Thursday, 22 October 2026


Gapoktan Makmur Sejahtera, Kulon Progo: Beri Kemudahan Modal untuk Petani

16 Aug 2019, 17:35 WIBEditor : Yulianto

Jemedi dan Rubikin Hardi Susanto

Selama ini yang menjadi kendala petani adalah masalah akses modal, apalagi pada saat musim tanam.

TABLOIDSINARTANI.COM, JAKARTA--Melihat kondisi petani di daerahnya, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Makmur Sejahtera yang berada di Desa Tuksono, Kecamatan Sentolo, Kabupaten Kulon Progo, Yogyakarta, berinisiatif mengembangkan simpan-pinjam agar petani mau melakukan kegiatan usaha taninya secara berkelanjutan.

“Selama ini kan yang menjadi kendala di petani adalah masalah akses modal, apalagi pada saat musim tanam. Artinya mereka tidak akan kekurangan modal pada saat akan memulai tanam kembali,” kata Manager Simpan Pinjam Gapoktan Makmur Sejahtera, Rubikin Hardi Susanto.

Gapoktan ini terbentuk pada akhir tahun 2008. Kementerian Pertanian kemudian memberikan bantuan modal Rp 100 juta melalui program Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP). “Dana yang diberikan pemerintah ini kita kembangkan jadi unit-unit usaha agribisnis sesuai dengan potensi anggotanya. Tetapi yang paling utama adalah simpan pinjam, karena itu yang dibutuhkan petani,” kata Rubikin yang menjabat juga sebagai Penasihat Gapoktan Makmur Sejahtera.

Simpan pinjam yang diterapkan tidak menyulitkan petani, melainkan disesuaikan dengan apa yang diinginkan petani. Rubikin menjelaskan, salah satu contohnya adalah dengan simpan pinjam untuk pertanian padi dan palawija. Misalnya, petani ingin menanam padi, tapi tidak punya modal. Petani bisa meminjam benih, pupuk dan masih banyak lainnya. “Setelah 4 bulan dan sudah panen, petani tersebut mengembalikannya kepada gapoktan,” katanya.

Dengan jumlah anggotanya 14 kelompok tani (poktan) dari 12 pedukuhan. Menurut Ketua Gapoktan Makmur Sejahtera, Jemidi, areal yang dimiliki gapoktan seluas 194 ha  dengan areal irigasi ada 150 ha, sisanya lahan tadah hujan. “Kalau di Kulon Progo dalam setahun tanam padi 2 kali dan sekali palawija (padi-padi-palawija) karena itu sudah dicantumkan dalam SK Bupati Kulon Progo mengenai Tata Tanam,” ungkapnya.

Dengan adanya peraturan daerah mengenai pola tanam di Kulon Progo, menurut Jemidi bagus untuk pertanaman karena hasilnya pun jauh lebih baik. Bahkan anggota gapoktan mampu menghasilkan 8 ton/ha Gabah Kering Panen (GKP). “Dengan pola padi-padi-palawija ini tentu dapat memutus siklus hama, sehingga produksinya cukup bagus. Bahkan produksi berasnya dijadikan Beras Daerah (Rasda), setara dengan Beras Sejahtera (Rastra),” kata Jemidi.

Usaha keras, pengurus Gapoktan Makmur Sejahtera akhirnya tak sia-sia. Kementerian Pertanian menjadikan salah satu Gapoktan Berprestasi Tahun 2019.

 

 

Reporter : Clara
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018