Sabtu, 01 Oktober 2022


Cokelat bagi Penikmat Kopi dan Aneka Rasa Lainnya

27 Jul 2021, 20:23 WIBEditor : Yulianto

Merry bersama kontributor Sinar Tani | Sumber Foto:Soleman

Cokelat Mocha Bruna ini seharusnya bisa menjadi favorit, khususnya bagi penikmat kopi. Apalagi saat ini kopi sedang naik pamor, sehingga  menggabungkan cokelat dan kopi bagi Merry sangat menarik. Rasa biji kopi arabika yang kuat, keasaman yang seimbang dan ada aroma biji kopi yang baru disangrai memberikan kenikmatan tersendiri.

“Namun perlu hati-hati agar jangan sampai menimbulkan aroma kopi gosong di dalam cokelat karena akan membuat pengalaman menikmati cokelat kopi menjadi menurun,” kata Merry.

Bagi yang memang menyukai cokelat dengan rasa yang milky dan lumer seketika di dalam mulut, cokelat Arai bisa menjadi pilihan. Rasa cokelatnya sudah sedikit hilang, karena kadarnya hanya 43 persen dengan tingkat kemanisan yang masih aman. Keunikan dari Arai adalah adanya rasa gurih yang datang dari buah kenari.

Bagi masyarakat yang tidak terbiasa mengonsumsi cokelat murni, Merry mengatakan, bisa mencoba cokelat Andaru. Cokelat ini terbuat dari dark milk chocholate 67 persen yang merupakan kadar batas ambang aman untuk lidah masyarakat yang ingin berpindah dari cokelat biasa ke cokelat murni.

 'Rasanya manisnya seimbang dengan rasa pahit. Cokelat ni memiliki body silky, sweet dan gurih. Kakoa mass yang masih terasa menjadi plus point untuk bisa menikmati dengan santai cokelat ini,” ujarnya.

Varian cokelat Moodco lainya adalah Kokoken yang memadukan coconut sugar dan kakao mass yang hanya 36 persen. Sisanya merupakan perpaduan aren dan susu. Cokelat ini hampir sama seperti cokelat yang dijumpai di swalayan, tapi Moodco menjamin rasa manisnya tidak lebih dari 25 persen, tutur Merry.

Untuk menikmati cokelat, Merry menyarankan agar  mulai dari kadar persentase kakao tertinggi hingga terendah. Alasannya agar indera pengecap bisa lebih mudah mengetahui perbedaan cokelat. Mulailah menghindari mengonsumsi kadar cokelat di bawah 67 persen karena umumnya cokelat tersebut sudah lebih banyak gula dan filler,” sarannya.

Merry sengaja melekatkan istilah-istilah daerah di Indonesia pada setiap varian produknya. Seperti Arai yang berasal dari bahasa Dayak yang berarti sehat. Varian ini dibuat dari biji kakao asal Berau. Lalu ada varian Sedanten yang artinya semua dalam bahasa Jawa merupakan perpaduan coklat dan beras kencur. “Dengan kisaran harga Rp 40-45 ribu untuk berat 45 gram cokelat produksinya diharapkan dapat menjangkau pasaran yang lebih luas,” kata Merry.

Ternyata proses fermentasi mempengaruhi rasa cokelat. Inilah penjelasan Merry.

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018