Friday, 18 June 2021


Kristiawan Bikin Keripik Semangka dan Apel, bisa Keliling 17 Negara

10 May 2021, 13:26 WIBEditor : Ahmad Soim

Kripik semangka. | Sumber Foto:Soleman

 

TABLOIDSINARTANI,COM, Malang – Produk terbarunya adalah keripik semangka dan melon. “Perlu waktu yang cukup lama dalam proses pengorengannya. Untuk melon sekitar 4 jam dan semangka memerlukan waktu 2 jam, sehingga harga jualnnya akan lebih mahal 2 kali lipat,” kata Kristiawan SoKressh, UKM olahan Apel Malang,

Biasanya konsumen akan penasaran dengan keripik semangka, karena prosesnya yang memakan waktu lama. Jumlah pembeliannya akan dibatasi, cara ini digunakan juga untuk menarik pembeli agar membeli produk lainnya disamping keripik semangka, karanjang pembeli akan  penuh dengan keripik apel. Akhirnya produk lainnya akan terjual juga. sehingga sampai saat ini produk SoKresshnya  terkenal dengan 15 macam varian keripik buah.

Sampai saat ini sudah lebih dari 50 orang pengolah keripik buah di kota Malang, dalam 1 tahun lebih dari 100 ton khusus untuk keripik nangka saja, dalam 1 hari bisa 10 truk dari kota Semarang mengirim bahan baku buah nangka.

 “Di Malang  ada lebih 100 macam merk, tapi saya SoKressh hanya mikirkan yang kualitas, tidak besar tidak apa-apa, yang penting kualitas karena untuk menjadi besar tidak mudah. renyak, enak dan premium.”imbuhnya.

Pasar ekspornya meliputi ke Dubai, China,Malaysia, Singapura, Vietnam, Thailand, sedangkan pasar dalam negeri sampai ke Papua, Kalimantan, Samarimda, sampai saat ini masih mengelola pasar Malaysia dan Singapura saja karena dirasakan dekat tidak banyak kendala, sedangkan sistem penjualan secara online juga dilayaninya.

Kristiawan menyadari semua keberhasilannya tidak terlepas dari jasa Prof Rahmat sehingga ada edukasi, Prof Sri Kumaningsih (alm) ada entepruneur, dan bapak Anang yang membuat mesin khusus buatan Indonesia yang bisa disebar ke seluruh UKM, akhirnya terkenallah keripik buah di Malang ke seluruh Indoneaia.

Beragam Produk 

Keripik buah apel, carang mas apel, dodol apel, jenang apel, kerupuk apel, sirup apel, sari buah apel, cuka apel, brownies apel, pai apel dan masih banyak lagi apabila disebutkan macam ragam hasil olahan usaha kecil menegah (UKM) yang bergerak di bidang pengolahan buah apel di kota Malang, Batu dan sekitarnya.

Ir. Kristiawan, salah satu UKM yang mengolah olahan buah adalah lulusan teknologi pangan salah satu Universitas Negeri di Malang. Ia mengembangkan produk olahan dari bahan buah apel dengan merk SoKressh. Latar belakang akademik yang tidak terlalu menonjol di antara temannya sungguh merupakan cerita menarik tersendiri, akan tetapi ia sangat rajin pada pelajaran praktikum di laboratorium.

Lulus dengan nilai yang tidak begitu istimewa menjadi alasan tersendiri untuk tidak mencari pekerjaan sebagai karyawan, berawal dari situasi itu mencoba mencari informasi pekerjaan dengan bertanya secara langsung kepada beberapa orang yang dikenalnya. 

Berkenalan   dengan Prof Dr Sri Kumalaningsih (alm) menjadi awal kesuksesannya menjadi seorang wirausahawan. Ia terlebih dahulu menjadi asisten professor di laboratorium salah satu universitas swasta di Malang. Beberapa proyek dikerjakan sehingga menempa pengalaman dan pengetahuan menjadi lebih luas. Membuat asam sitrat dari sisa ampas singkong, mambuat pabrik sayuran kering sampai pembuatan konsentrat buah nanas yang dikirim ke negara Australia pernah dipelajarinya selama 2 tahun.

Profesor itu juga yang pada tahun 1993 memperkenalkan dan membeli mesin keripik buah pertama, berkat mesin vacum frying menjadikan pabrik keripik nangka terkenal dan pertama di Indonesia.

BACA JUGA:

Berawal pada tahun 2000, “saya ingin bergerak di UKM, harus berhenti jadi asisten, lantas membuat pabrik sendiri, tetapi tidak mempunyai modal yang besar akhirnya menjadi pesaing sehingga hubungan dengan bos pertama kurang baik.”mengawali ceritanya.

“Bersamaan  dengan membuat pabrik yang kedua saya membuat di rumah. Saya berfikir ikonnya kota Malang apa ya, buah apel, akhirnya membuat  keripik apel pertama, UKM kebanyakan meniru yang sudah terkenal.”tambahnya.

Ide Baru Setiap tahun

Kristiawan menjelaskan, “setiap tahun saya keluarkan ide-ide baru tetapi mesinnya tetap, banyak petani buah salak saya pinjami mesin, tapi keripiknya saya yang mengambil, bagaimana buah itu menjadi enak bahan apel tidak mencari yang bagus tetapi mencari yang bagus kematangannya, buah yang kering nyawo itu malah yang bagus.”

“Pertama kali usaha saya mencari buah apel yang mau dimakankan sapi, ternyata buah ini sehat dan bagus tapi dianggap rusak dan dimakankan sapi, akhirnya bahan baku gratis ditambah teknologi akhirnya menjadi produk yang mahal, saat itu harga keripik buah apel 50 ribu per  satu kilogram sedangkan biaya produksnya hanya 17 ribu.”jelasnya.

“Sekarang hampir 21 tahun tidak ada sapi makan apel, jadi keripik semua, petani seharusnya memikirkan zero waste dimana limbah diolah dan dibuat produk, semua petani membayangkan buahnya menjadi produk, dengan teknologi vacum frying produk buah apel menjadi mahal.’imbuhnya.

Peraih penghargaan dalam kualitas dan produktifitas Paramakarya tahun 2011, ketahanan pangan, serta Upakarti jasa kepeloporan tahun 2012 banyak belajar dari pengalaman betemu relasinya.

Menurut Kristiawan, “petani seharusnya banyak belajar dari negara Bangladesh, dimana tanaman padi dimanfaatkan hasil limbah padi berupa menir yang berprotein tinggi, kulit arinya  banyak mengandung enzim minyak beras harganya bisa mencapai 150 ribu per liter, kalau petani padi bisa seperti itu beras bisa menjadi limbahnya.”katanya. 

“Saya pribadi awalnya akan mengembangkan buah apel menjadi kripik buah, manisan dan permen, keuntungannya sampai saat ini sudah dapat menambah mesin sampai 6 unit mesin besar, dengan kemajuan pesaing saya semakin tumbuh, ternyata semakin banyak orang menjadi sentra bukan pesaing lagi,”imbuhnya.

Menghadapi fenomena rumah pelatihan, membuat mesin, mendirikan pabrik kripik baru pada karyawan yang  keluar juga menjadi straegi tersendiri, mengingat persaingan ke depan semakin ketat, perlu visi ke depan sebagai orang yang sukses.

Fenomena internet juga tidak lepas dari pengamatannya, setiap mahasiswa yang magang wajib memperkenalkan produknya, di mana mahasiswa yang magang tersebut diarahkan  di bidang pemasaran, membuka toko online, atau membantu memperkenalkan keunggulan produknya.

Strategi mengemas produk untuk pasar anak-anak juga dilakukan, caranya dengan membuat kemasan kecil 25 gram, harga yang ditawarkan tergolong cukup murah 10.000 sudah dapat 3 macam.

“menjadi UKM itu harus mengetahui situasi pasar, jangan bingung dengan produksi, akhirnya saya memikirkan mambuka jalan di depan, ada internet, ada globalisasi asing, sering melihat pasar, pengusaha itu pasar, saya membuat produk yang orang itu tertarik, semangka kenapa bisa menjadi kripik, seluruh Indonesia hanya di sini, ”jelasnya.

“Karena ilmu saya bisa membuat, memancing pasar membuat inovasi, waktu dulu apel bisa jadi keripik orang masih heran, waktu saya kalah dengan pesaing, kolega saya sendiri berhasil, pasar saya tertutup, saya mengeluarkan ilmu saya, membuat keripik semangka dan keripik melon, dia juga tidak bisa, masak sih dimana itu, SoKressh, orang-orang hanya kepingin SoKressh,”imbuhnya

Produk terbarunya saat ini adalah keripik semangka dan melon, perlu waktu yang cukup lama dalam proses pengorengannya, untuk melon sekitar 4 jam dan semangka memerlukan waktu 2 jam, tentunya harganya akan lebih mahal 2 kali lipat.

  === 

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/ 

Reporter : Soleman
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018