Tuesday, 20 October 2026


Tiga Usaha Sukses BUMP PT Agro Nanas Cipta Sejahtera

23 Oct 2018, 13:37 WIBEditor : Ahmad Soim

Nanas Lampung Varietas Quen

1. Usaha Buah Nanas

Produksi Buah nanas dari kebun anggota sebanyak 12 ha x 38.000 = 456.000 kg. Potensi produksi dari kebun petani belum menjadi anggota seluas 450 Ha.

                Pemasaranya untuk mengisi pasar lokal dan luar daerah yakni: Jakarta, Bandung, hingga Bali, dan lain lain.  

 

Nanas Quen Lampung

 

Nanas yang dibudidayakan oleh petani adalah varietas Queen. Varietas ini berbeda dengan varietas semut kayane yang di budidayakan oleh PT. Great pinnappel milik GGPC. Nanas varietas Queen memiliki rasa yang manis dan renyah, serta kandungan airnya lebih sedikit.Nanas Queen belum diminati  pasar Eropa, Nanas ini cocok untuk dijadikan buah segar, selai  atau pun olahan makanan lainnya.

Puncak harga  nanas setiap tahunnya terjadi pada saat panen raya yaitu pada bulan puasa. Pada bulan puasa ini harga nanas Great A Rp.4.500/buah, Great B Rp 3000/buah, dan Great C Rp 1500/buah, sedangkan nanas Kril/kecil Rp 600/buah.

Luas kebun nanas yang dibudidayakan masyarakat seluas hampir 450 ha,terbagi di beberapa kelompok tani, tetapi dari 33 kelompok tani yang ada di kampung Astomulyo Kecamatan Punggur ada 12 kelompok tani yang khusus / dominan pada budidaya nanas. Luasan ini belum terhitung juga luasan dari kampung-kampung sekitar Astomulyo dan kecamatan tetangga.

Bibit nanas yang ditanam merupakan bibit nanas turun temurun, jadi belum pernah mendapat pembaharuan bibit nanas yang varietas Queen.  Untuk luas 1 ha lahan nanas dibutuhkan bibit 40.000 batang. 

Nanas varietas Queen yang biasa ditanam petani bibitnya berasal dari sogolan ( anakan di bawah pohon) dan siwilan ( anakan di bawah buah), untuk bibit yang dari sogolan diperlukan waktu 12 bulan sampai panen, tetapi untuk bibit yang dari siwilan diperlukan waktu sekitar 20 bulan sampai panen. Harga bibit sogolan saat ini Rp.450 dan untuk siwilan harganya Rp. 300/ bibit. 

Dari luasnya potensi nanas yang ada saat ini BUMP belum berperan karena keterbatasan modal usaha  dan SDM yang mengelola BUMP.

 

Reporter : Som
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018