Jumat, 13 Desember 2019


Harga Bawang Merah Naik, Ini Kata Pemerintah

10 Apr 2019, 14:28 WIBEditor : Yulianto

OP bawang merah diserbu pembeli | Sumber Foto:Humas Kementan

Dengan OP diharapkan mampu menarik suasana pasar bahwa stok bawang itu banyak, sehingga spekulan tidak membuat harga yang tinggi

TABLOIDSINARTANI.COM, Surabaya---Dalam beberapa minggu terakhir harga bawang naik cukup tinggi. Apa penyababnya? Inilah alasan Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Direktorat Jenderal Hortikultura, Kementan, Moh Ismail Wahab.

Menilik harga naik, sesungguhnya bukan terjadi karena supply-nya sedikit, namun karena terlambat panen akibat kendala hujan,” kata Ismail saat operasi pasar (OP) bawang  merah di Pasar Kaputren, Surabaya, Senin (8/4).

Namun menurutnya, kini pasokan bawang semakin meningkat karena beberapa daerah sudah mulai panen.  Bahkan harga di tingkat petani tidak terlalu mahal yakni berkisar Rp 22 ribu/kg. Jadi disparitasnya tidak terlalu jauh sehingga dengan adanya operasi pasar ini harga segera turun, ujar Ismail.

Seperti diketahui untuk menjaga stabilitas harga bawang merah, Kementerian Pertanian menggelar OP bawang merah di Jakarta sebanyak 21 ton pada Jumat (5/4). Kegiatan itu berlanjut di tiga pasar di Surabaya, Senin (8/4). Untuk Surabaya total kami gelontorkan 24 ton. Diantaranya untuk Pasar Pabean sebanyak 8 ton, Pasar Kaputren 8 ton, Pasar Mangga Dua 8 ton, ujar Ismail.

Ismail berharap OP ini mampu menarik suasana pasar bahwa stok bawang itu banyak, sehingga spekulan tidak membuat harga yang tinggi. Harga jual bawang merah OP sebesar Rp 23 ribu/kg, sementara di pasar masih Rp 35 ribu/kg, sehingga ada selisih hampir Rp 12 ribu/kg. Saya berterima kasih kepada perusahaan yang membantu terlaksananya operasi pasar ini, ucapnya.

Dengan adanya OP ini, Ismail yakin harga akan cepat kembali stabil. Apalagi beberapa sentra bawang merah sudah mulai panen. Kita tentunya berharap harga kembali normal di bawah Rp 30 ribu/kg," tegasnya seraya mengakui, persoalan harga bawang merah memang dilematis.

Melihat kondisi bawang merah yang fluktuatif, Ismail menegaskan, upaya yang akan dilakukan Kementan yakni akan membuat semacam standar harga. Harga batas atas dan bawah untuk melindungi petani dan konsumen. Idealnya, harga di petani itu Rp 15 sampai 16 ribu/kg. Itu sudah untung, jadi bisa masuk dengan harga jual maksimal Rp 23 ribu,” katanya.

Mengenai OP ini, Thio Herry, CEO PT Sian Liep tergerak untuk melakukan operasi pasar karena kecintaannya kepada negara. Bahkan ia yakin persoalan harga bawang yang naik hanya hitungan hari. Bawang operasi pasar ini, didatangkan dari Madura, Probolinggo dan Nganjuk yang kualitas bagus dan berstandar ekspor.

Sementara itu, Harijono, Dirut CV Sakaei mengaku kualitas bawang merah yang dijual bagus dan pasokan bawang merah sudah mulai banyak. Iya, bawang yang kami jual ini bagus. Kulitnya keras dan kadar airnya rendah. Kalau masalah harga naik ini sementara waktu saja, sebentar lagi balik normal," katanya.

 

 

Reporter : Kontributor
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018