Minggu, 20 Oktober 2019


Kacang Komak Udang, Gizi dari Pekarangan Rumah di Lahan Kering

03 Sep 2019, 14:57 WIBEditor : Yulianto

Kacang komak yang di tanam di pekarangan | Sumber Foto:Joko W

Kacang komak selain kaya akan Vitamin B komplex, Fe, meniral dan karbohidrat, ternyata tanaman komak muda kulitnya bisa dibuat sayur asem atau pecel rujak.

TABLOIDSINARTANI.COM, Sumenep---Pemanfaatan lahan pekarangan di rumah bisa menjadi sebuah alternatif untuk memenuhi gizi keluarga. Bagi masyarakat yang tinggal di wilayah berlahan kering, bisa dengan membudidayakan kacang komak. Komoditas tersebut mempunyai gizi cukup tinggi. Mau mencoba?

Lahan kering selama ini Identik dengan kemiskinan. Kenapa demikian? Kerena sumber daya alam (SDA) yang kurang mendukung, walau sebenarnya karakteristik wilayahnya sangat potensi. Namun sumber daya manusianya (SDM) belum sekeras sumber daya alam yang ada.

SDM di wilayah lahan kering secara umum mudah menyerah.  Begitu musim kemarau tiba, di daerag lahan kering seakan tidak ada tunas tanda kehidupan.  Selama dua musim, penulis mencoba menentang sosial budaya masyarakat di wilayah berlahan kering dengan komoditi strategis yang mampu memberi nilai tambah. Bahkan mampu meningkatkan pendapatan keluarga tani di perdesaan.

Selain optimalisasi pekarangan dengan tanaman sayuran, juga mengubah fungsi pekarangan menjadi warung hidup (untuk pemenuhan gizi keluarga). Penulis mencoba mengembangkan kacang komak udang. Ternyata komoditas tersebut mampu mendongkrak pendapatan masyarakat, karena harganya rata-rata mencapai Rp 40 ribu/kg.

Bagi petani kecil mengubah kebiasaan yang selama musim kemarau (MK) lahannya dibiarkan bera (tidak ditanam), memang tidak mudah. Tapi dengan memberikan contoh nyata, petani kini mulai mau menanam kacang komak udang.

Kacang komak selain kaya akan Vitamin B komplex, Fe, meniral dan karbohidrat, ternyata tanaman komak muda kulitnya bisa dibuat sayur asem atau pecel rujak. Selain nikmat juga cocok untuk Ibu-ibu yang lagi menyusui karena mampu memperbanyak dan memperlancar ASI.

Di Pulau Madura, salah satu daerah yang banyak ditanami kacang komak berada di Kabupaten Sumenep. Tanaman ini menjadi salah satu komoditi pangan andalan lahan kering yang kaya manfaat, mampu memberi nilai tambah dan peningkatan pendapatan pelaku utama usaha tani.

Kacang komak (Lablab purpureus sp) memiliki nilai nutrisi per 100 gram 3,5 oz Energi 209, kcal 117, lemak 0,6 gram kolesterol 0 mg, Natrium 7 mg, Kalium 337 mg, karbohidrat 21 gram, Pritein 8 gram, Kalsium 40 mg, Magnesium 82 mg dan zat besi 4.8 mg. Buat ibu-ibu yang lagi menyusui silahkan mencobah pecel rujak maupun sayur asem kacang komak udang.  Bagi mitra tani tunggu apa lagi, menunda usaha tani dilahan kering samahalnya mempercepat kemiskinan.

Reporter : Joko W
BERITA TERKAIT
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018