Sunday, 11 April 2021


Kunci Sukses Membuat dan Mengaplikasikan Pupuk Hayati

27 Feb 2021, 07:04 WIBEditor : Ahmad Soim

Begini cara pembuatan mol organik | Sumber Foto:HUMAS BALITBANGTAN

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta - Setidaknya ada tiga hal yang harus diperhatikan dalam memproduksi pupuk hayati agar kualitas dan efektifikannya bisa dijamin.

 Ketiga hal itu menurut Prof Rasti Saraswati dari Balittanah, pertama, pupuk hayati merupakan makhluk hidup yang perlu dipelihara dan memerlukan penanganan khusus agar tetap hidup sebelum diaplikasikan dan dapat berkembang di dalam tanah setelah inokulasi dilaksanakan.

Kedua, pupuk hayati memerlukan kondisi tanah yang mengandung bahan organic tinggi sebagai sumber energi bagi pertumbuhan mikroorganisme. Bagi tanah yang kandungan bahan organiknya rendah, perlu diberikan pupuk organic.

Ketiga, pupuk hayati memerlukan kondisi penyimpanan/pengiriman yang mendukung ketahanan hidupnya hingga petani dapat memperoleh manfaatnya secara optimal.

 

BACA JUGA:

> Ragam Pupuk Hayati yang Menakjubkan

> Gunakan Pupuk Hayati, Dapatkan Keuntungan yang Luar Biasa

 

Petani sudah terbiasa membuat MOL (mikroorganisme local) untuk pembuatan pupuk hayati. Kunci keberhasilan pembuat pupuk hayati disini adalah identifikasi kemampuan mikroorganisme terpilih untuk bertahan di rizosfir dan kemampuannya berkompetisi atau bekerjasama dengan mikroba indigenous.

Dalam aplikasinya, penggunaan pupuk hayati perlu disesuaikan dengan spesies tanaman yang dipupuk, kondisi lingkungan, dan karakteristik tanah. Penggunaan pupuk hayati perlu dipadukan dengan pupuk organik disertai pengurangan dosis pupuk an-organik sesuai kebutuhan tanaman. 

Reporter : Som
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018