Saturday, 05 September 2026


Dospulkam IPB Ungkap Cara Limbah Ternak Bikin Tanah Makin Subur

02 Sep 2026, 07:31 WIBEditor : Gesha

Dospulkam IPB mengolah limbah ternak menjadi bokashi untuk meningkatkan kesuburan dan produktivitas lahan.

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor – Dospulkam IPB mengolah limbah ternak menjadi bokashi untuk meningkatkan kesuburan dan produktivitas lahan.

Limbah peternakan yang selama ini kerap dianggap sebagai persoalan lingkungan ternyata dapat diolah menjadi sumber daya yang bermanfaat. 

Tim Dosen Pulang Kampung (Dospulkam) IPB University 2026 mengungkap pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk bokashi untuk membantu meningkatkan kesuburan tanah dan produktivitas lahan.

Upaya tersebut dilakukan melalui pelatihan bertajuk “Peningkatan Kesuburan Lahan melalui Inovasi Pupuk Hayati Mikoriza dan Pupuk Organik untuk Meningkatkan Produksi Rumput Gajah Pakchong sebagai Hijauan Pakan Ternak” di Desa Cikarawang, Kecamatan Dramaga, Kabupaten Bogor, Minggu (30/8/2026).

Kegiatan yang dipimpin Ketua Tim Dospulkam IPB University, Dr. Ir. Asep Tata Permana, M.Sc., itu diikuti 40 peserta. Mereka berasal dari kelompok peternak, kelompok tani organik, dan masyarakat sekitar Desa Cikarawang.

Pelatihan difokuskan pada pemanfaatan potensi limbah peternakan sekaligus pengenalan teknik pembuatan pupuk bokashi yang efektif dan berkualitas. 

Dengan pendekatan tersebut, limbah yang sebelumnya berpotensi menimbulkan persoalan lingkungan diharapkan dapat diolah menjadi bahan organik yang bermanfaat bagi lahan pertanian.

Sejumlah narasumber dengan keahlian berbeda turut memberikan materi dalam kegiatan tersebut. Dr. Iwan Prihantoro, S.Pt., M.Si., memaparkan teknik pembuatan bokashi yang efektif dan berkualitas kepada peserta.

Sementara itu, Dr. Edit Lesa Aditia, S.Pt., M.Sc., menjelaskan berbagai potensi limbah peternakan yang dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku utama dalam pembuatan pupuk bokashi.

Tak hanya membahas aspek teknis, pelatihan juga memberikan perhatian terhadap keberlanjutan program.

Dr. Sigid Prabowo, S.Pt., M.Sc., memberikan materi mengenai penguatan kelembagaan kelompok agar teknologi yang diperkenalkan dapat diterapkan dan dikembangkan secara mandiri oleh masyarakat.

Para peserta juga diajak mengikuti praktik langsung pembuatan bokashi dengan memanfaatkan berbagai sumber daya yang tersedia di lingkungan sekitar. 

Bahan utama yang digunakan antara lain feses sapi, domba, dan ayam serta limbah dari rumah potong hewan.

Berbagai bahan tersebut kemudian diperkaya dengan sumber nitrogen yang berasal dari limbah konsentrat dan sisa pakan, termasuk tanaman leguminosa. 

Selain itu, molases sebagai sumber gula sederhana serta probiotik digunakan untuk mendukung proses fermentasi dalam pembuatan bokashi.

Ketua Tim Dospulkam IPB University, Asep Tata Permana, mengatakan pemanfaatan limbah peternakan menjadi pupuk bokashi merupakan salah satu langkah untuk mengubah limbah menjadi sumber daya yang lebih produktif.

Menurutnya, konsep tersebut dapat menjadi bagian dari pengembangan sistem pertanian dan peternakan yang saling terintegrasi. 

Limbah yang dihasilkan dari kegiatan peternakan tidak hanya dibuang, tetapi dapat dikembalikan ke lahan sebagai sumber bahan organik.

“Pemanfaatan limbah peternakan menjadi bokashi merupakan upaya mengubah bahan yang selama ini berpotensi menjadi masalah lingkungan menjadi sumber daya produktif,” ujar Asep.

Pengolahan limbah tersebut diharapkan dapat membantu memperbaiki kesuburan tanah. 

Selanjutnya, lahan yang mendapatkan tambahan bahan organik dapat mendukung pertumbuhan tanaman, khususnya rumput gajah Pakchong yang menjadi salah satu sumber hijauan pakan ternak.

Produk bokashi hasil pelatihan nantinya akan dimanfaatkan pada lahan budidaya rumput gajah Pakchong. 

Pupuk organik tersebut juga akan dipadukan dengan inovasi pupuk hayati mikoriza sebagai bagian dari upaya meningkatkan produktivitas lahan.

Ketersediaan hijauan pakan yang memadai menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pengembangan usaha peternakan. 

Karena itu, peningkatan produktivitas lahan pakan melalui pemanfaatan sumber daya lokal diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi kelompok petani dan peternak.

Melalui program Dospulkam IPB University 2026, masyarakat Desa Cikarawang diharapkan semakin mampu mengelola limbah peternakan secara produktif dan berkelanjutan. 

Program ini juga mendorong terbentuknya sistem pertanian-peternakan terpadu, di mana limbah dari kandang dapat kembali memberikan manfaat bagi tanah dan tanaman.

Pemanfaatan bokashi berbahan limbah peternakan pun menjadi salah satu contoh bagaimana sumber daya yang selama ini dipandang sebagai sisa dapat diolah menjadi produk bernilai guna. 

Ke depan, inovasi berbasis potensi lokal tersebut diharapkan mampu memperkuat kemandirian kelompok tani dan peternak sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.

Reporter : Ai
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018