Selasa, 26 Maret 2019


Jauh dari Pabrik Pakan?Petani Harapkan ada Mobile Corn Dryer

19 Peb 2019, 17:51 WIBEditor : Gesha

Mobile corn Dryer, sangat diharapkan petani bisa menjadi solusi jauhnya pabrik pakan | Sumber Foto:HUMAS PETERNAKAN

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Blora --- Hingga sekarang, permasalahan pascapanen jagung khususnya pengeringan masih menjadi kendala, khususnya bagi daerah yang jauh dari pabrik pakan. Karena itu, mesin pengering jagung yang bersifat mobile sangat diharapkan kehadirannya.

Ada pemandangan yang berbeda saat panen jagung di Blora, Jawa Tengah. Dua unit truk raksasa nangkring di lahan pertanaman jagung disana. Ternyata, truk tersebut adalah Mobile Corn Dryer (MDC) yang diturunkan oleh PT Charoen Pokphand Indonesia.

Petani jagung di Hutan Perhutani RPH Kalisari Jati Gong Desa Jatiklampok Kecamatan Banjarejo, Erno berharap MDC ini bisa diperbantukan di Kabupaten Blora selama 1 bulan selama musim panen. "Kita butuh yang seperti ini," tukasnya.

Ia juga berharap, limbah hasil pertanian jagung (tebon) di wilayahnya juga dapat dimanfaatkan oleh peternak untuk pakan ternak. Mereka juga selsma ini telah memanfaatkan kotoran ayam sebagai pupuk organik yang dapat mengurangi penggunaan pupuk anorganik.

Mobile Corn Dryer tersebut merupakan hasil karya anak bangsa yang dapat menjadi sebuah potensi solusi dalam mengatasi masalah pasca panen jagung yang selama ini selalu di hadapi oleh petani saat menjual hasil produksinya bernilai minimum.

Pada bulan Agustus 2018, Kementerian Pertanian bekerjasama dengan PT Charoen Pokphand Indonesia memperkenalkan penggunaan Mobile Corn Dryer (MCD), yaitu peralatan pengeringan jagung yang dapat dipindahkan secara mudah untuk didekatkan ke lokasi-lokasi panen jagung. Solusi ini diharapkan dapat memecahkan persoalan kadar air sehingga pertumbuhan jamur aflatoksin dapat dikendalikan, untuk memunculkan harapan “Bermanfaat untuk Korporasi Petani Jagung”.

Prototipe ini sudah dilakukan uji coba lapangan perdana pada panen jagung di Lampung Selatan pada 29 Agustus 2018 Selanjutnya pada 15 Februari 2019 kembali dilakukan uji coba lapangan pada acara panen raya jagung di Tuban dan saat ini dilakukan uji coba lapangan pada acara panen raya jagung di Blora.

Berikutnya akan terus dilakukan uji coba secara berkala di beberapa sentra produksi jagung untuk memberikan bukti implementasi nyata atas kegunaan dari Mobile Corn Dryer pada pertanian jagung di negeri ini.

Perwakilan PT Charoen Pokphand Indonesia di Jawa Tengah, Eka Budiman menuturkan kelebihan penggunaan MCD ini adalah bisa meningkatkan waktu simpan setelah dikeringkan, melancarkan tata niaga, mendapatkan kualitas lebih baik dan pada akhirnya petani dapat menikmati harga yang lebih baik  dari jagung berkadar air lebih rendah.

Adapun konsep Mobile Corn Dryer berawal di tahun 2018, seiring dengan upaya PT Charoen Pokphand Indonesia dalam upaya meningkatkan penyerapan jagung secara langsung dari Petani yang merupakan bahan baku utama pakan ternak.

"Jika ada petani yang kesulitan menjual hasil panennya, dapat langsung menghubungi kami, kami akan bantu menyerapnya. Kami akan bantu menjembatani," tandasnya.

 

Reporter : Enno
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018