Sunday, 19 September 2021


Ingat Jericho Ingat Kurma

10 May 2021, 13:56 WIBEditor : Ahmad Soim

Jericho Palestina | Sumber Foto:Dok Memed Gunawan

Oleh: Memed Gunawan

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta -- Sebulan menjelang Ramadan, berbagai jenis kurma mulai mengisi rak di supermarket. Rajanya adalah kurma Medjoul yang besar, dagingnya lembut dan bijinya kecil.

Yang sedang beken adalah Kurma Medjoul Palestina. Disebut Kurma Palestina mungkin satu strategi pemasaran untuk mengundang simpati karena Palestina cukup spesial di hati orang Indonesia. Aslinya disebut Kurma Medjoul Jericho. Jericho itu ada di kawasan Palestina. Rasanya memang istimewa, manisnya sedang dan bentuknya gemuk menggemaskan, ketika dikunyah langsung terasa lembut tanpa serat, seakan meleleh di lidah. Harganya bisa mencapai 400 ribu rupiah per kilo.  

Jericho Palestina terletak di West Bank (Tepi Barat), sebuah kawasan yang sering sekali disebut dalam berbagai media. Sebuah tugu di persimpangan jalan merupakan ciri kota Jericho. Kota yang diperkirakan sebagai kota tertua di dunia ini didominasi lahan kering yang subur. Tempat yang cocok untuk menanam buah-buahan dan khususnya kurma. Maka Jericho dikenal sebagai City of Palm Trees. Sampai sekarang Jericho menjadi penghasil kurma terbaik di dunia. 

BACA JUGA:

Bukti archeologi yang menunjukkan bahwa Jericho kota  sangat tua dan sudah berkembang sejak zaman purba (bahkan kira-kira pada 10.000 SM),  sudah banyak ditemukan. Ada bukti bahwa pada tahun 10.000 SM sudah terbentuk pemukiman penduduk. Pemukiman besar diperkirakan terjadi pada tahun 2600 SM. 

Berpenduduk kurang dari 20.000 jiwa, Jericho termasuk daerah subur tetapi kering, sehingga memerlukan pengairan untuk menjadikan tanahnya sumber kehidupan. Terletak pada ketinggian 1300 feet di bawah permukaan laut, kota ini juga menjadi kota yang terendah di dunia. Jadi, Netherland (yang namanya saja menunjukkan negara itu berada di bawah permukaan laut)  bukan apa-apanya dibandingkan dengan Jericho. 

Jericho mempunyai sejarah panjang, berganti-ganti dikuasai oleh bangsa lain, dan mengalami bencana gempa bumi yang hebat sehingga menghacurkan seluruh kota dan menelan korban manusia yang banyak. Jericho pernah dikuasai Jordan (1948-1967), Israel (1967-1994) dan sekarang di bawah Palestina sejak 1994. 

Di kota Jericho kebun kurma berderet sepanjang jalan. Tanah pertanian menghijau walaupun hanya terbatas pada blok kecil, mungkin karena masalah pengairan yang terbatas. Tetapi ini menunjukkan bahwa sebenarnya tanah ini tanah yang subur, tinggal memberi pengairan. Unsur hara yang terbenam di dalamnya cukup untuk memberikan petaninya hasil yang melimpah. Sayuran yang akan dijual memenuhi pinggiran jalan, semacam kaki lima tapi sangat teratur, juga berkualitas baik. Tanaman kurma muda mengapit jalan sempit menuju ke Jericho Temptation Restaurant, salah satu restoran terbesar di kota itu. Makanan khas timur tengah melimpah di meja akan sehingga tamu restoran yang memenuhi tempat itu leluasa memenuhi selera mereka.  

Beberapa penanda bahwa Jericho kota tertua dan terendah di dunia terpampang di depan restoran sehingga memudahkan para pengunjung mengambil foto sebagai kenang-kenangan.     

Ingat Jericho ingat Kurma.  Sekarang, kurma jenis tertentu juga tumbuh di daerah tropis. Thailand sudah mengembangkan lebih awal lalu disusul negara lain termasuk Indonesia.  Jenis  kurma tropika sudah ditanam di kawasan cukup luas di Aceh dan Jawa Timur walaupun masih dalam tahap awal. Kebun kurma mempunyai potensi menjadi obyek wisata agri mengingat tanaman kurma masih merupakan ssesuatu yang baru bagi masyarakat Indonesia. Kurma muda yang masih harus disimpan dalam kondisi dingin juga mulai populer dan seperti biasa dikaitkan dengan issue kemampuannya untuk meningkatkan gairah para lelaki. Selalu tak pernah jauh dari urusan yang satu ini.

 

(Dari Catatan Perjalanan Pribadi dan bahan dari berbagai tulisan di Google)

  === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018