Senin, 22 April 2019


Pokdakan Manfaatkan Bale Kusuka untuk Tukar Informasi

29 Jan 2019, 13:12 WIBEditor : Gesha

Bale Kusuka yang dibangun di 19 Kabupaten Kota di Indonesia ini menjadi balai penyuluhan perikanan budidaya | Sumber Foto:HUMAS DJPB

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Bale Pelaku Usaha Kelautan dan Perikanan (Bale Kusuka) yang didirikan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Direktorat Jenderal Perikanan Budidaya pada tahun 2018 lalu, saat sudah banyak dimanfaatkan sejumlah kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) untuk mendiskusikan sekitar kegiatan usahanya.

Seperti yang diungkapkan Ketua Kelompok Mina Wijaya Desa Geneng, Kec. Gatak, Kabupaten Sukoharjo, Suwanto. Dengan adanya bale Kusuka yang di bangun di daerahnya sangat membantu kelompok, khususnya bagi akses ketersediaan sarana dan prasarana diskusi yang nyaman.  

“Sebelum adanya bale Kusuka, kami melakukan musyawarah atau pertemuan di rumah salah satu anggota atau menumpang di bale desa. Bahkan kadang di pinggir sawah dan kepanasan yang mengganggu konsentrasi. Dengan adanya bale Kusuka, kami bisa mengadakan pertemuan di sini,” kata Suwanto.

Ia juga mengatakan, anggota kelompok pembudidaya ikan (Pokdakan) juga merasa senang dan antusias untuk melakukan kegiatan di bale Kusuka. Apalagi, bale Kusuka dilengkapi dengan media informasi seperti TV.

“Bale Kusuka ini jadi rumah kedua kami untuk berinteraksi dan menyalurkan ide/gagasan untuk kemajuan usaha budidaya,” pungkas Suwanto. 

Tak hanya di Kabupaten Sukoharjo, Bale Kusuka juga sudah dibangun dan tersebar di 19 Kabupaten/Kota sentra perikanan budidaya. Mulai dari Kabupaten Agam, Pasaman, Banyuasin, Kota Prabumulih, Kampar, Kuantan Singingi, Muaro Jambi, Pangandaran, Indramayu, Pati, Kendal, Sukoharjo, Boyolali, Kulon Progo, Sleman, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sambas, hingga Parigi Moutong.

“Bale Kusuka yang kami bangun ini sebagai sarana untuk diskusi dan tukar-menukar informasi terkait perkembangan perikanan budidaya mulai dari info teknologi, pasar, dan lainnya,” kata Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Slamet Soebjakto, di Jakarta (25/1).

Bale Kusuka di 19 kabupaten/kota tersebut juga sudah banyak dimanfaatkan pembudidaya ikan untuk tukar informasi, pelatihan, bahkan kegiatan penyuluhan.

Menurut Slamet, bale Kusuka ini diharapkan bisa menjadi sarana interaksi intensif antara pembudidaya, pemerintah, penyuluh, dan pelaku usaha budidaya ikan. Nah, melalui bale tersebut bisa memicu pengembangan kegiatan budidaya di sejumlah daerah lebih maju lagi.

Slamet pun sangat mengapresiasi sejumlah anggota kelompok pembudidaya ikan yang sudah memanfaatkan bale Kusuka. “Kami harapkan, bale Kusuka yang kami bangun ini bisa dimanfaatkan pembudidaya ikan secara maksimal untuk mendukung kelancaran kegiatan budidaya,” jelas Slamet.

Ia juga mengatakan, dengan keberadaan bale Kusuka akan membantu akses bagi transfer pengetahuan baik teknis maupun non teknisis. Melalui bale ini akan berdampak langsung bagi peningkatan kualitas SDM dan kemandirian para pembudidaya ikan.

 

 

Reporter : Indarto
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018