Kamis, 27 Juni 2019


Percantik Pekarangan Dengan Tanaman Kuping GajahTerawat

27 Mei 2019, 15:52 WIBEditor : GESHA

Jika tumbuh subur selain nampak lebih tinggi, daunnya pun akan lebat. Agar tidak terlihat berantakan, tanaman kuping gajah harus dirawat dengan baik oleh pemiliknya. | Sumber Foto:ISTIMEWA

 

TABLOIDSINARTANI.COM, Jakarta --- Apakah Anda pernah mendengar tanaman hias Anthurium crystallinum? Kalau tanaman kuping gajah?Kuping gajah menjadi banyak pilihan masyarakat karena memiliki bentuk yang unik. Bahkan bisa mempercantik pekarangan bahkan ruangan. Bagaimana cara merawatnya? Yuk, kita kepoin bersama!

Sebenarnya, tanaman anthurium memiliki dua jenis, yaitu anthurium daun dan bunga. Nah, tanaman kuping gajah sendiri termasuk dalam anthurium daun. Bentuk Hati pada tanaman Kuping Gajah memberikan nilai lebih di beberapa benak masyarakat karena bisa dijadikan sebagai penghias dalam ruangan dengan tema romantic.

Kuping gajah memiliki batang yang kecil dan daun yang berwarna hijau tua. Dalam daun tersebut terlihat beberapa tulang daun yang berwarna putih kehijauan. Tanaman ini bisa mencapai panjang 20-40 cm dan lebar 15-38 cm.

Kuping gajah berasal dari luar negeri yakni Amerika Selatan, jika tumbuh subur selain nampak lebih tinggi, daunnya pun akan lebat. Agar tidak terlihat berantakan, tanaman kuping gajah harus dirawat dengan baik oleh pemiliknya. Berikut ini tips dari PT Kampung Flora Cipta mengenai perawatan daun kuping gajah.

Bagi yang ingin bertanam kuping gajah di pot, pilih pot yang memiliki desain apik sekaligus perhatikan juga luas pot pun tidak boleh terlalu sempit demi pertumbuhan akar dan tunas yang lebih leluasa. Pastikan bahan pot juga mampu menjaga kelembapan tanah dalam suhu normal dan lama, seperti pot plastik dan tanah liat.

Media tanam yaitu tanah juga harus diperhatikan yaitu pastikan bahwa media tanah sudah steril dari organisme penyebab penyakit, seperti jamur dan bakteri. Ada beberapa komposisi media tanah yang bisa kamu coba.

Campurkan satu bagian kompos atau humus, satu bagian pasir, dan satu bagian tanah kebun. Di atasnya, tambahkan serbuk kulit kayu halus. Komposisi lainnya adalah campuran cacahan pakis, pupuk kandang, humus, dan arang sekam.

Tanaman kuping gajah merupakan salah satu tanaman yang tidak tahan panas matahari berlebih. Maka dari itu, cukup berikan sinar matahari dengan jangka waktu yang sedikit. Jangan biarkan kuping gajah berada dibawah sinar matahari langsung karena bisa terbakar. Maka dari itu, letakkan tanaman kuping gajah pada lokasi yang mendapatkan sinar matahari tidak langsung, seperti dekat jendela atau teras dengan kanopi.

Cukup Nutrisi, Cukup Air

Tanaman kuping gajah membutuhkan air untuk menjaga kelembapan media tanah. Yang perlu diingat adalah tidak boleh menyiramnya secara berlebihan. Jika hal tersebut terjadi, air akan menggenang dan menjadi sarana jamur dan bakteri berkembang biak sehingga cepat mati.

Dalam sehari, Anda cukup sekali saja menyiramnya pada pagi hari sebelum pk10.00 atau sore hari setelah 17.00. Hal ini dilakukan untuk menghindari penguapan. Siram tanaman kuping gajah menggunakan semprotan air pada media tanam dan secara halus pada daun.

Tanaman kuping gajah harus berada dalam ruangan yang memiliki kelembapan normal. Disarankan, jangan menaruh tanaman ini dalam ruangan yang memiliki air conditioner atau kipas angin karena membuat udara jadi kering. Justru, letakkan tanaman kuping gajah dalam ruangan yang memiliki ventilasi atau jendela sehingga udara luar bisa masuk ke dalam.

Tak hanya air, tanaman kuping gajah juga membutuhkan nutrisi melalui pupuk. Gunakan pupuk NPK dengan komposisi zat N yang lebih banyak. Caranya, semprotkan pupuk atau tabur di atas media tanam. Kamu juga bisa menggunakan pupuk kandang atau humus yang benar-benar steril agar tanaman kuping gajah nggak terserang penyakit. Lakukan cara ini dua minggu sekali.

Karena memiliki daun yang sangat besar, potensi hinggapnya kotoran dan debu lebih besar. Maka dari itu, kamu harus rutin membersihkan permukaan daun. Semprot daun dengan lembut dan lap menggunakan kain steril.

Reporter : NATTASYA
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018