagi Kabupaten Bone merupakan lumbung padi dan lumbung ternak. “Populasi ternak terbesar di Sulawesi Selatan ada di Bone. Karena itu, keputusan untuk mengembangkan politeknik di sini sudah tepat karena pengembangan peternakan perlu disentuh secara ilmiah lewat pendidikan," tuturnya.

Dengan ditempatkannya politeknik peternak di sini, harusnya yang paling bersyukur adalah masyarakat Bone karena itu yang paling dibutuhkan. "Dengan hadirnya Polbangtan, tidak ada alasan bagi masyarakat Bone dan sekitarnya, untuk tidak mengembangkan potensinya melalui jalur akademik,” terang Fahsar. 

Untuk diketahui, Kementerian Pertanian terus melakukan gerakan penumbuhan generasi muda milenial di bidang pertanian yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan informasi.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan memperkuat pendidikan dan pelatihan vokasi untuk melahirkan sumber daya manusia terampil yang siap memasuki dunia kerja. 

Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) sebagai pendidikan tinggi vokasi memiliki peran strategis dan berada di garda terdepan dalam mendidik generasi milenial menjadi tenaga-tenaga terampil, professional, dan berdaya kompetitif tinggi yang akan meningkatkan daya saing bangsa.

Bahkan sudah ada dua menteri yang merupakan lulusan dari STPP sebagai embrio Polbangtan.

Tercatat, Menteri Negara Pangan dan Hortikultura Republik Indonesia 1998 – 1999 A.M Saefuddin serta Menteri Pendidikan Dasar dan Kebudayaan Indonesia 1966 Syarif Tayeb merupakan lulusan STPP.

Tak hanya dua nama tersebut, Amran turut menyebutkan bahwa bekas Rektor Institut Pertanian Bogor (IPB) Andi Hakim Nasution juga merupakan alumni STPP. 

Reporter : Lely
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018