
Babinsa Kelurahan Empagae, Serma Ramli, turun langsung memantau tanaman padi milik petani di Lingkungan 2, Kelurahan Empagae, Kecamatan Watang Sidenreng
TABLOIDSINARTANI.COM, SIDRAP – Kekeringan mulai menjadi tantangan bagi petani padi di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan. Di tengah kondisi lahan yang minim air, Babinsa Kelurahan Empagae, Serma Ramli, turun langsung memantau tanaman padi milik petani di Lingkungan 2, Kelurahan Empagae, Kecamatan Watang Sidenreng, Minggu (27/9).
Tak hanya melihat kondisi tanaman, Serma Ramli juga mendampingi petani dalam pelaksanaan Luas Tambah Tanam (LTT). Kehadiran Babinsa di lahan menjadi bagian dari upaya memastikan perkembangan tanaman tetap terpantau meski petani harus berhadapan dengan kondisi kekeringan.
Lahan yang dipantau merupakan milik Ahmad (55), petani yang tergabung dalam Kelompok Tani (Poktan) Mattunrutotoe. Lahan seluas sekitar satu hektare tersebut ditanami padi varietas Inpari pada musim tanam Agustus 2026.
Di tengah hamparan sawah yang membutuhkan pasokan air, pemantauan menjadi penting untuk mengetahui kondisi tanaman sejak dini. Dengan melihat langsung perkembangan tanaman, berbagai kendala yang muncul di lapangan dapat segera diketahui dan dicarikan langkah penanganannya.
Serma Ramli memberikan pendampingan kepada Ahmad sekaligus mengecek kondisi tanaman padi secara langsung. Pemantauan tersebut dilakukan untuk memastikan tanaman tetap mendapatkan perhatian selama masa pertumbuhan, terutama ketika ketersediaan air menjadi salah satu tantangan utama.
Bagi petani, kondisi kekeringan tentu bukan persoalan ringan. Air menjadi faktor penting dalam menjaga pertumbuhan tanaman padi hingga memasuki masa panen. Karena itu, pendampingan di lapangan diharapkan dapat membantu petani menghadapi kondisi tersebut dengan lebih baik.
Kehadiran Babinsa juga tidak berhenti pada pemantauan tanaman. Pendampingan dilakukan sebagai bagian dari dukungan terhadap petani dalam menjalankan aktivitas usaha tani sekaligus mendorong keberlanjutan program LTT di wilayah binaan.
Melalui pemantauan secara rutin, perkembangan tanaman dapat diketahui dari waktu ke waktu. Petani pun mendapat dukungan untuk menjaga tanaman tetap tumbuh dan berkembang hingga masa panen.
Pendampingan tersebut sekaligus menjadi bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan. Babinsa berupaya hadir di tengah petani untuk membantu mengawal proses budidaya, terutama ketika berbagai kendala seperti kekeringan mulai mengancam tanaman.