
Anggota Gapoktan Juhut Mandiri tengah mengolah Talas Beneng untuk dijadikan tepung dan olahan lainnya
TABLOIDSINARTANI.COM - Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Juhut Mandiri memiliki banyak peluang usaha untuk bisa mensuplai kebutuhan tepung talas dan bibit domba di Banten. Sampai saat ini, permintaan tepung talas dari sekitar Jabotabek mencapai 4 ton/bulan, juga permintaan domba dan bibit domba, semuanya belum bisa dipenuhi.
Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Juhut Mandiri di Pandeglang, Banten, Juliana mengatakan memiliki anggota 13 kelompok tani dengan total anggota 300 orang. Mereka rata-rata memiliki domba 7-8 ekor. Modal ternak domba dikembangkan melalui pola pembiayaan swadaya dan bantuan pemerintah dengan sistem perguliran polanya 1 (satu) ekor berkewajiban mengembalikan 2 (dua) ekor setelah 2-3 tahun sesuai perjanjian. “Selain itu juga ada pola pembiayaan kemitraan perorangan dan lembaga/swasta,” tambahnya.
Pemasaran domba Gapoktan Juhut Mandiri dilakukan hanya pada saat lebaran/Idul Adha. “Pemasaran ini sudah berjalan dari tahun 2009 -2015 dengan nilai penjualan > Rp. 600.000.000,- atau setara > 100 ekor domba per tahun,” jelas Juliana.
Gapoktan ini juga menerima permintaan pengadaan domba bibit untuk kebutuhan kelompok–kelompok lain di sekitar Pandeglang dan Serang, melayani sekitar 11 kelompok KUB. Menjual rumput unggul dan mulai memasarkan pupuk organik hasil pengolahan sendiri ke Serang 32 ton, Pandeglang 11 ton.
Selain itu, Gapoktan yang didorong oleh Pusat Penyuluhan Pertanian Kementerian Pertanian mejadi korporasi milik petani pada tahun 2018 ini menguasai 200 ha lahan kebun talas khas Banten, talas Beneng.
“Usaha di bidang tepung talas permintaan paling banyak ke sekitar Jabotabek mencapai 4 ton/bulan, untuk daerah di luar provinsi Banten yaitu ke Pekanbaru, Riau, Palembang, lampung, Banjarmasin, dan Sukohajo,” ungkapnya.
Tepung talas lanjuntnya juga ada permintaan industri roti PT. ICM FOOD dari Pasuruan dan permintaan pelepah daun talas untuk diekspor ke negara Korea. Pengolahan hasil kripik talas, permintaan terus meningkat sampai saat ini belum terpenuhi hanya bisa berproduksi sekitar 100 kg/bulan untuk pasar di sekitar Pandeglang.
Kerjasama Kemitraan pun dibangun oleh Gapoktan Juhut Mandiri, antara lain dengan HD Farm usaha ternak domba pembibitan dan penggemukan, LSM Peduli Bangsa Jakarta untuk penggemukan domba, Masyarakat Agribisnis Indonesia (MAI) Banten untuk usaha penggemukan domba, AWI Net Bidang Komunikasi internet dan pengusaha kue di sekitar Pandeglang.
Gapoktan Juhut Mandiri telah memiliki beberapa asset tanah dan saung pertemuan 4 unit. Selain itu Gapoktan Juhut Mandiri menjadi destinasi wisata agro dan pernah menjadi tempat perkemahan pramuka dunia ISPC dari 14 negara.
Penghargaan yang pernah diperoleh antara lain kelompok peternak terbaik I kabupaten pandeglang tahun 2008, kelompok peternak terbaik III tingkat provinsi tahun 2008, Kelompok Wanita Tani (KWT) terbaik Provinsi Banten tahun 2013 kelompok Bina Mandiri dan Kelompok sadar Wisata (Pokdarwis) terbaik 5 tingkat nasional tahun 2014.