Friday, 16 April 2021


Trik Sukses Menjadi Penulis, Menulis tanpa Membaca Omong Kosong

29 Mar 2021, 08:36 WIBEditor : Ahmad Soim

Bu Syam. Bagi kiat menulis | Sumber Foto:Abda

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Aceh --  Menjadi penulis sudah menjadi obsesi Syamsiah Ismail, M.Pd. atau biasa disapa Bu Sam. "Jika suatu saat bisa tampil di publik berbagi pengalaman menulis umtuk pemula". Ucapan itu terangkai dari sosok yang tak lain adalah penulis buku ternama.

Selama ini ia dikenal sebagai penulis yang sangat produktif, dan telah banyak menghasilkan karyanya. Bahkan dua bukunya Lagenda Rakyat KISAH PUTROE PHANG DARI ACEH dan MENCARI JEJAK TINGGAL SRIKANDI ACEH CUT NYAK MEUTIA. tercatat dalam Repository (gudang ilmu) kesusteraan anak Indonesia.  Buku yang ditulis untuk anak kelas 3 hingga kelas 6 SD/MI lahir untuk mengikuti Sayembara Menulis dalam rangka Gerakan Literasi Nasional (GLN) pada 2017 dan 2018. Kedua buku tersebut diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (KEMENDIKBUD) pada 2020.

Pada akhir 2019 Syamsiah berkisah masa kecilnya yang kurang bahagia. Ia tuang ke dalam Buku Bacaan anak kelas 3 sd kelas 6 SD/MI Manyak dari Gle Kuprai (2020) meraih juara I Sayembara Menulis Bacaan untuk Anak penyelenggara Balai Bahasa Provinsi Aceh. Setelah dua kali mengirim karya, pada kali ke tiga baru beruntung. Langsung saja, saya memesan secangkir kopi sanger ekspreso sambil mencari tempat duduk agar bisa mendengarkan kisahnya.

BACA JUGA:

Dengan posisi duduk dekat diseberang nya (karena dibatasi kaca) saya sempat terpukau, karena gaya bahasanya mudah dipahami. Di dalam ruangan saya melihat selain ada Pak Yarmen Dinamika (redaktur Harian Serambi Indonesia yang juga sebagai pembina FAMe), redaktur majalah Potret, dosen FKIP Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh, juga tampak anggota DPRA Ibu Darwati A. Gani dan senior saya  Dr. Basri A. Bakar serta puluhan milenial lainnya.

Syamsiah menyambung cerita, dirinya merasa bahagia bila hasil karyanya bermanfaat bagi orang lain. "Suatu kebahagiaan dan kebanggaan tersendiri mendapat kesempatan berbagi ilmu menulis", tuturnya. Kesempatan nya berdiri dan tampil dihadapan komunitas FAMe, katanya tidak terlepas dari bantuan temannya Herman RN (dosen USK) yang telah menjembatani. Sehingga bisa bertemu dengan pembina FAMe.

"Alhamdulillah dan terima kasih kepada Pak Yarmen yang menjawab keinginan saya tanpa pernah saya tanya", ujarnya memuji.

Selanjutnya Ia mengajak para milenial untuk mulai menulis. Jangan  pernah takut dan ragu untuk mencoba. Banyak wadah dan kesempatan belajar dalam kondisi apapun dan di mana pun. "Beda jauh dengan saya pada awal menulis otodidak", tantangnya.

Menurutnya modal awal yang dibutuhkan hanya perlu banyak membaca dari berbagai sumber tulisan. Momen seperti ini, kata dia jarang ada dan sangat langka. "Kalaupun ada hanya untuk kalangan tertentu saja, yang tujuannya hanya mengejar sertifikat bukan untuk menjaring ilmu menulis," sambungnya.

Dikatakannya, aktivitas FAMe layak diikuti oleh komunitas menulis lainnya dalam memotivasi semangat penulis pemula. "Semoga akan lahir pengikat kata yang jauh lebih hebat dari apa yang telah saya raih," imbuhnya.

Ia juga mengingatkan bagi penulis pemula dan mahir, lanjutkan saja menulis menjadi pembiasaan. Jangan pernah puas pada sebuah tulisan yang telah dibukukan. Namun terus menggali ide-ide terbaik di arena manapun baik online atau offline. "Kelak akan lahir penulis Aceh yang mencatat sejarah atau tradisi budaya lokal yg nyaris punah diterjang masa milenial", harapnya.

Walaupun hasil karyanya telah dinobatkan sebagai juara tingkat nasional, namun ada rumus penting yang selama ini dijadikan formula yaitu, M - M = O (MENULIS tanpa MEMBACA = OMONG KOSONG). 

"Saya punya moto hidup, barang siapa bersungguh-sungguh maka pasti akan mendapatkannya (MANJADA WA JADA)," pungkasnya.

===

Sahabat Setia SINAR TANI bisa berlangganan Tabloid SINAR TANI dengan KLIK:  LANGGANAN TABLOID SINAR TANIAtau versi elektronik (e-paper Tabloid Sinar Tani) dengan klikmyedisi.com/sinartani/

Reporter : Abda
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018