Jumat, 22 Februari 2019


Begini Cara Budidaya Kangkung Lombok

29 Jan 2019, 17:41 WIBEditor : Gesha

Budidaya kangkung lombok mudah dilakukan oleh siapa saja | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Lombok --- Budidaya kangkung biasanya sudah khatam dilakukan oleh pecinta sayuran. Tapi, ada perlakuan yang berbeda jika Anda ingin membudidayakan kangkung lombok.

Tanaman kangkung diseluruh wilayah Indonesia dan Asia pada umumnya dapat tumbuh dengan baik, akan tetapi memiliki sifat dan rasa yang berbeda-beda. Satu yang terbaik dari semuanya adalah Kangkung yang berasal dari Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Secara umumnya kangkung lombok sangat mudah dikenali dari fisiknya yaitu bentuk yang tampak sangat gemuk hijau dan terlihat sangat segar, tidak elastis dan cepat patah. Sedangkan untuk panjangnya rata-rata bisa mencapai 30-40 cm yang dibudidaya lahan sawah atau pada aliran sungai dengan ketersedian air mencukupi.

Untuk dapat menghasilkan kangkung Lombok dengan rasa yang gurih renyah, batangnya lebih panjang, lebih hijau dan lebih muda, pembudidayaan sebaiknya dilakukan pada areal aliran sungai tertentu atau areal tertentu yang memiliki sumber mata air maupun di areal daratan rendah kualitas bagus (high quality).

Tanaman kangkung mempunyai daya adaptasi yang cukup luas terhadap kondisi iklim tropis. Kangkung dapat tumbuh dan berproduksi dengan baik di dataran rendah sampai dataran tinggi (pegunungan) atau lebih dari 2 ribu meter diatas permukaan laut (mdpl), dan diutamakan lokasi lahanya terbagi atau sinar matahari yang cukup.

Berikut ini cara pembudidayaan kangkung Lombok yang bisa dilakukan oleh masyarakat :

1. Tanaman kangkung dapat distek yang ditanam pada lahan irigasi lumpur kolam/sawah yang dangkal dengan jarak 25 x 25 cm atau 30 x 30 cm. dengan memberikan pupuk buatan yang disesuaikan antara 50 – 100 kg N/ha setelah tanam.

2. Sedangkan pada areal tertentu/sungai stek kangkung tersebut diikat secara berantai berurutan yang disesuaikan tanpa melakukan pemupukan dengan sumber mata air terus mengalir.

3. Hama yang biasa menyerang kangkung adalah ulat grayak (Spodoptera litura F), Kutu daun (Myzus persicae Sulz) dan (Aphids gossypii). Sedangkan untuk penyakit yang menyerang pada batang tanaman kangkung seperti penyakit karat putih yang disebabkan oleh Albugo ipomoea reptans. 

4. Ciri kangkung yang terkena penyakit karat putih adalah timbulnya bintik berwarna putih di sisi daun sebelah bawah batang. Dan apabila diperlukan gunakan pestisida yang benar–benar aman dan cepat terurai seperti pestisida biologi/pestisida nabati.

5. Tanaman kangkung dapat panen dengan cara dipangkas pada ujungnya kurang lebih sekitar 20 cm dengan umur sekitar 2–3 bulan lebih sesuai dengan kondisi tanaman agar lebih banyak  bercabang.

6. Dalam pemangkasan panen ini, dapat dilanjutkan pemangkasan panen ujung cabang-cabangnya  setiap satu/dua minggu sekali. Dapat menghasilkan 10–16 t/ha dalam satu tahun. Dan tanaman kangkung setelah berumur satu atau dua tahun lebih, maka dilakukan tanaman baru kembali.

Reporter : Syamsul Riyadi
Sumber : Penyuluh Pertanian Prov. NTB
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018