Friday, 18 June 2021


Safaruddin Meracik Pupuk Organik S7 dan Bantu Pesantren Bertani

14 May 2021, 12:55 WIBEditor : Ahmad Soim

Safaruddin tengah mengamati penyemprotan produk S7 di lahan sawah | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh --  Tumbuhan liar yang tidak bermanfaat yang dianggap sebagai gulma, Ia identifikasi kandungan senyawanya berdasarkan beberapa literatur, lalu diformulasi dan diolahnya menjadi pupuk organik.

Namanya Safaruddin AMd,  dia adalah alumni Politeknik Lhokseumawe jurusan Teknik Kimia ini dilahirkan di Alue Ie Putih 42 tahun lalu. 

Kecintaannya terhadap petani membuat ia putar otak, untuk mencari solusi agar dapat membantu mengatasi kelangkaan pupuk saat dibutuhkan. Produk yang dihasilkannya memiliki keunggulan bagi tanaman dan masyarakat tani. Harganya pun lebih murah... 

Racikan pupuknya diberi nama pupuk super S7.  Selain mempercepat menyuburkan tanaman, pupuk ini juga bermanfaat bagi tanah karena mampu merombak melalui mikroba yang ada,  sehingga dapat mengembalikan kesuburan tanah, khususnya mengatasi permasalahan pH tanah menjadi normal. 

Dari beberapa kali diaplikasikan pada tanaman padi, yang sebelumnya pH tanah 4 -  5 dalam dua kali aplikasi, pH tanah menjadi normal (pH7). Bahan yang digunakan dengan memanfaatkan tumbuhan liar dalam semak dan ilalang yang dianggap sebagai gulma. 

Kemudian dari rerumputan tersebut dianalisis melalui proses fermentasi,  apakah mengandung kalori atau tidak. Kemudian dirubah untuk menjadi asam amino, yang dirombak dengan bantuan enzim mikroba. 

Kegiatan untuk meracik sesuatu yang tidak berguna sehingga menjadi manfaat, sudah dimulai sejak tiga tahun lalu. Melalui uji demplot terlebih dahulu di lahan sawah miliknya. 

Setelah berhasil dan seiring perkembangan lanjutnya, baru ditambahkan formula khusus untuk digunakan sebagai pestisida nabati. Hal ini dia pelajari secara otodidak dari beberapa literatur ilmiah. 

Sebenarnya tanaman juga butuh vitamin seperti halnya manusia katanya, begitu juga tanaman memerlukan tanah yang mengandung unsur hara untuk tumbuh.  Mikroba diperolehnya dari akar akar tumbuhan seperti bambu dan keladi. Produknya bisa juga dibuat dalam bentuk padat dengan menambahkan kohe sapi, kambing dan kohe ayam. 

Bantu Santri dan Peduli Regenerasi Petani

Pria lajang ini, kegiatan sehari-harinya selain bertani juga membantu masyarakat melalui pemberdayaan Dayah/Pesantren dan Balai -  balai pengajian. Menurutnya ini penting agar pendidikan agama berjalan dengan baik serta lancar. Bantuan yang disalurkan melalui pendanaan, peningkatan sumberdaya manusianya juga ada juga berupa demplot yang bertujuan untuk memberdayakan santri milenial. 

Sumber dana berasal dari simpatisan masyarakat dan petani yang menggunakan produk super S7. Namun ada juga donatur tetap yang menyumbang untuk rehabilitasi dayah dan pesantren secara berkala. 

BACA JUGA:

Tujuannya memperkenalkan produk, selain untuk keperluan sendiri juga untuk memberikan bantuan beberapa dayah/pesantren baik di tempat tinggal nya, Lhokseumawe, dan beberapa daerah lainnya. 

Dirinya juga melakukan kegiatan pendampingan bagi santri milenial dalam memproduksi pupuk organik, dengan memanfaatkan bahan bahan yang ada disekitar lokasi, sehingga tidak perlu lagi membeli pupuk kimia. Rencananya kedepan kegiatan ini akan dilanjutkan untuk program pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sektor pertanian. 

Sampai saat ini dirinya mengaku belum berkeluarga. Alumni teknik kimia Politeknik Lhokseumawe 1995 ini sebelumnya juga pernah bekerja di perusahaan seperti pembangunan pabrik Asian Aceh Fertizer (AAF) dan perusahaan industri kimia di pulau Jawa dan powerpant PLTU Paiton, untuk pembuatan pupuk dolomit juga pernah bekerja di Padang. 

Menurutnya setelah berhenti dari perusahaan tersebut, dengan keilmuannya yang bisa bermanfaat bagi masyarakat kecil, maka lebih baik ia menciptakan lapangan kerja sendiri bukan lagi mencari pekerjaan. Karena Visi dan misi nya memang untuk membangun Sumberdaya manusia (santri milenal) melalui IMTAQ dan IPTEK. 

Dia juga aktif dalam berbagai WAG untuk sosialisasi dan membangun komunikasi, termasuk dalam Pemasaran produknya. Selain di Aceh juga pulau Jawa, Kuningan, Depok Bekasi, Pekanbaru termasuk Banyuwangi di Jawa Timur dan kabupaten Batang di Jawa Tengah. 

Pertama mereka order skala demplot, setelah dinilai bagus maka dipesan dalam skala lebih luas lagi dan harga lebih murah. Untuk satu hektar tanaman padi cukup 4 -  5 botol aqua dan tanpa perlu memakai kimia lagi. 

Dirinya mengklaim selalu berbuat dan tanpa pamrih, kalau untuk mendampingi santri milenal tidak hanya untuk Aceh, sambungan, bahkan ke seluruh Indonesia juga siap. 

Misalnya kalau di pesantren ada anak kurang mampu tapi berkeinginan untuk belajar pihaknya selalu mensuport. Begitu juga kalau ada pesantren yang perlu bantuan maka pihaknya akan menggalang dana untuk itu. 

Dana dana tersebut umumnya terkumpul karena adanya simpatisan terhadap eksistensi produk super S7nya. Karena misi kita selain bertujuan membangun generasi muda selain untuk bisa berkembang menjadi generasi yang memiliki budi luhur, sosial dan agamis juga kompeten dalam bidangnya. Sehingga akhirnya dapat memberikan kontribusi dalam membangun bangsa yang lebih maju kagi kedepan. 

Umumnya para simpatisan bervariasi dalam memberikan donasinya mulai Rp 200.000 hingga Rp 50 juta. Bahkan ada yang menyumbang dengan cara langsung transfer sebesar Rp 70 juta ke dayah yang dituju. 

Ketika ditanya apakah pihaknya mendapatkan fee dari penggalangan dana tersebut?, InshaAllah kalau memang dibutuhkan dana dari super S7, akan disalurkan juga untuk kemaslahatan umat", elaknya. 

Momen sekarang misalnya mendekati lebaran, timnya sudah ada yang memikirkan keberadaan anak yatim dan Balita yang belum memiliki baju. Baik yang berada di pesantren maupun diluar. 

Dalam waktu dekat katanya ada bantuan pertama kali dari Bank Syariah Indonesia sebesar Rp 20 juta. Tinggal menunggu waktu serah terima saja, namun dana tersebut khusus dialokasikan untuk pesantren Malikulsaleh desa Geulumpang Bungkok kecamatan Baktiya, Aceh Utara pimpinan Tgk. Adam. 

Sehubungan dengan keberadaan santri wati yang jumlahnya banyak namun tempatnya kecil, maka pihaknya berencana akan membeli tanah waqaf untuk membangun bilik buat mereka. 

Harapannya, dengan adanya ilmu yang dimiliki dapat berguna bagi masyarakat, terutama petani yang membutuhkan. Produknya juga mampu bersaing dengan pupuk sejenis lainnya, sehingga dapat diperoleh dengan harga murah. Sehingga dengan menekan biaya produksi maka akan memperoleh keuntungan yang lebih meningkat lagi. 

Pihaknya menghimbau agar masyarakat dalam mengkonsumsi kebutuhan sehari-hari dengan pangan sehat dan berkualitas.  Dia mengajak untuk menghindari makanan mengandung toksin yang berbahaya bagi kesehatan dan tubuh manusia. 

Selain itu pihaknya juga menghasilkan produk lainnya seperti sabun super S7 dengan pH normal, yang berguna untuk pembersih lantai, kaca juga bisa untuk mencuci kain dan mobil. Manfaat lain bisa membersihkan luka dan gatal pada kulit. 

Terkait mengenai rezeki semuanya sudah diberikan Allah, manusia hanya bisa berusaha dan berbuat baik, agar apa yang dihasilkan menjadi berkah dan bermanfaat bagi sesama.

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/  

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018