Tuesday, 18 August 2026


Jangan Biarkan Limbah Ikan Terbuang, Pakar IPB Sebut Manfaatnya

21 Jul 2026, 11:04 WIBEditor : Yulianto

Ikan tuna

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta---Hasil samping perikanan yang selama ini kerap dianggap limbah ternyata menyimpan potensi besar untuk mendukung ketahanan pangan, industri kesehatan, hingga ekonomi biru Indonesia. Berbagai hasil penelitian dari IPB University menunjukkan limbah perikanan ternyata dapat disulap menjadi produk yang lebih bermanfaat,

Misalnya hasil penelitian Guru Besar Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) IPB University, Prof Wini Trilaksani yang membuktikan bahwa mata tuna menjadi sumber omega-3. 

Prof. Wini menegaskan, transformasi hasil samping blue food menjadi biomolekul laut bernilai tambah merupakan langkah strategis untuk meningkatkan daya saing sektor perikanan nasional.

Secara global, sekitar 35 persen tangkapan ikan terbuang di sepanjang rantai pasok, sementara hanya sekitar 54 persen hasil panen perikanan yang dikonsumsi langsung oleh manusia. Sisanya hilang akibat pembusukan, pengolahan yang tidak efisien, serta rendahnya pemanfaatan produk samping.

Kondisi tersebut tidak hanya menimbulkan kerugian ekonomi dan lingkungan, tetapi juga berpotensi menjadi masalah gizi yang serius.

“Laut tidak hanya menyediakan ikan dan pangan akuatik lainnya sebagai komoditas konsumsi, tapi juga menyimpan biomolekul bernilai tinggi yang dapat menjadi sumber gizi, bahan baku industri, produk kesehatan, dan penggerak ekonomi biru,” ujar Prof Wini dalam Pra Orasi Ilmiah Guru Besar IPB University, Sabtu (27/6). 

Ia menjelaskan bahwa bagian-bagian hasil perikanan seperti kepala, tulang, kulit, sisik, mata ikan, gelembung renang, cangkang, hingga air limbah proses sesungguhnya merupakan biomassa sekunder laut yang masih kaya kandungan nutrisi dan senyawa bioaktif.

Di dalamnya terdapat minyak kaya eicosapentaenoic acid (EPA) dan docosahexaenoic acid (DHA), kolagen, gelatin, kitin, kitosan, glukosamin, astaxanthin, serta berbagai komponen fungsional lainnya yang dapat diolah menjadi pangan fungsional, nutrasetikal, kosmetik, farmasi laut, biomaterial, hingga produk bernilai tambah.

Inovasi yang dikembangkan Prof Wini dan tim ialah pemanfaatan mata tuna sebagai sumber omega-3. Hasil riset menunjukkan, mata tuna ukuran besar memiliki kadar lemak (22,21%), rendemen minyak (12,82%), DHA (37,45%), EPA (6,19%), dan total polyunsaturated fatty acids/PUFA (48,10%). 

Temuan tersebut membuktikan bahwa mata tuna bukan sekadar limbah industri, melainkan sumber nutrisi bernilai tinggi yang berpotensi mendukung kesehatan dan kecerdasan masyarakat.

“Masa depan perikanan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh jumlah ikan yang diproduksi, tetapi juga oleh kemampuan mengoptimalkan seluruh biomassa yang telah dipanen,” katanya seperti dikutip dari laman IPB University.

Sementara Guru Besar FPIK IPB University, Prof Mala Nurilmala berhasil menciptakan produk kolagen berbasis limbah ikan bernama Collagel. Baca halaman selanjutnya.

Reporter : Julian
Sumber : IPB University
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018