Friday, 18 June 2021


Ketupat Lebaran untuk Petani

14 May 2021, 06:18 WIBEditor : Ahmad Soim

Ketupat Lebaran | Sumber Foto:Ahmad Soim

Oleh: Ahmad Soim - Pemimpin Redaksi

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Lebaran Idul Fitri pada Tahun 2021  masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Sudah yang kedua kalinya, lebaran seperti ini, yakni sejak Pemerintah mengumuman Pandemi Covid-19 pada Maret 2020. Mudik lebaran pun masih dibatasi atau dicegah oleh pemerintah, agar penyebaran Covid-19  bisa diredam. Pemerintah meminta masyarakat jangan lupa dan jangan bosan untuk tetap menerapkan protokol Kesehatan.

Labaran  yang  sederhana.  Kebiasaan  membeli pakaian, sepatu, sandal dan kopiah yang baru tetap berjalan. Kue-kue  khas lebaran juga masih dilakukan. Hanya tidak seramai dulu. Demikian pula, hiruk pikuk petani, mempersiapkan produksi cabai, mentimun, sayuran, ikan, ayam pun tak seramai dulu.  Dengan dorongan iman, para petani tetap berharap usai lebaran kehidupan mereka bisa lebih baik. Para pegawai dan profesional punya semangat baru untuk bisa berbuat  lebih banyak.

Setelah sebulan  penuh,  para petani dan profesional  muslim ditempa dengan menjalankan ibadah puasa Ramadhan, ada pelajaran disiplin, jujur dan  ikhlas yang bisa dipetik  darinya. Pelajaran itu bisa dijalankan dalam bertani, bermitra, memberdayakan petani dan memfasilitasi petani serta pembangunan pertanian nasional maupun daerah.

Kedisiplinan, kejujuran dan keikhlasan itu pulalah yang sebenarnya selama ini sudah terbiasa dilakukan petani dalam beragribisnis dan beragroindustri. Tanpa ketiga itu, mereka tentu tidak akan menuai panen dan pendapatan yang menggembirakan. Mereka tidak bisa bicara layaknya manusia dengan manusia lainnya ketika merawat  tanaman dan ternaknya. Melainkan yang bisa dilakukan petani adalah disiplin, jujur dan ikhlas merawat  tanaman dan ternaknya. Dengan demikian itulah tanaman dan ternaknya akan menghasilkan produksi yang lebih baik, sehingga  bisa memberikan  kemakmuran dan  kesejahteraan bagi dirinya  dan menyediakan pangan bagi negara.

BACA JUGA:

Namun sejatinya, dunia pertanian bagi petani tidaklah sesimpel (sederhana) itu. Ada faktor-faktor yang berada di luar tanaman dan ternak yang justru punya pengaruh besar dalam menentukan pendapatan petani. Di antaranya adalah ketersediaan infrastruktur, sarana produksi pertanian (lahan, air, pupuk, pestisida dan lain-lain), permodalan dan pasar produk pertanian.  Terkadang para petani sudah bisa menguasai teknik budidaya yang baik dan benar (dengan disiplin, jujur dan ikhlas kepada tanaman dan ternaknya), namun tiba-tiba air tidak mencukupi, pupuk tidak tersedia, pestisida mahal, atau harga jual produknya anjlog.

Para petani tentu tidak kuasa menaggung beban-beban yang di luar kemampuannya untuk mengendalikan itu. Itu adalah tanggung jawab pemerintah. Dan sudah semestinya, karena para petani telah rela disiplin, jujur dan ikhlas merawat tanaman dan ternaknya, bila kemudian pemerintah memberikan "ketupat lebaran" atau penghargaan lebih kepada mereka. Tidak musti dalam bentuk hadiah atau piagam, melainkan menyelesaikan masalah dan menghilangkan beban yang tidak bisa mereka tanggung itu. Dengan cara inilah semestinya pemerintah bisa memuliakan para petaninya.

 Pemerintah memang telah menghargai kedisiplinan, kejujuran dan keikhlasan para petani selama ini.  Sebab, pemerintah menyadari tanpa pengorbanan mereka maka negeri ini akan kesulitan dalam menyediakan pangannya. Aparat pemerintah dan stakeholder lain telah membantu dan memfasilitasi petani. 

Atas jasa mereka semua, kami mengucapkan selamat lebaran Idul Fitri tahun 2021, terkhusus kepada para petani, juga kepada aparat dan professional serta stakeholder pertanian. Semoga pengorbanannya selama ini ditambah tempaan  puasa bulan Ramadhan yang baru saja lewat mampu memberikan harapan yang lebih baik. Aamiin, Ketupat Lebaran untuk Petani. Selamat Lebaran untuk Petani.  

=== 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/  

Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018