Tuesday, 03 August 2021


Inovasi Irigasi Tetes ala Komandan Satma TNI AL

19 Jul 2021, 11:09 WIBEditor : Yulianto

Sujianto di lahan KWT Dewa Kembar | Sumber Foto:Andy Kahfiani

TABLOIDSINARTANI.COM, Makassar---Ide kreatif dan inovatif bisa memberikan jalan keluar bagi permasalahan, termasuk budidaya pertanian. Itulah yang dilakukan komandan satuan markas Lantamal VI TNI Angkatan Laut (AL) di Kota Makassar, Sujianto.

Disela-sela kesibukannya, ia menuangkan ide dan kreativitasnya dalam bidang pertanian. Terhitung lebih dari 26 tahun, sejak tahun 1995, Sujianto meluangkan waktunya bercocok tanam di lahan Kelompok Wanita Tani (KWT) Dewa Kembar.

Ia juga adalah tokoh  pembina di KWT Dewa Kembar yang berada di kompleks asrama TNI AL Lantamal VI Makassar. Sujianto membuat terobosan irigasi tetes untuk menghemat waktu dalam pemeliharaan tanaman di KWT Dewa Kembar. 

“Awalnya ide ini muncul karena padatnya kegiatan di kantor  kami, sehingga waktu untuk pemeliharaan tanaman di kebun berkurang terutama masalah penyiramannya,” tutur Sujianto. 

irigasi tetes

Alasan lain yang mendorong Sujianto adalah seringnya mendengarkan keluhan beberapa tokoh, pembina, dan anggota KWT yang terlibat dalam budidaya tanaman baik secara individu maupun dalam kelompok. Mereka terkendala dalam membagi waktu bekerja dengan pemeliharaan tanaman, khususnya masalah penyiraman.  

“Kami sering mendengar banyak kegiatan bercocok tanam oleh kelompok wanita tani maupun individu yang terhenti karena kesibukan mereka yang sangat padat, sehingga waktu memelihara tanaman, khususnya  penyiraman menjadi  kendala utama,” tuturnya.

Faktor lain  seperti  kecapekan,  rasa jenuh  “boring time” yang dirasakan anggota KWT, menyebabkan malas untuk aktif dalam pemeliharaan tanaman. Upaya yang dilakukan  untuk membantu mengatasi kendala ini adalah  mencari informasi sistem apa yang paling praktis dan efektif dalam melakukan penyiraman tanaman.

Inovasi yang Sujianto dapatkan bukan hanya dari hasil penelitian laboratorium, tapi juga dari uji coba pengalaman petani sukses, serta sumber rujukan dari youtube. Setelah beberapa kali dilakukan perakitan dan uji coba, akhirnya inovasi irigasi tetes yang dirakit bisa beroperasi dengan baik,” katanya.

Menurut Sujianto, kelebihan sistem irigasi tetes adalah mudah dan hemat waktu dalam  penyiraman tanaman.  Sangat musim kemarau bermanfaat menjaga kelembaban tanah tetap dengan adanya tetesan-tetesan air ke  tanah.  Selain itu, hemat dalam penggunaan air.

Keuntungan lainnya ungakp Sujianto, efisien dalam pemeliharaan bumbungan tanah, karena tanah tidak terhambur pada saat penyiraman. Sistem ini juga dapat disambungkan pada  alat digital timer, sehingga setiap waktu penyiraman cukup dilakukan alat timer yang sudah distel.

Selain itu, efisien juga dalam pemupukan jika menggunakan pupuk cair yang sudah dicampurkan ke dalam sumber air/tandon.  Rakitan sederhana ini juga dapat disambungkan di kran air  dari mesin pompa yang ada di rumah untuk skala rumah tangga,” ungkapnya

Inovasi teknologi pertanian berperan penting dalam meningkatkan produktivitas pertanian.  Sehingga pendapatan petani meningkat dan kondisi ketahanan pangan rumah tangga semakin kuat.

Hal ini sejalan pernyataan Kepala  Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) Dedi Nursyamsi bahwa pelaku usaha tani yang rajin mengadopsi inovasi teknologi akan berkembang lebih maju dan modern dibandingkan pelaku usaha tani yang tidak mengadopsi teknologi.  

Inovasi bisa kita hadirkan dengan rajin mencoba. Kita bisa mencari tahu manfaat atau dampak dari satu hal karena sering mencoba. Petani pun harus rajin mencoba untuk mendapatkan inovasi yang dibutuhkan,” tegas Dedi.

Reporter : Andy Kahfiani/ Yeniarta (BBPP Ketindan)
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018