Kamis, 23 Mei 2019


Puasa Ramadhan, Ajak Anak Perbanyak Konsumsi Sayur

13 Mei 2019, 15:10 WIBEditor : GESHA

sayuran berperan vital guna memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangannya. Sayuran mengandung berbagai vitamin, mineral, dan zat protein nabati yang dibutuhkan anak dalam masa perkembangan itu. | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Jangan lupa untuk memperbanyak sayuran dalam menu Ramadhan. Pasalnya, bukan hanya bermanfaat bagi kesehatan, konsumsi sayuran juga akan menjaga ketahanan tubuh selama menjalankan puasa. Bahkan serat yang dikandung sayuran juga berkhasiat untuk menahan lapar.

Sayuran  memiliki kandungan serat tinggi dapat menahan lapar hingga 14 jam. Salah satu sayuran yang paling populer adalah bayam yang biasa hadir pada menu keseharian keluarga Indonesia.

Sementara untuk buah, pisang yang paling sering dikonsumsi. Manfaat sayur memang luar biasa. Dengan memperbanyak makanan berserat ini, kita juga akan lebih khusyuk dalam menjalankan ibadah puasa.

Sebab, stamina tubuh dalam keadaan optimal. Di lain pihak, makanan yang banyak mengandung gas dan santan,sebaiknya dihindari. Perlu diketahui, bila perut dalam keadaan kosong, maka berbagai penyakit seperti flu rentan menghinggapi tubuh. Sementara kandungan vitamin C dalam sayuran, selain berfungsi untuk kesehatan kulit, juga membantu mencegah flu.

Ahli gizi, dr Saptawati Bardosono, perbanyak makan sayur khususnya di puasa Ramadhan sangat berguna bagi anak-anak yang sedang dalam masa pertumbuhan, membutuhkan gizi dan nutrisi yang seimbang.

Nah, sayuran berperan vital guna memenuhi kebutuhan pertumbuhan dan perkembangannya. Sayuran mengandung berbagai vitamin, mineral, dan zat protein nabati yang dibutuhkan anak dalam masa perkembangan itu. Maka itu, menu sayuran saat sahur dan berbuka mutlak ada bagi anak.

Trik Sayur

Memang, memberikan sayuran pada anak-anak tidak semudah dibayangkan.  Ahli gizi Julie Negrin MS yang juga pengarang buku Easy Meals to Cook With Kids memberi beberapa trik yang bisa diterapkan orang tua untuk mengajak anak mencintai si hijau ini. Misalnya saja dengan membelikan satu loyang pizza, makanan kesukaannya. Namun, pesan pizza dengan topping sayuran.

Si kecil pasti penasaran ingin tahu rasanya seperti apa. Bisa juga dengan membuat salad bersama. Biasanya orangtua hanya tinggal menyuruh anak menghabiskan makanannya.

Sekarang coba ajak si kecil untuk menyiapkan saladnya sendiri. Mau tak mau, dia pasti mencoba kreasinya. Cara lain untuk membuat anak jatuh cinta kepada sayur adalah dengan membuat karakter kartun atau benda dari sayuran.

Seringkali orang tua terpancing emosi jika anak tidak menghabiskan sayurannya. Para ahli berpendapat, memaksa anak untuk memakan sesuatu justru akan membuat dia menolak untuk memakannya.

Lebih jauh, jika Anda menyodori brokoli atau bayam dan anak malah membuat mimik muka tanda tidak suka, jangan menyerah. Selera anak-anak akan berubah saat dia tumbuh dewasa.

Mereka mungkin harus mencoba berkali-kali makanan baru, sebelum akhirnya menyukainya. “Jangan melabeli anak dengan sebutan picky eater, cepat atau lambat dia akan menyukainya,” kata Julie.

Pengarang buku masak The Sneaky Chef, Missy Chase Lapine mengatakan, bila anak tidak suka sayur, orang tua dapat menyiasati dengan memberikan wortel, brokoli, atau sayuran apa pun dalam bentuk lain. Sebut saja dalam bentuk jus, agar-agar, atau es.

 

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018