Jumat, 22 Februari 2019


Pola Pangan Sehat Berawal dari Keluarga, Khususnya Ibu

28 Jan 2019, 22:41 WIBEditor : Gesha

Pemenuhan pola pangan di keluarga berasal dari Ibu sehingga dibutuhkan akses informasi dan program untuk memberdayakan wanita | Sumber Foto:DIEK CAHYO

Perempuan harus diberikan akses informasi dan edukasi lengkap untuk pemenuhan pangan sehat keluarga

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Bogor --- Di dalam keluarga, pemenuhan sekaligus pola pangan sehat tentunya diemban oleh Ibu. Sayangnya, hingga sekarang akses informasi, edukasi bahkan akses program pembangunan pertanian masih jarang yang menyentuh mereka. Padahal, ketahanan pangan keluarga sangatlah penting untuk ketahanan pangan negara.

 

“Saya melihat sendiri sulitnya akses perempuan di pertanian,” ujar Komisaris Utama PTPN VIII yang juga Ketua Komite Tetap Hortikultura Kadin, Karen Tambayong dalam FGD (Focus Group Dissucion) mengenai Peningkatan Akses Perempuan terhadap Program Pembangunan Pertanian yang diprakarsai oleh Komisaris Utama PTPN 8 Gunung Mas, Karen Syarief Tambayong yang bertempat di PTPN VIII Gunung Mas Jumat lalu (25/1).

Lebih lanjut Karen menuturkan bahwa perempuan sebagai agen perubahan yang juga memiliki peran penting, harus diberikan informasi yang lengkap, utamanya pola pangan sehat.

Selama ini pemberian informasi hanya dilakukan secara parsial, terutama soal pangan.  “Kita membutuhkan generasi yang kuat dan sehat, dan wanita adalah tombak untuk menciptakannya,” kata Karen. Perempuan harus diajarkan bagaimana hidup sehat dimulai dari konsumsi makanan yang sehat.

Karen mencontohkan para pekerja di PT Perkebunan Nusantara VIII Gunung Mas yang didominasi perempuan. "Selama ini mereka terbatas informasi dan tidak ada pilihan, padahal hidup mereka ada di perkebunan, namun dalam mengkonsumsi makanannya belum secara sehat," bebernya.

Belum lagi, usia pemetik teh rata-rata sekitar 30-50 tahun dan sebagian besar akan pensiun. Nah, pertanyaannya adalah setelah pensiun, mereka akan bagaimana dan melakukan apa untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Masih belum terpikirkan oleh mereka.

"Karena itu,  saya ingin mereka mempunyai keterampilan lain, sehingga setelah pensiun mereka dapat hidup mandiri tanpa bergantung kepada siapapun," tukasnya.

Karen mengakui hingga sekarang banyak program-program pemberdayaan perempuan terhadap program pertanian yang dilaksanaka. Sayangnya, masih belum menyeluruh dan maksimal pada usaha pertanian perkebunan teh.

Karena itu, adanya pertemuan ini diharapkan dapat mempertemukan program-program yang tepat sasaran bagi perempuan khususnya di perkebunan. Sebab FGD tersebut dihadiri oleh para petinggi-petinggi perempuan yang bekerja dibidang nya masing masing seperti di Kementan, INAGRO, ASBINDO, dan lainnya.

Karen Tambayong bersama Perempuan Penggiat Pertanian Indonesia saat mengunjungi Rumah Batik yang ada di Gunung Mas PTPN VIII

"Saya berharap adanya sinergitas dari setiap elemen/stakeholders sehingga perempuan di perkebunan tidak hanya dilengkapi informasi namun juga akses terutama pada pangannya, sehingga mereka tidak perlu membeli bahan pangan di luar namun juga bisa menghasilkan sendiri dari lahan pekarangannya. Dengan begitu gaji yang mereka terima tidak hanya digunakan untuk membeli makanan, namun dapat menghasilkan bahan makanan sendiri dari pekarangannya dan yang jelas makanan itu sehat karena diolah sendiri,” jelas Karen.

Sedangkan tujuan lebih luasnya, Indonesia di masa depan membutuhkan generasi yang lebih kuat dan sehat. Sehingga memerlukan akses dan bentuk konkrit dari pola pangan sehat untuk membentuknya.

Karena itu, FGD ini akan terus berlanjut dengan bentuk organisasi Perempuan Penggiat Pertanian Indonesia (PPPI) guna merealisasikan secara fokus program pemberdayaan perempuan dan pola pangan sehat di tingkat keluarga di semua rumah tangga di Indonesia, khususnya bagi pekerja sektor pertanian.

"Organisasi ini sifatnya terbuka untuk siapa saja yang ingin bergabung khususnya yang cinta pertanian dan ingin meningkatkan peran perempuan dalam pertanian,” pungkas Karen.

Reporter : PipietEndwi/Echa
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018