Saturday, 29 January 2022


Jamin Keamanan Pangan, KKP Kendalikan AMR Perikanan Budidaya

06 Dec 2021, 12:40 WIBEditor : Yulianto

Kegiatan di laboratoroum untuk mengecek AMR | Sumber Foto:Humas KKP

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya (DJPB), Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) DJPB di daerah telah berperan serta dalam mengendalikan Antimicrobial Resistance (AMR)/resistensi antimikroba di bidang perikanan budidaya.

Pengendalian AMR tersebut  antara lain dilaksanakan melalui Focus Group Discussion (FGD) dan surveilan AMU/AMR di 4 Kabupaten,  yaitu Kab. Subang (Jawa Barat),  Kab. Banyumas (Jawa Tengah), Kab. Sleman (DI Yogyakarta) dan Kab. Blitar (Jawa Timur).

Atas capaian kegiatan tersebut, Direktur Jenderal Perikanan Budidaya, Tb Haeru Rahayu, menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada jajaran empat Dinas Perikanan Kabupaten yang telah menjadikan pilot project dan 4 UPT DJPB yang telah melaksanakan surveilan AMU dan AMR. Dengan demikian dapat berkontribusi dalam pengendalian AMR di Indonesia, khususnya di bidang perikanan.

Menurut Tb  Haeru Rahayu, pengendalian resistensi antimikroba merupakan isu internasional/global dan merupakan salah satu isu yang akan diangkat ke dalam pertemuan Presidensi G20 Indonesia 2022. Karena bersinggungan dengan keberhasilan dalam menjaga produktivitas dan kesehatan sektor perikanan, KKP bekerja sama dengan FAO.

Alhamdulillah Indonesia telah melakukan peningkatan kewaspadaan dan kepedulian terhadap AMR. Untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada UPT-UPT yang telah bekerja keras untuk proyek AMR ini,” kata  Tb Haeru Rahayu, di Jakarta, belum lama ini.

Tb Haeru Rahayu yang biasa disapa Tebe mengatakan, pengendalian resistensi antimikroba merupakan upaya untuk memastikan bahwa produk akuakultur seperti udang, nila, lele, patin dan bandeng telah memenuhi prinsip keamanan pangan,  sehingga benar-benar dapat menjamin kesehatan masyarakat.

Penggunaan antimikroba yang tidak sesuai petunjuk penggunaannya atau berlebihan, baik pada bidang kedokteran dan produksi pangan telah menjadi risiko seluruh bangsa di dunia, dimana akan mengakibatkan terjadinya resistensi antimikroba.

“Kami, pemerintah, sangat konsen terhadap pengendalian AMR. Agar produk perikanan kita selain produksinya bagus,  juga sehat, baik untuk konsumsi dalam negeri maupun  ekspor,” ujar Tebe.

Untuk penegndalian AMR, KKP menggandeng lintas kementerian. Bahkan menyiapkan aksi hingga 2024. Apa rencana pemerintah? Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Ditjen Perikanan Budidaya
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018