Minggu, 20 Oktober 2019


Mentan Ajak Petani dan Generasi Muda Terjun ke Bisnis Pertanian

22 Agu 2019, 23:49 WIBEditor : Gesha

Menteri Pertanian Amran Sulaiman berbincang dengan salah satu petani millenial | Sumber Foto:BIMA

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman mengajak petani dan generasi muda ketika terjun ke dunia pertanian  tidak hanya fokus pada kegiatan on farm (budidaya dan beternak), tapi untuk berpikir terjun ke bisnis pertanian. Dengan demikian, dari bisnis tersebut bisa meningkatkan kesejahteraan mereka sendiri.

Misalnya saat berdialog dengan Penerima Penghargaan Nasional Teladan dan Berprestasi beberapa waktu lalu, Mentan meminta, Paryono, peternak dari Kotawaringin Timur, Kalimantan, untuk tidak sebatas memelihara sapi, tapi juga bisa mengelola limbah dari sapi untuk pupuk dan biogas. “Itu namanya petani cerdas, dari upstream dan downstream semua digarap oleh petani untuk kesejahteraan petani,” tegasnya.

Bahkan saat itu juga Amran mengapresiasi Kelompok Ekonomi Pertanian (KEP), Cau Chocolates dari Tabanan Bali yang ternyata dipimpin millenial bernama Kadek Surya Prasetya Wiguna. KEP tersebut bukan hanya memproduksi biji cokelat, tapi juga berhasil mengolah kakao fermentasi, bahkan membuat produk olahan yang di pasarkan ke retail dan ekspor.

Melalui Cau Chocolates, seluruh biji kakao yang dihasilkan petani Dusun Cau, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali dibeli untuk diproses menjadi berbagai produk makanan cokelat siap konsumsi. “Kami mendorong petani kakao membentuk sebuah kelembagaan ekonomi yang formal dan dikelola secara professional. Akhirnya terbentuk Koperasi Masako atau Koperasi Masyarakat Kakao Tabanan dengan anggota sebanyak 30 orang petani,” kata Surya.

Saat ini Cau Chocolates telah memproduksi berbagai jenis produk olahan kakao, mulai dari Cocoa Bean Roasted, Cocoa NIBs, Cocoa Powder, Cocoa Butter, Dark Chocolate dengan berbagai variance dan kemasan. Pasar produk Cau Chocolates, saat ini 70?alah pasar dalam negeri dan 30% pasar ekspor. Di masa mendatang diharapkan 30?lam negeri dan 70% ekspor.

Seperti diketahui untuk mendorong petani terjun dalam bisnis pertanian, Kementerian Pertanian telah membuat program pembentukan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) yang bisa bertindak menjadi pebisnis pertanian.

Kepala Pusat Penyuluhan Pertanian, Leli Nuryati mengatakan, KEP merupakan salah satu terobosan dalam rangka pemberdayaan petani untuk pengembangan usaha yang dikelola petani secara profesional di sektor pertanian. Namun penumbuhan dan pengembangan KEP harus merujuk empat pola yang telah dikembangkan Pusat Penyuluhan Pertanian.

“Tentunya sesuai dengan kekhasan lokasi yaitu melalui transformasi kelembagaan petani (poktan, gapoktan) menjadi kelembagaan ekonomi petani, membangun korporasi petani berbasis kawasan, penumbuhan Kelompok Usaha Bersama (KUB) Petani Milenial dan Pengembangan Jejaring kerjasama bisnis pertanian,” tuturnya.

Leli Nuryati berharap penumbuhan dan pengembangan KEP dapat mempermudah petani menjangkau akses ke sumber permodalan, sarana dan prasarana pertanian, asuransi pertanian, layanan pengolahan dan pemasaran hasil pertanian yang tentu saja perlu kolaborasi antar penyuluh (pemerintah, swasta dan swadaya) dalam kegiatan pembinaannya.

Selain itu, hadirnya KEP diharapkan dapat menumbuhkan petani milenial yang dapat mendongkrak produksi strategis nasional. Sebab,  tidak hanya kemandirian pangan yang menjadi sasaran akhir, tetapi perlu juga produk pertanian Indonesia berorientasi ekspor. ***

Reporter : TABLOID SINAR TANI
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018