Dengan semangat Sunaryo mengajak Gapoktan binaannya untuk beralih menggunakan benih bawang merah
TABLOIDSINARTANI.COM, Merauke --- Kebutuhan bibit umbi bawang merah bagi petani Merauke sangatlah tinggi, sekitar 800 kg sampai 1200 kg per hektarnya dengan harga diantara Rp 55.000,- sampai dengan Rp 65.000 per kilogramnya, sehingga hampir semua petani tidak mampu membelinya. Hal inilah yang mendorong Sunaryo, S.ST seorang Penyuluh Pertanian yang bertugas lebih memilih untuk menggunakan benih atau biji bawang merah.
Sunaryo menjelaskan bahwa dengan menggunakan benih atau biji bawang merah melalui tanam asal biji (di semai benihnya) lebih murah dan terjangkau oleh petani dan lebih berorientasi kepada untuk peningkatan produksi, peningkatan pendapatan dan kesejahteraan petani.
"Tanam pakai benih atau biji bawang merah hasil produksi bisa mencapai 18 hingga 23 ton per hektarnya, sedangkan tanam pakai umbi bawang merah hasil produksinya hanya mencapai 6 hingga 7 ton saja per hektarnya," tuturnya.
Pengembangan ini sudah dilaksanakan pada kelompok tani Lancar III, Lancar IV, dan kelompok Tani Harapan Baru di WKPP Wasur di Distrik Merauke. Kegiatan tersebut sudah dilaksanakan melalui Sekolah Lapang Tahun Anggaran 2017 dengan luas lahan 5 hektar.
Adapun pendapatan bersih yang diterima petani untuk bawang merah asal biji setelah dikurangi dengan biaya saprotan per hektarnya adalah Rp 550.255.000,- dan untuk bawang merah asal umbi adalah Rp 236.705.000,-. Hal tersebut menurut Sunaryo benar-benar menguntungkan dan meningkatkan kesejahteraan petani di wilayah binaannya.
Sunaryo sendiri memulai karir Penyuluhnya pada tahun 1985 dengan menjadi tenaga honorer terlebih dahulu pada Dinas Pertanian Pertanian Kabupaten Merauke. Pada tahun 2010 hingga saat ini Sunaryo di tugaskan di BPP Wasur.
Semenjak tahun 2006 Sunaryo telah membentuk 3 gapoktan bahkan tahun 2018 Sunaryo sudah membentuk Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) Usaha Jasa Pelayanan Alsintan.
Semoga kisah Sunaryo dapat menginspirasi ditengah-tengah keterbatasan tempat mengabdi, namun Sunaryo mampu bertekad untuk mensejahterahkan masyarakat di sekitarnya.