Selasa, 17 September 2019


Hendy Suprapto, Bikin Konsumen Ketagihan dengan Buah Kering Kemasan

06 Mei 2019, 05:28 WIBEditor : Gesha

Dengan sumber buah-buahan yang melimpah di Indonesia dan ketekunan, usaha buah kering kemasan Hendy sudah merambah pasar | Sumber Foto:ISTIMEWA

Buah kering kemasan tersebut bisa ditemukan di sejumlah toko oleh-oleh di sekitar kawasan Bogor, Puncak, Bandung dan Jakarta. Selain dipasarkan di toko oleh-oleh, produk buah kering tersebut juga dipasarkan secara online.

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Berbekal ketekunan dan ketelatenan, usaha buah kering kemasan yang dilakukan Hendy Suprapto akhirnya membuahkan hasil. Bahkan, usaha rumahan yang dirintis sejak tahun 2018 di kawasan Cideng, Jakarta Pusat (Jakpus) saat ini sudah tembus kawasan Bogor, Puncak, Bandung dan Jakarta.

“Saat ini kami masih konsentrasi di bidang distribusi dan pemasaran ke sejumlah kota besar supaya produk buah kering kemasan yang kami buat dikenal masyarakat luas,” ujar pengusaha buah kering kemasan, Hendy Suprapto ketika ditemui tabloidsinartani.com di Jakarta belum lama ini.

Hendy mengatakan, bagi siapa saja yang pernah mencoba buah kering kemasan buatannya dijamin ketagihan. Sebab, buah kering tersebut rasanya persis aslinya.

“Proses pembuatannya pun higienes. Bahan baku buah segar yang akan kami jadikan buah kering dibersihkan kemudian diberi pengawet berupa gula dan garam. Setelah itu, buah segar tersebut dikeringkan dan dikemas dalam wadah plastik,” jelas Hendy.

Lajang lulusan Universitas Trisakti ini mengatakan, usaha yang dirintisnya setahun lalu sudah menghasilkan produk buah kering dari buah nanas, mangga, jambu, kedondong dan salak.

“Diantara buah kering berlabel happinaz dan happijam itu kami buat dari buah segar yang sehat dan berkualitas,” ujar Hendy.

Buah kering kemasan tersebut bisa ditemukan di sejumlah toko oleh-oleh di sekitar kawasan Bogor, Puncak, Bandung dan Jakarta. Selain dipasarkan di toko oleh-oleh, produk buah kering tersebut juga dipasarkan secara online.

Tentang harga, buah kering kemasan besutan Hendy dipatok dengan harga terjangkau. Contohnya, untuk buah kering berbahan buah nanas dibanrol dengan harga Rp 25 ribu/80 gram, salak Rp 20 ribu/80 gram, mangga Rp 30 ribu/80 gram, dan jambu Rp 25 ribu/80 gram.

Menurut Hendy, untuk membuat buah kering berkualitas bagus, bahan bakunya harus berkualitas (jangan asal-asalan, red). Proses selanjutnya, buah yang akan dikeringkan dicuci sampai bersih, dan dikeringkan dengan alat.

Ia juga mengatakan, untuk mendapatkan bahan baku yang bagus, pihaknya sudah menggandeng sejumlah petani buah di Bandung. Untuk mengembangkan usahanya, Hendy juga berencana mencari mitra petani di sejumlah daerah lainnya.

“Kalau selama ini kami dapat suplai dari sejumlah petani di Bandung. Bahkan, untuk memenuhi kebutuhan bahan baku, kami masih membeli sendiri ke pasar buah tiap minggu,” papar Hendy.

Selain menggandeng petani untuk memudahkan mendapatkan bahan baku, Hendy juga bekerjasama dengan sejumlah anak-anak muda untuk mengembangkan usaha camilan lainnya ke sejumlah daerah.

Diantara usaha yang baru dirintisnya itu adalah mengembangkan keripik buah, keripik rumput laut, keripik kulit sapi dan teh kesehatan.

Nah, tentang harga keripik tersebut dibanrol dengan harga relatif murah, antara Rp 15 ribu-Rp 25 ribu/bungkus (50-100 gram).

“Kalau usaha keripik ini baru mulai. Kami saat ini masih membuat kemasan yang bagus. Kami berharap usaha keripik ini nantinya bisa dipasarkan bersamaan dengan usaha buah kering kemasan yang sudah berjalan satu tahun,” pungkasnya.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018