Rabu, 24 Juli 2019


Tambah Populasi Pulau Pari, Ribuan Kepiting Bakau Sitaan Dilepaskan

07 Des 2018, 13:39 WIBEditor : Gesha

Ribuan Kepiting hasil sitaan dilepasliarkan di Pulau Pari | Sumber Foto:HUMAS BKIPM

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) melakukan pelepasliaran 1.215 ekor kepiting bakau hidup bertelur di Taman Hutan Mangrove Pulau Pari, Kepulauan Seribu.

Pelepasliaran kepiting bakau tersebut dilakukan BKIPM bersama Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (Walhi), Direktorat Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP), serta Direktorat Jenderal Pengelolaan Ruang Laut (PRL) dan Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Perikanan Provinsi DKI Jakarta.

Kepala Pusat Karantina Ikan BKIPM, Riza Priyatna mengatakan, kepiting ini dilepasliarkan di Taman Hutan Mangrove Pulau Pari, Kepulauan Seribu. Untuk menghindari kematian, kepiting dilepasliarkan  pada Senin,3 Desember 2018.

"Kepiting bakau bertelur tersebut merupakan hasil penggagalan pengiriman di Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Cengkareng, Tangerang pada Minggu (2/12) sekitar pukul 22.01 WIB, yang dilakukan petugas Balai Besar Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (KIPM) Jakarta I bekerja sama dengan Aviation Security (Avsec) Bandara Soekarno Hatta.  Petugas berhasil mengamankan 19 box/koli berisi kepiting yang diterbangkan dengan pesawat Sriwijaya Air SJ 589 dari Manokwari menuju Jakarta," kata Riza.

Menurut Riza, kepiting bakau tersebut dikirim oleh M kepada dua penerima di Jakarta berinisial DS dan W yang masing-masing menerima 11 koli (kode a.n M: 8 koli dan TRI MKW: 3 koli) dan 8 koli (kode a.n AR).

Dia juga mengatakan, setelah berhasil menggagalkan, kepiting bakau tersebut kemudian diamankan di  Kantor Balai Besar KIPM Jakarta I. Selanjutnya, kepiting bakau tersebut dilepasliarkan ke tempat habitatnya.

Sementara itu, pemilik media pembawa dan pengurus pengambilan kargo telah dipanggil untuk dimintai keterangan lebih lanjut. Pengiriman kepiting bakau bertelur tersebut telah melanggar regulasi sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor: 56/PERMEN-KP/2016 tentang Larangan Penangkapan dan/atau Pengeluaran Lobster (Panulirus spp.), Kepiting (Scylla spp.), dan Rajungan (Portunus spp.) dari Wilayah Negara Republik Indonesia.

"Berdasarkan Pasal 16 ayat (1) Jo Pasal 88 Undang-undang Nomor 31 Tahun 2004 tentang Perikanan Jo Pasal 16 ayat (1) Undang-undang Nomor 45 Tahun 2009 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 tahun 2004 tentang Perikanan, pelaku bisa dikenakan sanksi pidana dan denda," katanya.

Riza juga mengungkapkan,  pelaku juga dapat dikenakan Pasal 31 ayat (1) Undang-undang Nomor 16 Tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan.

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018