Monday, 23 May 2022


Novianti, Ahli Gizi Yang Kepincut Pedasnya Bisnis Sambal

10 May 2022, 12:29 WIBEditor : Herman

Novianti Dipura, Pengusaha Sambal dari Batu Malang | Sumber Foto:Soleman

TABLOIDSINARTANI.COM, Batu Malang --- Bagi sebagian besar masyarakat, sambal menjadi bagian yang tidak terpisahkan ketika menyantap suatu hidangan. Banyaknya peminat sambal membuat Novianti Dipura terpikat untuk terjun memproduksi sambal dengan berbagai varian.  

Jatuh bangun menjalankan berbagai usaha sudah pernah dilakukan wanita asal Batu Malang ini. Namun bisnis sambal yang dijalankannya saat ini berbeda, karena mendapatkan respon positif dari pada konsumen yang ada.  

Bisnis sambal aneka varian seperti sambal ikan tuna, sambal ayam maupun sambal daging sapi yang dibuat Novianti memang berbeda. Ahli gizi yang satu ini membuat sambal berkualitas dengan citasara nikmat sehingga menjadi salah satu pilihan para pecinta sambal terutama kalangan muda.  

“Sebelumnya sudah sering usaha segala macam terus terpikir membuat sambal karena musimnya anak muda suka sambal. Mencoba membuat dan ditawarkan ke teman kerja dan mereka suka", ungkapnya.  

Sebagai ahli gizi tentunya Novianti sangat memperhatikan kebersihan dan keamanan dalam proses produksi. Proses produksinya dimulai dengan membersihkan bahan hewani seperti ikan tuna, ayam maupun daging sapi.

 

Setelah dicuci bahan kemudian dipotong-potong dan  dikukus, lalu dilanjutkan dengan digoreng sebentar. Bila sudah ditiriskan bahan baku dicampur dengan bahan lain cabe rawit, bawang merah, dan bawang putih, lalu sambal siap dikemas.

“Untuk sambal dari ikan tuna biasanya yang diambil dagingnya saja, baru dikukus kemudian digoreng, sedangkan daging ayam umumnya bagian dada,” tuturnya. 

Masa simpan sambal Novianti bisa bertahan hingga 1 bulan dalam suhu ruang, sedangkan bila disimpan dalam kulkas bisa bertahan lebih lama hingga 2 bulan.

Selain menggunakan bahan baku pilihan, pengemasan sambal buatan Novianti terdiri dari dua lapis. Satu lapis vacuum dan selanjutnya dengan mesin sealer.

“Saya tidak menggunakan kemasan botol agar harga jualnya terjangkau,“ ungkapnya. 

Novianti  menjual produk sambalnya dengan harga bervariasi, untuk sambal ikan tuna Rp 12 ribu, sambal daging ayam Rp 11 ribu dan sambal daging Rp 13 ribu dengan berat 50 gram.

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018