Kamis, 23 Mei 2019


Cold Storage, Solusi Stabilisasi Harga Bawang Merah

01 Apr 2019, 07:28 WIBEditor : Gesha

Dengan dibangun cold storage diperkirakan bisa membuat harga stabil | Sumber Foto:HUMAS KEMENTAN

saat panen selesai yang biasanya ditandai dengan melambungnya harga bawang merah, bawang merah yang ada di cold storage dikeluarkan.

 

TABLOIDSINARTANI.COM,Brebes---- Kementerian Pertanian (Kementan) bersama Pemerintah Kabupaten Brebes dan  Bulog menyiapkan alat penyimpan bawang merah yang canggih berupa cold storage. Malalui cold storage atau CAS (controlled Atmosphere Storage) petani bisa menyimpan bawang merah di musim panen.

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan, cold storage ini merupakan solusi permanen.

"Di musim panen yang biasanya harga bawang merah anjlok,  petani bisa menyimpan bawang merah di cold storage. Sebab alat ini mampu menjaga kesegaran bawang merah sampai enam bulan," kata Amran saat menemui petani bawang merah di Kabupaten Brebes, Sabtu (31/3).

Nah,  saat panen selesai yang biasanya ditandai dengan melambungnya harga bawang merah, bawang merah yang ada di cold storage dikeluarkan.

"Dengan cara ini petani akan terlindungi karena selalu untung. Begitu juga harga di tingkat konsumen tetap terjaga," ujarnya.

Amran juga mengatakan, melalui sistem tersebut, inflasi terjaga sehingga angka kemiskinan tertekan dan kesejahteraan petani meningkat. " Cold storage ini  bisa menampung bawang merah sebanyak 260 ton," ujarnya.

Menurut Amran, Kabupaten Brebes  sudah ditetapkan sebagai sentra produksi bawang yang mendukung ketahanan pangan nasional. Untuk itu, di Kabupaten  Brebes sudah disiapkan 25 cold storage. 

Harga Stabil

Salah satu petani bawang merah Brebes, Mustofa mengatakan harga bawang merah di Brebes, Tegal dan Pemalang saat ini cendrung stabil karena hanya naik turun di angka Rp 5.000. Namun,  kondisi harga bisa  berubah-ubah menyesuaikan dengan kondisi cuaca.

"Harga  Bawang super yang semula Rp 35.000/kg, sekarang turun menjadi Rp 30.000/kg. Tapi, sejauh ini harga sebesar itu cendrung stabil," kata Mustofa.

Ia juga mengatakan, untuk harga bawang yang sedang masih stabil di angka Rp 25.000/kg. Sedangkan harga bawang kualitas biasa juga stabil di angka Rp 20.000/kg.

Menurut Mustofa,  Bulog juga cukup membantu karena terus menerus melakukan penyerapan. Bulog juga aktif membantu  menyerap bawang merah yang dipanen  sejumlah Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan).

"Kami  harapkan peran Bulog harus optimal untuk menyerap hasil panen kami sesuai harga yang ditetapkan," papar Mustofa. 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018