Wednesday, 21 October 2026


Kenali dan Trik Mengatasi Nematoda

21 Oct 2020, 18:44 WIBEditor : Yulianto

Tanaman hias anthurium kembali naik daun

Bagaimana mengendalikan Nematoda? Seperti diketahui, salah satu hambatan ekspor tanaman anthurium adalah nematoda Radopholus similis. Nematoda ini termasuk salah satu Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK) yang keberadaanya diawasi secara ketat oleh negara mitra dagang. Sebab salah satu syarat anthurium yang bisa masuk ke pasar ekspor harus benar-benar bebas dari OPTK tersebut.

Gejala tanaman yang terserang Radhopulus similis ditandai dengan menguningnya daun serta gugurnya kuncup bunga yang masih muda. Apabila tanaman dicabut akan tampak bagian akar serabutnya membesar seperti umbi. 

Pada bagian ujung akarnya banyak yang mati, serta pangkal akar mengeriput atau berlubang. Jika dilihat di bawah  mikroskop, akan tampak banyak nematoda yang berbentuk seperti cacing kecil menggerogoti akar. Akibatnya akar menjadi lemah, terdapat luka pada akar serta jaringan tanaman membengkak dan pecah. Akhirnya tanaman pun mati.

Ada beberapa langkah pengendalian yang dianjurkan. Pertama, mencabut tanaman yang sakit kemudian akarnya dicuci pada air yang mengalir. Kedua, selanjutnya akar dipotong dan semua akar serabut yang rusak dan busuk dibuang. Ketiga, akar direndam dalam larutan insektisida atau nematisida sesuai dosis anjuran selama setengah jam.

Keempat, selanjutnya tanaman diangkat dari media perendaman kemudian dikering anginkan di tempat teduh selama 1-2 minggu.  Kelima, setelah tanaman sehat,  kemudian ditanam pada media tanam baru yang sudah disterilkan dan  diberi  pupuk organik yang sudah matang.

Direktur Perlindungan Hortikultura, Ditjen Hortikultura,  Sri Wijayanti Yusuf, selalu menghimbau  petani  agar mampu menekan kehilangan hasil akibat serangan OPT di lahan budidayanya. Untuk itu, petani harus mampu melakukan pengelolaan OPT secara bijak.

Ssalah satunya adalah  dengan penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Diantaranya, melakukan sanitasi lingkungan secara intensif; pemeliharaan media tanam agar  perakaran tanaman dapat tumbuh sehat;  penyiraman secara teratur agar media tanam tidak terlalu basah dan menjaga kelembaban lingkungan. Selain itu juga melakukan penyemprotan dengan pestisida secara bijaksana. 

Jenis pestisida yang digunakan adalah pestisida yang terdaftar dan diizinkan Menteri Pertanian dengan dosis sesuai rekomendasi. “Cara ini hanya dilakukan apabila cara-cara pengendalian  lainnya belum memberikan hasil yang optimal,” pesan Yanti, sapaan akrab Direktur Pelindungan Hortikultura itu

Reporter : Humas Ditjen Horti
BERITA TERKAIT
Edisi Terakhir Sinar Tani
Copyright @ Tabloid Sinar Tani 2018