Kamis, 23 Mei 2019


Begini Cara Untung Tanam Bawang Merah dari Biji

09 Mei 2019, 12:45 WIBEditor : Gesha

Bawang merah hasil pertanaman dengan biji atau benih jauh lebih menguntungkan daripada dari umbi | Sumber Foto:SUNARYO

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Merauke --- Berbudidaya bawang merah ternyata lebih menguntungkan menggunakan biji atau benih daripada menggunakan umbi. Penyuluh Pertanian dari Merauke, Sunaryo pun membagikan tips untung bertanam bawang merah dari petani binaannya.

"Pendapatan bersih yang diterima petani untuk bawang merah asal biji setelah dikurangi dengan biaya saprotan per hektarnya adalah Rp 550.255.000,- dan untuk bawang merah asal umbi adalah Rp 236.705.000," beber penyuluh pertanian Kabupaten Merauke, Sunaryo.

Sunaryo juga menjelaskan bahwa tahapan-tahapan penanaman True Shallot Seed/TTS tidaklah sulit, karena yang harus diperhatikan adalah kondisi lahan yang terkait dengan benih penggunaan bawang merah diantaranya: (1) Lahan harus rata dan dekat dengan sumber air; (2) Tekstur keremahan tanah dan struktur tanah gembur; (3) Tinggi bedengan ± 25 – 30 cm; (4) Pembuatan sekam arang di atas bedengan; dan (5) Sekam arang sudah jadi tanah ratakan agar struktur tanah remah sehingga benih siap ditanam.

Langkah selanjutnya adalah kegiatan pengolahan tanah yang membutuhkan waktu antara 2 sampai dengan 4 minggu sebelum penanaman, dengan kedalaman tanah kurang lebih 25 cm.

Selain itu langkah-langkah penting yang harus diperhatikan adalah menyeleksi atau memisahkan biji/benih yang kosong atau hampa dengan biji yang setengah isi.

Agar mendapatkan daya tumbuh baik seragam dan serempak tumbuhnya baik di persemaian untuk mendapatkan bibit yang sehat dan kuat.

Setelah proses pemilahan benih selesai tahapan selanjutnya adalah perendaman selama 24 hingga 30 jam. Setelah benih direndam, lalu ditiriskan selama 12 hingga 24 jam.

Lalu benih ditaburkan di bedengan atau pada media lahan terbuka dengan struktur tanah gembur dan remah serta tanah selalu dengan kondisi basah tetapi tidak lembab, sirkulasi udara/angin lancar, tidak terkena sinar matahari langsung atau dapat juga dibuatkan naungan dengan tujuan untuk menjaga kelembaban suhu udara yang stabil, agar bibit tidak rusak/kekeringan.

Setelah 1 sampai 2 minggu naungan dapat dibuka, dengan sistem penyiraman pagi dan sore hari selama 45 sampai 55 hari setelah semai dan pada umur 6 minggu bibit sudah siap digunakan/siap tanam.

"Bawang Merah dapat di panen setelah 85 persen bagian daun rebah pada umur tanaman berkisar 98-110 hari setelah tanam (hst)," ujar Sunaryo.

Panen dapat secepatnya dilakukan dengan cara mencabut tanaman secara hati-hati agar umbi tidak rusak/tertinggal di dalam tanah.

Umbi bawang Merah yang telah dipanen dibersihkan dan diikat untuk dikeringkan, pengeringan umbi Bawang Merah dilakukan dengan cara dijemur selama 5 hingga 7 hari sampai daun benar-benar  kering betul dan siap disimpan/di pasarkan.

Sunaryo juga menjelaskan bahwa tahapan yang paling penting adalah penjemuran, yang dilakukan setelah umbi bawang merah dicabut lalu dilayukan daunnya selama 5 hingga 7 hari dengan cara dialas dengan daun kelapa kering /daun kering agar umbi bawang merah tidak rusak dan busuk.

Selanjutnya umbi ditutup dengan daun-daun kering agar tidak terkena sinar matahari langsung. Menurut Sunaryo, hal tersebut dilakukan untuk mendapatkan umbi bawang merah yang berkualitas tinggi.

Setelah itu dilakukan pelayuan daun bawang merah sampai kering daunnya lalu diikat sesuai dengan keadaan umbi daun/batang bawang merah di naungkan di dalam tenda/terpal, kemudian disusun rapi disesuaikan dengan keadaan kondisi terpal.

Setelah itu Bawang Merah kering disimpan dalam gudang pada posisi digantungkan dengan ikatan disusun rapi sambil menunggu peluang pasar.

 

 

 

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018