Wednesday, 21 October 2026


Klengkeng Dataran Rendah, Berbuah Sepanjang Tahun Cocok untuk Agrowisata

19 May 2020, 21:25 WIBEditor : Ahmad Soim

Klengkeng Kristal Kulon Progro

 

TABLOIDSINARTANI.COM - Ia gelisah karena sedikitnya buah-buahan lokal yang berkualitas baik.  Warsito salah seorang petani di Pedukuhan Sebokarang Wates Kulon Progo pun merintis untuk budidaya buah klengkeng varietas New Kristal di lahan surjan yang ada di wilayah Wates Kulon Progo.

Warsito terinspirasi tempat budidaya dan pemasaran yang ada di daerah dataran tinggi Ambarawa yang mampu berproduksi dan pemasarannya sangat laku. Ia meyakini bahwa klengkeng dapat tumbuh baik dan berproduksi dengan baik di dataran rendah serta mampu mengembangkan buah klengkeng New Kristal yang kualitasnya setara atau melebihi buah impor.

Mayoritas petani di daerah jnj menanam padi, palawija dan tanaman hortikultura lainnya seperti bawang merah, cabai merah. Warsita tetap mau menanam kelengkeng. Upaya tersebut tidak berjalan mulus, banyak cemohan dan celaan yang datang, namun keyakinannya melebihi dari sekedar cemohan dan celaan tersebut, Dia berusaha bertahan dengan keadaan yang ada dan ingin membuktikan apa yang menjadi keyakinannya tersebut dan keyakinannya tersebut sekarang sudah terbayar dengan dilakukannya panen buah klengkeng.

Klengkeng (euphoria longana) dikenal sebagai tanaman asal dari dataran tinggi yang di Indonesia banyak dikembangkan di Ambarawa Jawa Tengah, Namun seiring dengan maraknya buah impor, termasuk klengkeng dari Thailand dan China varietas lokal sudah mulai tergusur. Hal tersebut karena klengkeng dataran tinggi memerlukan waktu sampai empat tahun untuk berbuah sedangkan klengkeng dataran rendah kurang dari dua tahun sudah dapat berbuah. Bentuk dan rasa kelengkeng dataran rendah lebih unggul karena rasanya lebih manis dan ukurannya lebih besar.

Klengkeng relative jauh dari hama kecuali gangguan kelelawar saat musim buah atau panen. Untuk mencegah serbuan kelelawar dapat dilakukan dengan pemasangan jaring (brongsong). Sedang gangguan lainnya adalah telur belalang yang menempel pada daun namun sangat mudah disingkirkan. Budidaya klengkeng sangat mudah asalkan ada kemauan.

Klengkeng New Kristal termasuk jenis varieatas klengkeng unggulan terbaru yang merupakan hasil penyempurnaan dari klengkeng kristal atau klengkeng kristalin.  Keunggulan varietas New Kristal adalah pertumbuhan sangat baik, dompolan buah sangat banyak, daging tebal, tekstur kering dan renyah, tahan terhadap terpaan  angin dan hujan karena daunnya lebih panjang  dan sifatnya elastic. Dan yang paling menarik adalah masa panen dapat diatur sendiri oleh petani dengan cara pembosteran sehingga klengkeng dapat dibuahkan dan dipanen sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Hal inilah yang sangat menarik karena kebetulan tempat budidaya tersebut merupakan jalur utama menuju bandara Yogyakarta International Airport (YIA) sehingga dipastikan masalah pemasaran tidak akan terjadi dan diyakini setiap panen akan diserbu oleh pembeli.

Menurut Martono, Penyuluh Pertanian Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo keunggulan buah klengkeng varietas new Kristal  adalah memiliki rasa yang super manis dengan tingkat kemanisan 21 skala brix karena konsumen sangat suka klengkeng yang tebal, tidak berair/lembek, renyah dan tidak menempel pada bijinya /nglothok. Ketebalan daging dapat mencapai diameter 3 cm.

Kelengkeng ini berbuah sepanjang tahun dengan pembosteran atau 1,5 kali pertahun atau 3 kali panen dalam 2 tahun. Produktivitasnya tinggi, untuk panen perdana biasanya 20-25 kg per pohon, umur 4 tahun 75 kg,   umur 5 tahun sekitar 100 kg, umur 5-7 tahun stabil 100-150 kg per pohon. Tingkat adaptasi tinggi, dapat ditanam pada tanah grumosol, laktosol, andosol maupun lempung berpasir dengan ph 5,0 – 6,6 dan curah hujan yang dibutuhkan 1100-1500 mm/th dengan kelembaban 50-90 persen. Dapat dibudidayakan di dalam pot (tambulampot) dan nilai ekonomis tinggi,

Harga panen klengkeng new kristal kali ini sangat tinggi yaitu Rp 50.000, per kilo gram. Jika petani menginginkan harga lebih maka dapat dijual dalam bentuk paket agrowisata. Hal ini sudah dilakukan petani di Kalurahan Tawangsari Kapanewon Pengasih. Pengunjung dipersilahkan untuk memetik buah sendiri dan merasakan suatu fenomena dan keadaan yang tidak akan pernah dirasakan oleh konsumen yang membeli buahnya saja sehingga harga berapapun konsumen dengan senang hati membayarnya. Pengalaman untuk memetik buah langsung dari  batangnya  merupakan pengalaman tersendiri bagi konsumen, Keuntungan konsumen dengan memetik sendiri adalah selain kegembiraan  saat memetik buah dari pohonnya adalah akan mendapatkan buah yang matang, segar dari pohonnya sesuai keinginan
 

 

Reporter : Martono Penyuluh Kabupaten Kulon Progo
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018