Selasa, 17 September 2019


Segarnya Usaha Timun Suri, Laris Manis Diserbu Saat Ramadhan

13 Mei 2019, 16:24 WIBEditor : GESHA

Timun Suri, segarnya usaha budidaya saat Ramadhan | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Setiap memasuki puasa Ramadhan, timun suri jadi buah yang populer. Buah yang satu ini kerap digunakan campuran dalam pembuatan aneka jenis minuman segar.

Timun suri sendiri bukanlah jenis tanaman musiman, dimana buah ini berbuah sepanjang tahun. Timun suri ini dikenal masih dikenal masih sejenis dengan mentimun, namun buah ini sangat berbeda. Baik dilihat dari segi tanaman mulai dari daun, biji dan lainnya.

Saat ini memang jumlah petani yang membudidayakan timun suri ini jumlahnya terbilang minim. Hal inipun menciptakan sebuah peluang bisnis dengan prospek yang cerah. Prospek bisnis budidaya timun suri ini akan menguntungkan dan menjanjikan.

Seperti yang dirasakan oleh Najih, petani timun suri dari Kecamatan Parung, Kabupaten Bogor. Dalam satu kali panen, dirinya bisa menjual hampir 3 kuintal timun suri.

"Bulan Puasa, permintaan bisa sampai dua kali lipat. Makanya kadang saya cari mitra petani lain yang belum tahu mau dijual dimana timun surinya. Per kilogram timun suri saya jual ke pedagang buah Rp 10-15 ribu sih," tuturnya.

Najih menuturkan dirinya mulai menanam timun suri sejak dua bulan sebelum Ramadhan. Sehingga dirinya tanam hanya 1 tahun sekali saja. Adapun faktor yang menjadi kendala bagi dirinya dalam menanam timun suri adalah cuaca.

"Kalau panas ga hujan-hujan itu salah satu kendalanya, tapi sejauh ini di sekitar kebun ada air untuk menyiram dan bisa teratasi kendala itu," terangnya.

Sejauh ini beberapa pelanggan yang biasa membeli timun suri dalam jumlah banyak kepadanya merasa cukup puas atas kualitas timun suri hasil kebunnya.

"Timun suri banyak yang cari, dan sebetulnya menanamnya ga begitu sulit, tanamnya dari biji timun suri, jadi kalau saya tahun depan mau nanam lagi, ngumpulin biji timun surinya dari sekarang, di simpan di dalam toples," tandasnya.
 
Balik Modal 3 Bulan
Najih membeberkan dengan modal Rp 4 jutaan saja, dirinya bisa balik modal selama 3 bulan dari hasil budidaya timun suri ini. "Bisa kurang dari 2 bulan. Apalagi saat Ramadhan begini," tuturnya.
 
Berikut ini analisa usaha dari budidaya timun suri ala Najih
 
Investasi
 

Pembukaan kebun timun suri

 Rp

    2.106.430

Pengadaan bibit timun suri

 Rp.

       727.850

Alat semprot cairan

 Rp.

       209.230

Timba dan pisau

 Rp.

         76.100

Timbangan timun suri

 Rp.

       182.350

Selang air dan gunting

 Rp.

         79.700

Cangkul

 Rp.

        127.830

Pompa air

 Rp.

        262.250

Sabit dan golok

 Rp.

          62.500

Gerobak dorong

 Rp.

        210.660

Keranjang panen timun suri

 Rp.

          67.970

Peralatan tambahan yang lainnya

 Rp.

        106.610

 Jumlah Investasi

Rp.

    4.219.480

 

Biaya Tetap

  

Penyusutan Barang

 Rp.

        213.318

Upah Pekerja

 Rp.

      1.400.000

Total Biaya Tetap

Rp

      1.613.318

 
 

Biaya Variabel

       

Pupuk organik

 Rp.

   18.750

 x

  30

 =

 Rp.

      562.500

Pupuk kimia

 Rp.

   28.500

 x

  30

 =

 Rp.

     855.000

Pestisida dan obat

 Rp.

  28.550

 x

  30

 =

 Rp.

     856.500

Bambu dan kayu

 Rp.

   16.500

 x

  30

 =

 Rp.

     495.000

Biaya lainnya

 Rp.

  15.000

 x

  30

 =

 Rp.

     450.000

Biaya transportasi

 Rp.

   17.500

 x

  30

 =

 Rp.

      525.000

Pengemas dan tali

 Rp.

  10.500

 x

  30

 =

 Rp.

      315.000

BBM

 Rp.

   17.000

 x

  30

 =

 Rp.

      510.000

 Total Biaya Variabel

     

 Rp.

4.569.000

 

Pendapatan per panen

    

  57

 kg

 x

 Rp.

  10.000

 =

 Rp.

      570.000

Rp.

   570.000

 x

   30

 hr

 =

 Rp.

 17.100.000

 

Keuntungan per Bulan

     

 Laba    = Total Pendapatan – Total Biaya Operasional

 
 

 Rp.

17.100.000

 –

6.182.318

 =

 Rp.

10.917.682

        
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018