Sunday, 11 April 2021


Gunakan Pupuk Hayati, Dapatkan Keuntungan yang Luar Biasa

27 Feb 2021, 06:57 WIBEditor : Ahmad Soim

Tanaman Tembakau yang dipupuk dengan pupuk hayati | Sumber Foto:Dok Sinar Tani

 

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Pada saat penggunaan pupuk kimia tidak lagi efektif untuk menyuburkan lahan dan meningkatkan produksi pertanian, pupuk hayati bisa jadi harapan yang bisa memberikan banyak manfaat buat petani.

Prof Rasti Saraswati, mengungkapkan hasil demplot yang dilakukan Dinas Pertanian Cianjur pada padi sawah di Desa Sukaresmi, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat dengan menggunakan pupuk hayati Ultramic pada tahun 2016. “Keuntungan petani meningkat,” tambah Rasti Peneliti dan Ahli Pupuk Hayati dari Balai Penelitian Tanah kepada Sinar Tani.

Rasti mengatakan pada teknologi pemupukan yang dilakukan petani yang tidak menggunakan pupuk hayati, petani mendapatkan hasil 6,4 ton Gabah Kering Panen (GKP)/ha. Sedangkan petani yang menerapkan teknologi pupuk hayati Ultramic produksi padinya sebesar 7,4 ton GKP/ha.

 

BACA JUGA:

> Ragam Pupuk Hayati yang Menakjubkan

> Kunci Sukses Membuat dan Mengaplikasikan Pupuk Hayati

 

Tanpa menggunakan pupuk hayati, petani Cianjur memupuk tanaman padinya dengan  200 kg NPK, 60 kg Urea dan 30 kg SP36 per ha. Bila menerapkan teknologi pupuk hayati Ultramic petani hanya memupuk 100 kg NPK, 30 Kg Urea dan 15 kg SP 36 perha ditambah 4 liter Ultramic per Ha-nya, Sehingga petani bisa menghemat biaya pupuk sebesar 50 persen

Penggunaan pupuk hayati untuk tanaman kedelai, tebu dan sayuran juga bisa meningkatkan produksi, . menurunkan biaya pupuk bahkan membuat tanaman lebih sehat dan lebih tahan terhadap serangan hama penyakit.

“Penggunaan pupuk hayati pada tanaman sayuran bisa membuat tanaman sayuran lebih tahan terhadap hama penyakit,” jelas Dr Surono, peneliti tanah yang juga dari Balai Penelitian Tanah. Dr. Surono menunjukkan hasil risetnya tentang penggunaan pupuk hayati berbasis cendawan dark septate endophytes (DSE) dalam menunjang produktivitas tanaman di lahan kering.

Pemberian Pupuk hayati berupa Rizobakteria Pemacu Tumbuh Tanaman pada tanaman vanili jelas Rasti mampu menghambat penyakit sampai 70 persen dan meningkatkan produksi 50 persen. Respon yang serupa juga terjadi pada penggunaan pupuk hayati untuk tanaman tembakau.

Penggunaan pupuk hayati lanjut Prof Rasti juga bisa meningkatkan ketersediaan hara dalam tanah dan meningkatkan efisiensi pemupukan. Pupuk hayati juga bisa memulihkan kualitas lahan yang terdegradasi, sehingga produktivitas lahan dan keberlanjutannya bisa dijaga bahkan ditingkatkan.

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018